Militer AS kini sedang mengembangkan formasi tempur dari pesawat tanpa awak alias drone, yang mungkin akan mengubah konsep pertempuran udara di masa depan. DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), sebuah lembaga riset pertahanan Amerika Serikat, kini sedang mengembangkan sekumpulan pesawat drone daur ulang yang bisa bekerja sama untuk melakukan sebuah misi, yang disebut program Gremlins.

Drone ini dapat digunakan kembali sebagai pola pertempuran udara dengan biaya yang lebih rendah dan efisien, demikian dilansir dari “Business Insider”, Kamis (21/7/2016). Drone Gremlin ini dapat digunakan kembali sekitar 20 kali dalam menjalankan misinya, sehingga bisa menekan biaya operasionalnya.  Sementara itu, kerugian drone Gremlin ini bisa diabaikan jika menemui cuaca buruk atau tertembak jatuh.

Laporan terkait mengatakan, meskipun drone yang dapat digunakan kembali ini bukanlah konsep desain yang baru, tapi penempatan dan pengelolaan drone ini akan lebih efisien dan efektif dalam menjalankan misi militernya.

Drone Gremlin memiliki daya jelajah hingga tiga jam untuk menyelesaikan misi pengintaian, pada saat itu mereka secara otomatis terbang kembali ke area penjemputan untuk dimuat oleh pesawat kargo C-130. Dan drone ini juga mampu kembali menjalankan misi barunya di udara dalam tempo 24 jam.

Formsi-tempur-AS-DroneSetiap drone Gremlin akan dilengkapi dengan kamera, sensor, dan kemampuan elektronik lainnya yang dapat disesuaikan untuk setiap misi khusus. Selain itu, setiap unit Gremlin juga perlu untuk dapat berkomunikasi satu sama lain dalam rangka untuk mengkoordinasikan armada, dan perlu untuk mengirimkan data melalui satelit militer dalam rangka untuk memberikan intelijen yang dikumpulkan selama misi pengintaian.

Sejauh ini, program terkait sedang menjalankan pengujian tahap pertamanya, untuk memastikan sistem daur ulang “gremlin” di udara.

Selain itu, para peneliti juga berencana menguji berbagai model pesawat yang tersedia sekarang, mereka berencana merombak dalam skala kecil seperti pesawat pembom, pesawat kargo, pesawat tempur lainnya untuk dapat mengangkut “gremlin”dalam menjalankan misinya. Tampaknya alur cerita dalam “novel fiksi ilmiah” ini benar-benar akan menjadi kenyataan dalam waktu yang tidak lama lagi. (Jhon/asr)

Share

Video Popular