Selama beberapa dekade terakhir ini, orang konseling Barat telah mencari kebijakan Timur sebagai pendekatan baru dalam perawatan kesehatan. Apa yang pernah menjadi eksklusif dari kaum hippies dan New Age telah menjadi arus utama, seperti jutaan orang Amerika sekarang telah ramai-ramai beralih melakukan perawatan akupunktur atau praktek yoga sebagai cara untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.

Pada artikel sebelumnya diceritakan Dr. Margaret mencari peneliti lain yang menemukan efek kesehatan dengan disiplin spiritual lainnya. Salah satu yang memiliki pengaruh besar adalah Dr. Harold G. Koenig, direktur Pusat Spiritual, Teologi dan Kesehatan di Universitas Duke, Amerika Serikat .

“Dr. Harold adalah penganut Kristen, sehingga semua penelitiannya menunjukkan manfaat kesehatan dan kesejahteraan dari berlatih iman Kristen,” kata Dr. Margaret. “Saya mengutip karyanya untuk memberikan pemikiran bagi penelitian saya sendiri.”

Survei Australia mengungkapkan bahwa praktisi Falun Gong jarang minum obat atau pergi ke dokter, namun kelompok ini memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada kelompok kontrol non-praktisi di setiap metrik kesehatan.

“Sebelum mereka mulai berlatih, kelompok Falun Gong memiliki lebih banyak masalah kesehatan dan medis dibandingkan kelompok non-Falun Gong. Setelah latihan, mereka melaporkan peningkatan yang signifikan pada kondisi mereka,” kata Dr. Margaret.

Menurut Dr. Heather Mattner, seorang psikolog kesehatan dan profesor di University of South Australia yang menjabat sebagai penasehat Dr. Margaret, survei Australia menunjukkan kekuatan akan keheningan, kedamaian, dan kesadaran bagi mereka yang berlatih Falun Gong.

“Penelitian [Dr. Margaret] menunjukkan bahwa Falun Gong membawa manfaat penting bagi banyak individu yang menderita penyakit, gangguan kesehatan mental, dan kronisitas, dalam cara yang aman, menggunakan musik, dan memuaskan, yang berlawanan dengan proses pengobatan dan penyembuhan yang khas”, tulis Dr. Heather pada halaman depan buku Dr. Margaret Trey.

Menurut Dr. John Court, seorang pensiunan profesor dari University of South Australia yang menjabat sebagai direktur program untuk Dr. Margaret Trey ketika ia merancang survei Australia, Falun Gong menunjukkan nilai-nilai mendasar yang sama ditemukan dalam semua tradisi spiritual.

“Kita tidak perlu terlalu terkejut bahwa ada bukti manfaat yang kuat, karena proses yang terlibat dalam praktek serupa dalam banyak cara untuk pendekatan transpersonal dan perilaku lainnya, dan diperkuat dengan beberapa keuntungan (latihan teratur, berbagai strategi, penekanan pada pemberdayaan pribadi dan perbaikan moral)”, tulis Dr. John dalam halaman depan buku Dr. Margaret.

Meskipun penelitian Falun Gong masih dalam tahap awal, studi yang tersedia sejauh ini menyajikan gambaran yang mirip dengan survei Dr. Margaret. Sebagai contoh, dalam sebuah studi 2005 yang diterbitkan peer review dari Falun Gong, yang diterbitkan dalam jurnal daring Asosiasi Konseling Amerika, tim dokter AS menemukan ekspresi gen superior dan peningkatan kekebalan antara responden Falun Gong dibandingkan dengan responden non-Falun Gong, menunjukkan bahwa Falun Gong dapat memengaruhi ekspresi gen, meningkatkan imunitas, menyeimbangkan tingkat metabolisme, dan meningkatkan regenerasi sel.

Dalam studi terbaru pada latihan ini, diterbitkan sebagai abstrak untuk pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology di tahun 2016, 97 persen pasien kanker melaporkan pemulihan gejala secara menyeluruh setelah berlatih Falun Gong. Rata-rata waktu untuk pemulihan gejala adalah 3,6 bulan setelah berlatih.

Mengubah persepsi

Awal tahun ini, Dr. Margaret diundang untuk melakukan presentasi selama 90 menit untuk Asosiasi Konseling Amerika, suatu organisasi konseling terbesar di dunia, atas pendekatannya menggunakan Falun Gong dalam konseling dan psikoterapi. Dia mengatakan dukungan yang dia terima dari rekan-rekan sungguh luar biasa.

“Dalam profesi konseling, kini telah sangat diterima secara luas bahwa praktek meditasi Timur adalah bermanfaat. Spiritualitas dan konseling adalah hal yang besar pada saat ini,” kata Dr. Margaret. “Saya memiliki begitu banyak mahasiswa konseling, baik master maupun doktor, bahkan profesor, yang mengatakan bahwa saya melakukan studi yang hebat.”

Dr. Margaret terus melanjutkan penelitiannya terhadap Falun Gong dengan proyek baru yang dia sebut sebagai “Hati Membumbung”, yang mengamati studi kasus dari individu para praktisi Falun Gong dan pengalaman ajaib mereka dengan penyembuhan dan ketekunan. Di masa depan, ia berharap melihat Falun Gong diuji dalam uji terkontrol secara acak, mirip dengan evaluasi dari yoga.

“Mereka telah mempelajari yoga bagi penyakit kanker, gangguan tidur, kecemasan, pengurangan stres, semua jenis masalah yang berbeda, tapi kami memiliki jalan yang panjang untuk dilalui,” kata Dr. Margaret. “Studi pada efek kesehatan dan kesejahteraan dari Falun Gong masih dalam tahap awal. Saya berharap bahwa orang akan menghubungi saya dengan penuh minat melakukan penelitian lebih lanjut.”

Kinerja Dr. Margaret juga memiliki keunggulan politik yang tidak disengaja. Tiongkok pernah melakukan survei sendiri untuk membuktikan efek kesehatan dan kesejahteraan yang luar biasa dari Falun Gong pada tahun 1990- an akhir, reputasi latihan ini mengalami pukulan yang menghancurkan pada tahun 1999, ketika diktator Tiongkok Jiang Zemin melancarkan kampanye brutalnya terhadap Falun Gong dalam upaya untuk memberantasnya dari negara itu.

Untuk membenarkan tindakan penyiksaan dan penahanan praktisi Falun Gong, disiplin ini dicap sesat, dan rezim PKT telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyebarkan propaganda anti Falun Gong yang dirancang untuk mengutuk latihan ini.

Meskipun ide-ide ini didiskreditkan pada tahun-tahun yang lalu, Dr. Margaret berharap salah satu kemungkinan hasil dari penelitiannya adalah gambaran yang lebih lengkap dari fenomena Falun Gong akan muncul.

“Falun Gong bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dan peningkatan kesehatan, seperti yang telah ditunjukkan oleh temuan survei Australia, dan itu baik sebagai gaya hidup dan budidaya spiritual,” kata Dr. Margaret. “Juga, sebagai konselor saya menemukan bahwa berbagi dengan para pasien dengan membawakan sesuatu yang dapat mereka hargai dan bawa pergi.” (Epochtimes/Conan Milner/Ajg/Yant)

Tamat

Share

Video Popular