Dijuluki ‘Lubang Naga’, gua batu kapur tersebut  kedalamannya mencapai 300,89 meter, yang hampir setinggi gedung Shard, gedung pencakar langit di London, setinggi 305,7 meter. Sebuah lubang runtuhan (sinkhole) bawah laut raksasa yang ditemukan di Laut China Selatan tersebut diyakini yang terdalam di dunia.

Sinkholes bawah laut juga dikenal sebagai lubang biru. Sebelumnya, Lubang Biru Dean di Bahama, yang berukuran 202 meter kedalamannya, dianggap sebagai sinkhole bawah laut terdalam di dunia, sebelum peneliti China membuat pengumuman pada hari Jumat, 22 Juli baru lalu.

Sinkhole bawah laut ini terletak di 16,31 derajat lintang utara dan 111,46 derajat bujur timur di bawah permukaan laut China Selatan. Terletak di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan, juga dikenal sebagai Xisha dalam bahasa China dan Hoàng Sa dalam Bahasa Vietnam.

Para ahli telah mengukur dimensi lubang biru tersebut selama penelitian lapangan antara Agustus 2015, dan Juni 2016.  Dengan bantuan peralatan termasuk scanner sonar, pengukur kedalaman laut, robot dan kamera bawah laut, mereka menemukan lubang pembuangan itu 300,89 meter dalamnya.

Mereka juga mengukur lebar sinkhole, 130 meter di pintu masuk dan sekitar 36 meter di bagian bawah. Selain itu mereka juga telah menemukan sekitar 20 spesies laut di dalam gua tersebut.

sinkhole bawah air
Lubang Biru Dean, sinkhole bawah laut di Bahama diyakini yang terdalam di dunia.

Bagaimana Sinkhole Terbentuk

Secara umum, sinkhole terbentuk di bebatuan kapur dan disebabkan oleh lewatnya air hujan asam lemah, menurut Dr Mark Cowley dari ListersGeo, konsultan geo-teknis dan geo-lingkungan yang berbasis di Inggris.

“Batu kapur, batuan yang kaya dengan kalsium karbonat, sangat rentan terhadap pelarutan oleh air yang mengandung karbon dioksida,” kata Dr Cowley.

Pelarutan ini dapat membuat tiga jenis fitur dalam batu kapur, dikelompokkan bersama di bawah istilah umum ‘fitur pelarutan’. Fitur-fitur ini termasuk lubang runtuhan (sinkhole), pipa pelarut dan lubang penelan.

Sinkholes adalah penurunan permukaan tanah yang disebabkan oleh runtuhnya kapur di atasnya atau endapan permukaan ke dalam rongga bawah tanah terbentuk oleh pelarutan. Sedangkan bentuk dan ukuran mereka tergantung pada fitur rongga yang mendasarinya.

Dr Cowley mengatakan pada MailOnline bahwa sinkhole bawah laut tampaknya telah terbentuk pada akhir Zaman Es terakhir ketika permukaan air laut jauh lebih rendah. Oleh karena itu, situs di mana lubang biru sekarang akan berada di atas tingkat permukaan laut. (ran)

Share

Video Popular