Oleh Shi Xuan

Pemilihan presiden AS tahun ini sedikit berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Di mana Partai Republik AS mengusung kandidat capresnya Donald Trump untuk melawan kandidat capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Siapa yang akan keluar sebagai presiden dalam pemilihan yang akan dilaksanakan pada November, tentu menarik perhatian masyarakat internasional. Bagaimana pandangan politik pada isu-isu apasaja yang berbeda dari kedua kandidat capres itu dapat kita lihat seperti berikut.

Dalam masalah keimigrasian

Trump bersikap tegas menolak adanya imigrasi ilegal. Ia telah bersumpah, jika terpilih sebagai presiden, akan membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko untuk mencegah masuknya para imigran gelap. Dan meminta pemerintah Meksiko yang mendanai pembangunan tembok itu. pernyataan ini memicu kemarahan banyak etnis Latino.

Trump juga menganjurkan untuk mendeportasi 11 juta orang imigran gelap dari AS, dan bila perlu akan melarang warga asing beragama Muslim untuk masuk AS.

Hillary mendukung kebijakan keimigrasian yang sudah dijalankan Presiden Obama dan menentang pembangunan tembok perbatasan serta membatasi masuknya warga asing beragama Muslim ke AS seperti yang diucapkan Trump.

Hillary juga berencana memprakarsai ‘Dream Act’ sebagai cara untuk membayar denda dan belajar menguasai bahasa Inggris yang dapat membantu para imigran ilegal untuk melegalkan status mereka.

Regulasi tentang kepemilikan senjata api

Trump mengaku membela hak yang sah untuk memiliki senjata api. Menentang adanya kontrol senjata api dan pemeriksaan terhadap latar belakang calon pemilik senjata api. Trump juga tidak setuju untuk melarang warga memiliki senapan serbu. Ia lebih menganjurkan kontrol melalui cara memperluas kerahasiaan lisensi pemilik.

Hillary menganjurkan diberlakukannya kontrol senjata yang lebih ketat. Melakukan pemeriksaan yang komprehensif terhadap latar belakang calon pemilik senjata api.

Menghadapi IS

Trump menganjurkan penambahan belanja militer, tetapi tidak cenderung untuk menggunakan pasukan darat. Mendukung adanya upaya untuk memotong sumber dana organisasi teroris Islamic State/ IS, menghancurkan fasilitas minyak yang mereka kuasai. Menentang digulingkannya pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung kerjasama dengan Presiden Rusia Putin dalam memerangi IS.

Hillary tidak menganjurkan penambahan pengeluaran militer untuk memerangi terorisme tetapi mendorong dilakukannya serangan gabungan antara kekuatan udara dan darat untuk membasmi terorisme. Ia mendukung adanya penunjukkan zona larangan terbang di Suriah dan memberikan pelatihan militer kepada pasukan pemberontak Suriah. Setuju untuk bekerjasama dengan Rusia dalam upaya memerangi IS, tetapi memandang perlu untuk menggulingkan rezim Assad.

Perjanjian Perdagangan

Trump menentang semua perjanjian perdagangan bebas, termasuk Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP) juga NAFTA. Ia mengkritik kondisi dari perjanjian itu yang menyebabkan AS menderita kerugian, Trump mengatakan bahwa jika negosiasi antar AS dengan baik Meksiko maupun Kanada tidak mampu mengamankan persyaratan yang lebih menguntungkan AS, maka NAFTA sebaiknya dibatalkan.

Hillary percaya bahwa perjanjian perdagangan bebas perlu mengacu pada penambahan lapangan kerja bagi warga dan pendapatan AS sebagai premis. Ketika masih menjabat sebagai Sekneg dahulu, ia ikut mempromosikan TPP, namun sekarang ia berbalik untuk menentang TPP, karena TPP tidak memenuhi standar tinggi untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja AS, lingkungan hidup dan meningkatkan keamanan nasional. Hillary juga menganjurkan untuk mulai kembali negosiasi NAFTA yang pernah macet.

Upah minimum dan pajak

Trump mendukung kenaikan upah minimal pekerja dan menaikkan pungutan pajak pendapatan orang kaya. Menganjurkan pemungutan pajak final sebesar 10 % dari penghasilan perusahaan AS yang beroperasi di luar AS.

Hillary juga mendorong dinaikkannya upah minimal dan menganjurkan pengurangan pajak selama 2 tahun bagi perusahaan AS guna menunjang perkembangan.

Kebijakan NATO

Triump meminta sekutu NATO untuk memerincikan seberapa besarnya dana pertahanan yang sudah dikeluarkan AS kepada organisasi itu selama beberapa dekade terakhir. Ia berpendapat bahwa sekutu NATO seharusnya memberikan kontribusi tertentu sehingga bisa mendapat perlindungan dari AS, karena itu, Triump mencanangkan ’Prioritas AS’ sebagai tawaran.

Sedangkan Hillary percaya bahwa NATO adalah ‘salah satu bidang investasi terbaik AS’

Pemanasan Global

Trump tidak percaya ada fenomena pemanasan global, menganggap itu hanyalah rekayasaan Tiongkok dalam upaya untuk menurunkan daya saing manufaktur AS. In percaya bahwa AS harus menarik diri darri perjanjian iklim Paris dan menentang aturan yang melarang pengeboran minyak lepas pantai.

Hillary dapat menyetujui adanya larangan pengeboran minyak lepas pantai tetapi menentang penarikan AS dari perjanjian iklim Paris. Ia mendukung adanya pengontrolan total dan kuota perdagangan, berharap pada tahun 2050 nanti, pelepasan emisi karbon global bisa menurun sebesar 80 % dari kapasitas pelepasan pada 1990. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular