Konon, koflik adalah jiwanya fiksi. Cerpen, novel dan drama tidak jalan tanpa ada konflk. Tanpa ada permusuhan atau perlawanan antara dua pihak atau lebih. Tak ada perjuangan yang satu mengalahkan yang lain.

Dalam “Jangkrik, lele jumbo dan sumur di ladang” misalnya, konflik terjadi antara jangkrik dengan lele jumbo, dan antara jangkrik dengan lingkungannya, yakni sumur di ladang dengan lele jumbonya.

Konflik terjadi antara pemeran utama, jangkrik, dengan musuhnya, lele jumbo yang mau melahapnya, dan antara lele dengan sumur di ladang yang tak sengaja menjadi musuhnya dengan kondisinya yang curam dan ber-lele jumbo.

Dalam cerita ini dikisahkan bagaimana jangkrik melawan kedua musuhnya…

Jangkrik, Sumur di ladang dan Lele jumbo

Ketika embun pagi masih bergelayut

di ujung rumput

Si jangkrik menggeliat dari pulasnya,

lalu pegang tangannya, pegang kakinya

Lalu. Si jangkrik mulai loncat

Loncat. Loncat tinggi mengatasi

rumput-rumput yang paling tinggi

Lalu meloncat jauh, jauh, jauh dan …

Woooo, plluung! Si jangkrik kecemplung

sumur di ladang

Kecipak kecipak gelagapan menggapai tepi

di dasar sumur yang gelap lele jumbo buka mata.

“Ini dia sarapan pagi aku!“ seringainya.

Sraaaaaap! Lele jumbo menyergap sigap 

Waaaaa! Jangkrik teriak sambil menghindar

Wajahnya pucat pasi!

Lele jumbo ancang-ancang lagi

„Kali ini, kau tak mungkin lari lagi!“ 

Dalam paniknya, sekilas jangkrik melihat

sejulur akar menjuntai kebawah…

Ketika sekali lagi lele jumbo serrrggaaapp!

Jangkrik loncat mencekat ujung akar

Tergopoh memanjat dan selamat! 

Gemetar di rerumputan

Bibir mengucap: o, yang membuat langit,

rumput, jangkrik, dan lele bengis itu.

Terimakasih. aku masih hidup.

Ku kan ingat pesan embah jangkrik

„Cah bagus. Selalulah lihat dulu

sebelum kamu loncat, yo le!“

Bibir pucat si jangkrik menyeringai:

“Oke, mbah! Oke.”

(Oleh Alex Sastro)

Syukurlah, si Jangkrik menang, happy ending… Dia berhasil memenangkan konfliknya melawan lele jumbo.

Selamat menulis.

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular