Oleh: Chen Gang

Harapan dan keinginan manusia dalam mengejar batas ekstrim, terus memecahkan satu persatu rekor yang melampaui batas maksimum, menciptakan banyak keajaiban yang menakjubkan. Namun, secara fisiologis dan psikologis, lantas batas maksimum bagaimana yang sanggup ditahan manusia?

Hari ini, mari kita telusuri dua belas misteri dari batas maksimum manusia. Berikut artikel lanjutannya.

  1. Berapa banyak hal yang mampu diingat otak manusia?

Ingatan super dalam “otak terkuat” manusia yang mampu mengingat lebih dari 500 digit angka dalam lima menit ini mendapat decak kagum banyak orang, semua orang ingin memiliki “otak terkuat” dalam waktu singkat. Dari hasil perhitungan, orang dewasa dalam sepanjang hidupnya rata-rata dapat menyimpan sekitar 125 M informasi dalam otaknya.

Mengingat atau menghafal serangkaian digit angka secara tepat sesuai urutan jauh lebih sulit daripada mengingat informasi atau gambar. Adalah Wu Tian Sheng, seorang warga Tiongkok pertama yang berhasil meraih juara dunia dan pemegang rekor Guinness, rumus hafalan/ingatan Tiansheng yang diciptakannya memungkinkan anda mengingat lebih dari 120 digit angka acak dalam tempo dua menit, dan satu menit dalam membaca lebih dari 3.000 karakter.

  1. Batas ketinggian maksimum manusia.

Jika seseorang tiba-tiba dikirim ke puncak gunung Everest (8848 meter) sebelum sempat beradaptasi dengan lingkungan baru, mungkin akan tewas kurang dari menit. Pada tahun 1999, Babu Chiri (penduduk setempat) mampu bertahan hidup selama 21 jam di bawah lingkungan kurangnya oksigen di puncak gunung Everest, dan memecahkan rekor dunia.

Sejauh ini, hanya ada satu sosok manusia yang mampu mendaki puncak gunung tanpa bantuan peralatan atau persediaan oksigen di musim dingin. Manusia yang sanggup bertahan di puncak gunung tertinggi mungkin sekitar 9000 meter di atas pemukaan laut.  Seseorang akan mengalami atrofi (pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf). Selain itu, risiko Hydrocephalus dan paru-paru juga akan meningkat tajam yang berdampak pada kesuburan apabila tinggal di ketinggian lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut dalam waktu lama.

  1. Berapa lama manusia sanggup bertahan tanpa tidur?

Jika tidak tidur, seseorang hanya mampu bertahan maksimal 264 jam. Secara umum, seseorang yang tidak tidur 36 jam kemudian, akan merasa sangat tidak nyaman, dan 48 jam kemudian, tubuh secara tak terkendali akan memasuki alam mimpi (tertidur). Tidak tidur dalam jangka waktu lama akan membuat suasana hati seseorang menjadi tidak labil, sehingga menyebabkan ingatan dan pusat perhatian menurun, bicara tidak jelas, timbul halusinasi dan sebagainya.

  1. Berapa lama konsentrasi seseorang mampu bertahan?

Konsentrasi atau memusatkan perhatian merupakan tantangan sebagian besar dari kita yang harus dihadapi saat menyelesaikan kertas kerja, lembur hingga larut malam dan ketika mengendarai mobil dalam perjalanan jauh sebelum batas waktunya. Sebelum otak membutuhkan istirahat, secara psikologis, berapa lama sebenarnya kita harus bertahan?

Bagi mereka yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam pekerjaan tertentu, misalnya supir bis/ truk, operator pembangkit listrik dan pilot, 12 jam itu adalah batasnya. Namun, bagi dokter, operasi yang rumit dan kompleks kadang-kadang bisa lebih dari 12 jam, meskipun pembagian tugas operasi terlama (waktu) seringkali lebih dari satu tim.

  1. Batas maksimum kehilangan/kekurangan darah manusia?

Volume darah di dalam tubuh manusia menduduki sekitar 7% sampai 8% dari berat badan, batas kehilangan aau kekurangan darah pada kisaran 1,9 – 2,8 liter. Nilai ini menduduki sekitar 50% dari total darah manusia. Jika terjadi perdarahan perlahan dalam beberapa minggu, catatan paling ekstrim dari volume darah minimal untuk mempertahankan hidup itu hanya tersisa 0,9 liter darah, yaitu volume darah yang hilang menduduki 75% dari jumlah total darah.

  1. Berapa lama seseorang mampu menahan napasnya?

Durasi sebagian besar manusia dalam menahan napasnya itu tidak mampu lebih dari satu menit, ahli dari Swedia mengatakan, menahan napas dalam waktu lama dapat menyebabkan kandingan protein S100B di dalam darah itu meningkat sebesar 37% yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Penyelam yang trampil mungkin bisa memperpanjang waktu menahan napasnya hingga 15 menit. Meski begitu, jangan mencoba untuk menyelam dan menahan napas terus menerus, seperti misalnya menyembul sebentar dari dalam air untuk mengambil napas lalu menyelam lagi. Hal ini berakibat pada bertambahnya konsentrasi protein S100B di dalam darah yang dapat menyebabkan kerusakan otak.  (Secretchina/joni/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular