Oleh Li Zi

Deklarasi Tertulis No. 48 Parlemen Eropa telah dikeluarkan pada Rabu (27/7/2016). Deklarasi yang ditandatangani oleh lebih dari 400 anggota parlemen lintas partai dari 28 negara anggota Uni Eropa tersebut berisikan desakan kepada Partai Komunis Tiongkok/ PKT untuk menghentikan pengambilan paksa organ hidup dari para praktisi Falun Gong dan tahanan nurani lainnya di Tiongkok.

Sesuai peraturan bahwa Deklarasi Tertulis tidak perlu lagi diputuskan melalui pemungutan suara di parlemen, tetapi bisa langsung diadopsi sebagai resolusi dari Parlemen Eropa.

Deklarasi Tertulis No. 48 adalah pernyataan tertulis yang dicetuskan oleh 12 anggota parlemen Eropa lintas 5 partai dari 9 negara anggota Uni Eropa pada 27 April 2016. Dalam waktu hanya 3 bulan, pernyataan itu langsung mendapat dukungan sebanyak 413 tanda tangan dari anggota parlemen perwakilan seluruh 28 negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Bahkan termasuk partai-partai yang pro dan anti Uni Eropa.

Deklarasi Tertulis No. 48 itu menyebutkan bahwa melalui laporan yang dapat dipercaya diketahui, Partai Komunis Tiongkok di bawah naungan pemerintah secara sistematis dengan tanpa persetujuan terlebih dahulu telah mengambil organ dari tubuh tahanan nurani, terutama adalah para praktisi Falun Gong, selain itu juga termasuk warga etnis Uighur, Tibet dan kaum Kristiani.

Masyarakat internasional sudah berulang kali mengecam keras pengambilan organ yang terjadi di Tiongkok, dan karena itu harus mengambil tindakan untuk menghentikan kejahatan yang mereka lakukan.

Mengingat tingkat keparahan dari pengambilan paksa organ di Tiongkok, dipandang perlu untuk segera membentuk organisasi independen guna melakukan investigasi yang mendalam.

Deklarasi juga meminta Komisi Eropa dan Dewan selain melaksanakan resolusi Parlemen Eropa pada Desember 2013 silam  tentang pengungkapan sejumlah kasus pengambilan paksa organ oleh PKT, juga menyampaikan laporan. Menuntut tanggung jawab para pelaku yang terlibat dalam perbuatan yang tidak bermoral ini.

Deklarasi Tertulis No. 48 menuntut diadakannya investigasi untuk menghentikan pengambilan organ oleh PKT. (foto NTDTV)
Deklarasi Tertulis No. 48 menuntut diadakannya investigasi untuk menghentikan pengambilan organ oleh PKT. (foto NTDTV)
­­­­­­­ Deklarasi Tertulis No. 48 menuntut diadakannya investigasi untuk menghentikan pengambilan organ oleh PKT. (foto NTDTV)
­­­­­­­
Deklarasi Tertulis No. 48 menuntut diadakannya investigasi untuk menghentikan pengambilan organ oleh PKT. (foto NTDTV)

Sesuai dengan prosedur yang berlaku di Parlemen Eropa, biasanya surat-surat jenis Deklarasi Tertulis baru bisa berlaku setelah diperiksa dan ditandatangani oleh Ketua Parlemen Eropa, setelah itu diterjemahkan ke dalam 24 bahasa resmi negara-negara anggota untuk diperiksa dan ditandatangani oleh anggota parlemen perwakilan dari Negara itu.

Pernyataan tertulis itu baru dianggap sah, menjadi keputusan atas nama Parlemen Eropa  bila dalam batas waktu 3 bulan memperoleh persetujuan dari setengah jumlah anggota parlemen Eropa.

Dibandingkan dengan ratusan resolusi yang dituangkan dalam pernyataan tertulis tetapi  hanya sedikit yang berhasil dideklarasikan. Karena proses pengesahan  resolusi yang dianut Parlemen Eropa ini yang paling demokrasi tetapi juga paling sulit dilakukan. Deklarasi Tertulis terkaitan masalah dengan Tiongkok sebelum ini adalah deklarasi 2008/2009 yang berisikan pernyataan mendukung  NTDTV melalui Eutelsat untuk menyiarkan program TV ke daratan Tiongkok.

 Gerard Batten, anggota Parlemen Eropa kawakan asal Inggris ketika diwawancarai NTDTV. (foto NTDTV)

Gerard Batten, anggota Parlemen Eropa kawakan asal Inggris ketika diwawancarai NTDTV. (foto NTDTV)

Anggota Parlemen Eropa kawakan asal Inggris, Gerard Batten mengacu pada keberhasilan menelurkan Deklarasi Tertulis No. 48 tersebut ia menjelaskan bahwa mengingat banyaknya anggota yang berasal dari negara yang memiliki begitu banyak partai politik dengan kecenderungan memiliki politik yang berbeda-beda, namun semuanya bisa bersatu padu dengan tujuan untuk menghendaki pengambilan paksa organ oleh PKT, mendesak dilakukannya investigasi terhadap masalah tersebut.

“Saya pikir ini adalah hal besar. Kita semua sepakat dan tanpa keraguan untuk menandatangani pernyataan tertulis ini,” katanya.

Gerard Batten dengan senang hati bisa ikut ambil bagian dalam penandatanganan Deklarasi Tertulis No. 48. Ini adalah kesempatan kedua bagi dirinya berpartisipasi dalam mengeluarkan pernyataan tertulis selam 12 tahun menjabat sebagai anggota Parlemen Eropa. Dalam rapat parlemen yang diadakan beberapa waktu lalu, ia menyatakan perlunya untuk mengadakan investigasi yang lebih dalam guna mengungkap dan menghentikan kejahatan PKT.

Sesuai prosedur di Parlemen Eropa, Ketua Parlemen akan mengumumkan pernyataan tersebut dalam Sidang Majelis yang akan digelar pada September mendatang.

 Sebagian praktisi Falun Gong Belgia mengadakan kegiatan di depan Kedubes Tiongkok, Brussel. (foto NTDTV)

Sebagian praktisi Falun Gong Belgia mengadakan kegiatan di depan Kedubes Tiongkok, Brussel. (foto NTDTV)

Pada hari yang sama, sebagian praktisi Falun Gong Belgia mengadakan kegiatan di depan Kedubes Tiongkok di Brussel untuk mendukung Parlemen Eropa yang berusaha untuk menghentikan kejahatan pengambilan organ di Tiongkok.

Salah seorang praktisi Falun Gong Belgia bernama Nick ketika diwawancarai mengatakan, Parlemen Eropa telah membuat pernyataan yang jelas untuk menyikapi pembantaian, pengambilan paksa organ dari tubuh hidup yang masih berlangsung di Tiongkok sampai sekarang.

“Kita sekali lagi menyerukan kepada otoritas di Beijing agar segera menghentikan perbuatan biadab, menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong,” katanya. (sinatra/rmat)

 Praktisi Falun Gong Belgia, Nick saat diwawancarai NTDTV. (foto NTDTV)

Praktisi Falun Gong Belgia, Nick saat diwawancarai NTDTV. (foto NTDTV)

Share

Video Popular