Oleh Huang Kaixi

Seorang pengungsi asal Aljazair berusia 19 tahun berteriak-teriak dalam sebuah mal di Jerman, “Saya akan meledakkan kalian !”

Namun, setelah berkonfrontasi selama lebih kurang 1 jam dengan polisi Jerman, pria tersebut akhirnya bisa diringkus dengan mudah.

Jerman dalam beberapa waktu terakhir ini terus mengalami ancaman kekerasan dari pengungsi Timur Tengah atau Afrika yang sudah diberikan tempat penampungan, karena itu suara menentang  penampungan pengungsi semakin hari semakin keras berdengung di dalam negeri. Hal ini juga memaksa kepolisian Jerman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan yang terus meningkat.

Kepolisian negara bagian Lower Saxony, Jerman mengatakan, insiden ancaman serangan kembali terjadi pada 27 Juli, di mana seorang pria asal Aljazair berusia 19 tahun berteriak-teriak dalam Bremen Shopping Center.

Anggota keamanan segera mengevakuasi pengunjung di sana, dan berhasil menangkap pria itu 1 jam kemudian setelah terjadi konfrontasi yang menegangkan.

Polisi mengungkapkan bahwa pria tersebut telah ditangkap dan dipenjara karena beberapa kasus pencurian yang ia lakukan pada pekan sebelumnya. Ia juga sempat dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa karena berulang kali mencoba untuk melukai diri sendiri. Sebelum masuk ke mal itu, ia baru melarikan diri dari rumah sakit jiwa.

Pria tersebut mengaku dapat menyetujui perbuatan anggota organisasi ekstremis Islam yang  membunuh 9 orang di sebuah mal di Munich pada Jumat pekan lalu. Namun, polisi belum menemukan bukti bahwa ia memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis itu.

Dalam 10 hari terakhir, Jerman telah menghadapi 4 kali acaman keamanan yang dilakukan oleh pengungsi yang mereka tampung. Kasus serangan teroris itu telah merenggut 15 nyawa. Kepolisian membenarkan bahwa 2 kasus itu dilakukan oleh anggota dari Islamic State/ IS.

Presiden Obama pada 27 Juli melalui sambungan telepon dengan Kanselir Angela Merkel menyampaikan ucapan belasungkawa atas serangkaian serangan yang dilakukan teroris kepada warganya.

Gedung Putih juga mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa AS akan sepenuhnya mendukung Jerman menyelenggarakan penyidikan atas kasus-kasus tersebut.

Share

Video Popular