Pemerintah Indonesia segera akan menghukum mati 14 orang penjahat narkoba, termasuk pengedar narkoba berbangsa asing. Meski pejabat PBB menyerukan agar pemerintah Indonesia tidak melaksanakan hukuman mati, tetapi pemerintah tetap tidak bergeming.

14 orang penjahat narkoba, termasuk 4 orang WNA masing-masing berasal dari Nigeria, Zimbabwe, Pakistan dan India akan dieksekusi dalam beberapa hari mendatang. Pihak-pihak yang berkepentingan termasuk keluarga  para terpidana mati itu sudah diberitahu sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Anggota keluarga akan pergi untuk menjenguk yang terakhir kalinya.

Ke 14 narapidana yang akan dieksekusi, yakni Freddy Budiman, Abina Nwajaen, Osiaz Sibamdi, Zulfiqar Ali, Merry Utami, Gurdip Sighn, Michael Titus, Frederic Luther, Humprey Ejike, Eugene Ape, Cajetan Uchena, Agus Hadi, Pujo Lestari, dan Okonkwo Nonso.

Komisaris Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan, Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini kian gencar menjalankan hukuman mati yang agak mengkhawatirkan. Ia meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan tindakan yang tidak adil dan tidak konsisten dengan HAM.

Ia berharap kepada pemerintah Indonesia agar kembali menunda pelaksanaan hukuman mati.

Sejumlah kelompok pembela HAM dan pengacara juga meminta pemerintah Indonesia untuk menghapus hukuman mati. Namun Presiden Joko Widodo tetap mengambil sikap keras dan menolak semua permintaan itu.

Sebelumnya, 7 dari 8 orang terpidana mati warga negara asing yang terlibat pengedaran narkoba telah dieksekusi pada April tahun lalu, meskipun menimbulkan keprihatinan internasional. Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana untuk mengeksekusi 18 orang terpidana mati pada Juli ini dan 30 orang lainnya di tahun depan. (CNA/sinatra/rmat)

Share

Video Popular