Erabaru.net. Saat ini peneliti memiliki pemahaman yang lebih baik mengapa tidur di tempat asing sering membuat orang mengantuk setelah bangun.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Mei 2016 lalu , hal ini cenderung disebabkan oleh salah satu belahan otak yang bertugas “jaga malam untuk memantau lingkungan yang asing baginya saat tidur”. Fenomena umum, yang disebut “efek malam pertama”, telah lama dikenal para ilmuwan yang mengamati pola otak yang abnormal pada peserta penelitian.

Dalam rangka meneliti mengapa hal ini terjadi, peneliti di Brown University menganalisis otak dari 35 orang selama dua malam pada waktu tidur dengan jeda satu minggu. Tim peneliti menemukan bahwa belahan otak sisi kiri bagi kebanyakan orang cenderung menunjukkan tingkat aktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding dengan belahan otak sisis kanan ketika seseorang sedang tidur. Bahkan aktivitas belahan otak sisi kiri ini lebih waspada ketika tidur di tempat asing dibanding kewaspadaannya terhadap rangsangan eksternal seperti bunyi ‘bip’, sehingga lebih membangkitkan respons perilaku yang lebih cepat, demikian laporan hasil penelitian. Kemudian pada makalah ini tercatat bahwa “Tak satu pun dari asimetri ini terjadi pada saat sesi tidur berikutnya “.

Namun, peneliti masih belum mengetahui mengapa hanya satu belahan otak saja yang tetap waspada pada saat tidur di tempat asing.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular