Astronom mendeteksi sebuah struktur raksasa berbentuk X di pusat galakasi bima sakti, yang mengandung sekumpulan bintang kuno di dalamnya. Temuan ini mungkin dapat memberikan petunjuk dalam mempelajari pembentukan galaksi Bima Sakti.

Foto pengamatan beresolusi tinggi dari struktur berbentuk X misterius itu merupakan hasil pengolahan citra yang didapatkan ilmuwan melalui kamera Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) dari Badan Penerbangan Antariksa Amerika Serikat (NASA), demikian dilansir dari CBS, Selasa  (26/7/2016).

Astronom Dustin Lang, yang merupakan salah satu pengamat dari University of Toronto menuturkan, bahwa galaksi spiral datar berbentuk cakram dengan empat lengannya itu menyatu di pusat galaksi, sehingga pusat galaksi Bima Sakti tampak terlihat seperti “kacang persegi empat,” sangat kontras dengan bentuk datar dari segenap galaksi.

Sebenarnya, struktur tersebut merupakan foto Bimasakti dan struktur X yang dipublikasikan Dustin Lang di Twitter pada 2015 lalu. Ketika itu, Melissa Ness dari Max Planck Institute for Astronomy mencermati gambar itu, memperbesar bagian tengahnya dan menyadari struktur X pada foto Bimasakti tersebut. Ness dan Lang yang berkolaborasi mengatakan, struktur itu bisa memberi petunjuk tentang pembentukan Bimasakti.

“Jika kita memahami bulge maka kita bisa mengetahui proses yang pembentukan Bimasakti,” jelas Ness.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, astronom terus menemukan struktur baru di pusat galaksi. Seperti misalnya gelembung sinar Gamma raksasa berdiameter 30.000 tahun cahaya di pusat galaksi yang berhasil diamati Teleskop Ruang Angkasa Fermi Gamma dari NASA, yang menerangi ruang alam semesta seperti sebuah bola lampu angkasa yang terang.

Yang tampak pada gambar tersebut di atas itu bukanlah butiran pasir, tapi bintang di pusat galaksi.  (internet)
Yang tampak pada gambar tersebut di atas itu bukanlah butiran pasir, tapi bintang di pusat galaksi. (internet)
 Bintang super kuno di pusat galaksi. (internet)

Bintang super kuno di pusat galaksi. (internet)

Laman astronomynow.com, pada November 2015 lalu mengatakan, bahwa bintang tertua di pusat galaksi yang diketahui saat ini hanya 300 juta tahun lebih muda dari usia alam semesta, dan merupakan “penghuni asli”di  pusat galaksi.

“Bintang-bintang ini adalah bintang tertua yang masih hidup di alam semesta, dan tentu saja merupakan bintang mtertua yang belum pernah saksikan sebelumnya,” kata Louise Howes, astronom dari  Australian National University-ANU.  (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular