JAKARTA – Bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan adanya ladang ganja di dataran tinggi  Aceh.

Bersama BNN Provinsi Aceh, Polres Aceh Besar, Kodim, Brimob, dan Polda Aceh, BNN melakukan penyisiran dan berhasil menemukan ladang ganja di kawasan Desa Lambada Kemukiman Lamteuba, Kec. Seulimeum, Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/7/2016).

Juru Bicara BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan setelah melalui pantauan satelit milik LAPAN, BNN melakukan penyisiran dan berhasil menemukan dua titik ladang ganja seluas ± 3 hektar.

“Masing-masing ladang memiliki luas 1 hektar dan 2 hektar yang ditanami ribuan batang ganja setinggi 1-2 m,” ujarnya dalam siaran pers BNN.

Lahan yang terletak di ketinggian 720 mdpl tergolong cukup sulit untuk didaki. Jalan yang terjal dan penuh semak menyulitkan petugas untuk dapat menemukan lokasi tersebut. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk tiba di ladang ganja yang berjarak 8 km dari pemukiman. Hingga saat ini, petugas masih terus mencari titik-titik ladang ganja lainnya hasil pantauan satelit milik LAPAN.

Sepanjang tahun 2016, BNN telah melakukan pemusnahan ladang ganja sebanyak 4 kali dengan total luas lahan ganja yang dimusnahkan sebesar ± 18,5 hektar. Sebelumnya, di bulan Februari, BNN memusnahkan 1,5 hektar lahan ganja yang terletak di kawasan Lamteuba. Kemudian di bulan April BNN kembali menemukan ladang ganja seluas 7 hektar di kawasan Gunung Seulawah Agam. Tak jauh dari lokasi tersebut, pada bulan Mei, BNN kembali menemukan ladang serupa seluas 7 hektar.

Dilakukannya pemusnahan ladang ganja ini tak hanya menekan pasokan narkotika saja, namun diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dengan melakukan pengalihan fungsi lahan ganja.

Melalui pemusnahan ini BNN mencoba untuk menegaskan kepada para pelaku kejahatan Narkoba bahwa menyalahgunakan, menyimpan, memiliki, bahkan menanam tanaman narkotika, dilarang oleh negara. Dengan begitu, masyakarat akan lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar. (asr)

Share

Video Popular