Jika wabah virus zombi harus terjadi, perawat di Pentagon akan siap siaga untuk mengambil mayat hidup, karena mereka diajarkan bagaimana menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dengan pelatihan ‘kreatif’

Mahasiswa keperawatan militer di Uniformed Services University of the Healthcare Sciences diberi skenario pelatihan ‘wabah zombi’ sebagai bagian dari kursus kesehatan masyarakat.

Menurut Departemen Pertahanan AS, program ini bertujuan untuk memberikan cara kreatif yang melibatkan para siswa,  tetapi, skenario fiktif tersebut akan mengajar mereka untuk melaksanakan karantina dan mengelola vaksin dalam skala besar, sambil mengikuti pedoman Departemen Pertahanan yang sebenarnya.

Skenario zombi dibangun ke dalam kursus kesehatan masyarakat online di program praktek keperawatan kedokteran USU.

Mengambil kursus kesehatan masyarakat merupakan persyaratan gelar, dan melatih siswa untuk mempelajari prinsip-prinsip menanggapi dan memahami kesehatan secara keseluruhan pada suatu kelompok, apakah itu masyarakat dalam lingkup kecil atau sebagian besar lingkup seluruh bangsa.

Dalam kursus khusus tersebut, siswa bekerja melalui serangkaian skenario kreatif, termasuk pandemi atau wabah zombi, untuk menerapkan teori dan keterampilan yang telah mereka pelajari. Kursus bertujuan untuk memberikan cara yang kreatif dan kohesif bagi siswa untuk belajar, membantu mereka untuk mengingat materi sehingga mereka dapat satu hari menerapkannya dalam keadaan darurat secara nyata.

“Kami menggunakan perangkat narasi tentang pandemi zombi dalam animasi dan penugasan-penugasan untuk membantu melibatkan para siswa dalam konten,” jelas Catherine Ling, asisten profesor dan praktisi perawat keluarga untuk program DNP dan PhD di USU.

Kursus ini berisi video tentang situasi penyingkapan zombi yang berbeda, termasuk klip dari presiden fiktif yang menyampaikan pidato ‘Status Wabah Zombi’, dan adegan yang menunjukkan dampak dari virus zombi pada populasi, dari rasa takut yang meluas sampai poster ‘anti-zombie’ yang bertebaran di jalanan.

Mahasiswa di dalam kelas online bertindak di bawah divisi Departemen Pertahanan, di mana mereka akan menggunakan pengetahuan mereka untuk memberlakukan karantina, mengelola vaksin, dan memanfaatkan sumber daya internasional, sambil mengikuti pedoman kehidupan nyata.

Ling mengatakan keahlian ini sangat penting karena ketahanan antibiotik meningkat seluruh dunia, dan penyakit menular serta pandemi seperti Ebola dan Zika terus bermunculan.

“Kursus ini menyediakan cara bagi siswa untuk menggunakan ‘sisi lain dari otak mereka, membiarkan mereka berpikir kreatif sekaligus meningkatkan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis. Dan, siswa mengakui manfaat dari program unik tersebut,” ungkap Ling.

“Video itu dikerjakan dengan penuh selera. Korban ‘terinfeksi ‘dapat disembuhkan kemudian dalam scenario tersebut, sehingga karakternya tidak menggunakan kekuatan mematikan, dan bukan kekerasan secarak terang-terangan. Saya pikir itu indah, menyenangkan memutar kursus itu,” kata Kapten Angkatan Udara, Marcie Hart, seorang penggemar “The Walking Dead” yang telah mengikuti kursus. (ran)

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular