Manusia telah bermeditasi selama ribuan tahun, tetapi ilmu pengetahuan baru mulai untuk memahami apa yang dihebohkan oleh manusia. Di zaman sekarang di mana uji klinis dilakukan untuk mengenali solusi yang efektif, para peneliti mengevaluasi dampak dari latihan meditasi kuno ‘ Falun Gong’ untuk melihat apakah manfaat kesehatan yang dipromosikan benar-benar terbukti.

Manfaat medis Yoga yang ditolak sebagai omong kosong gerakan Zaman Baru (gerakan spiritual yang terbentuk di pertengahan abad ke-20) pada beberapa dekade yang lalu, kini dianjurkan oleh beberapa dokter sebagai pengobatan tambahan yang efektif untuk mendampingi pengobatan utama. Yoga telah terbukti bermanfaat dalam beberapa uji coba terkontrol secara acak selama beberapa tahun terakhir, yang manjur mengatasi kecemasan, depresi, stres, sakit, masalah pembuluh darah jantung, kondisi autoimun, dan kehamilan.

Sebuah buku baru, “The Mindful Practice of Falun Gong: Meditation for Health, Wellness, and Beyond,” membahas latar belakang ilmiah mengenai khasiat penyembuhan latihan meditasi tradisional tiongkok ini. Dibandingkan dengan Yoga, ilmu pengetahuan yang mengevaluasi Falun Gong masih dalam masa pertumbuhan yang sangat dini. Namun menurut penulis dan peneliti Dr. Margaret Trey, data yang tersedia sejauh ini menunjukkan Falun Gong memiliki potensi penyembuhan yang kuat.

Buku Dr. Margaret Trey ini mengkaji semua penelitian resmi yang dilakukan terhadap Falun Gong dan khasiat penyembuhannya sejauh ini, dan menyoroti sebuah proyek penelitian yang menarik yang saat ini sedang berlangsung.

Landasan buku Dr. Margaret Trey ini adalah penelitian perintis yang ia dilakukan, yang dikenal sebagai Survei di Australia yang diterbitkan dalam Vistas online, suatu jurnal online American Counseling Association. Survei ini dikembangkan sebagai bagian dari disertasi doktoralnya di University of South Australia. Survei ini membandingkan khasiat kesehatan dan kesejahteraan Falun Gong seperti yang dirasakan oleh praktisi, dengan kelompok kontrol yaitu peserta non-praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berlatih gerakan Falun Gong sangat bermanfaat terhadap kesehatan yang dirasakan dan dilaporkan sendiri oleh praktisi.

Survei di Australia ini menemukan bahwa praktisi Falun Gong melaporkan telah menikmati kesehatan yang lebih baik daripada kelompok non-praktisi. Banyak praktisi Falun Gong (76 persen) memiliki kesehatan yang sangat baik, dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (19 persen). Kebanyakan praktisi (83 persen) merasakan kedamaian dan sangat energik dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (44 persen). Kebanyakan praktisi Falun Gong (83 persen) melaporkan bahwa masalah fisik atau emosional tidak memengaruhi kehidupan mereka sama sekali, dibandingkan dengan lebih dari setengah kelompok non-praktisi.

Penelitian Dr. Margaret Trey adalah penting karena merupakan survei pertama yang dilakukan di luar Tiongkok yang secara khusus meneliti efek kesehatan dan kesejahteraan praktisi Falun Gong.

“Dalam hal ukuran sampel, saya dapat mengatakan bahwa penelitian saya ini cukup beragam dibandingkan dengan penelitian lain di luar tiongkok. Penelitian ini jauh lebih besar dengan mengikutsertakan responden yang beragam yang berasal dari lebih dari 30 negara daripada penelitian yang umum dilakukan, “kata Dr. Margaret Trey dalam sebuah wawancara dengan Epoch Times.

Survei di Australia adalah penting karena dimulai pada kelompok Falun Gong yang sebelum berlatih gerakan Falun Gong relatif mengalami lebih banyak masalah kesehatan, yang lebih buruk daripada kelompok non-Falun Gong di seluruh masalah kesehatan. Banyak praktisi Falun Gong melaporkan bahwa sebelum berlatih gerakan Falun Gong, mereka menderita dua atau lebih masalah medis yang benar-benar pulih sejak mereka mulai berlatih Falun Gong.

“Temuan saya menunjukkan bahwa orang yang berlatih Falun Gong melaporkan bahwa perubahan kesehatan mereka yang membaik setelah mereka mulai berlatih gerakan. Saya tidak dapat membuktikan bahwa latihan gerakan mengarah kepada pemulihan kesehatan mereka. Langkah berikutnya adalah: penelitian tindak-lanjut jangka panjang yang ingin saya lakukan untuk hal ini, “kata Dr. Margaret Trey.

Karakteristik Falun Gong

Falun Gong sering dibandingkan dengan Yoga dan Tai chi, karena semuanya memperlihatkan gerakan meditasi yang lambat. Tetapi ciri khas Falun Gong adalah praktisi harus memiliki standar moral yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, melakukan yang terbaik untuk mematuhi prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Selain melakukan latihan gerakan, praktisi Falun Gong juga secara teratur membaca buku “Zhuan Falun”, yang membahas topik seperti pentingnya menempatkan orang lain sebagai yang pertama, peran penting dari refleksi diri dan kesadaran diri, dan konsekuensi karma akibat perilaku buruk.

Survei Dr. Margaret Trey menemukan bahwa dalam memahami pengaruh terhadap kesehatan, sebagian besar praktisi Falun Gong menilai aspek kultivasi karakter lebih tinggi daripada latihan gerakan.

Berdasarkan sejarahnya, dahulu Falun Gong hanya diajarkan secara rahasia dari guru kepada murid pilihannya, demikian menurut pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi. Li (dikenal sebagai “Guru” atau “Master” oleh praktisi berdasarkan tradisi Tiongkok) mengajarkan bahwa praktek kultivasi adalah metode utama untuk mencapai pencerahan, mirip dengan Taoisme atau Buddhisme.

Li pertama kali memperkenalkan Falun Gong ke masyarakat umum pada tahun 1992 dengan berkeliling seluruh Tiongkok untuk memberi ceramah dan mengajar instruksi latihan gerakan. Setelah memberi 54 ceramah kepada masyarakat umum, perjalanan keliling Tiongkok berakhir pada tahun 1995, namun praktek Falun Gong ini terus tumbuh subur karena tersebar dari mulut ke mulut. Buku “Zhuan Falun” yang berisi ceramah Master Li telah menjadi buku yang sangat populer. Ruang publik di seluruh negeri Tiongkok kadang menampung ribuan praktisi yang melakukan latihan gerakan dan mengajar peserta baru. Pada tahun 1998, sebuah survei yang dilakukan Pemerintah Tiongkok menetapkan bahwa 70 juta orang Tiongkok telah melakukan praktek ini, dari petani, ilmuwan hingga pejabat tingkat tinggi di pemerintahan.

Survei di Tiongkok

Peningkatan popularitas yang pesat dan laporan mengenai penyembuhan secara ajaib yang terkait dengan Falun Gong telah menarik perhatian Pemerintah Tiongkok dan komunitas medis, yang mengirim peneliti untuk menyelidiki hal ini. Temuan yang mereka dapatkan sangat mirip dengan survei di Australia.

Pada tahun 1998, satu tahun sebelum Partai Komunis Tiongkok memulai kampanye brutal untuk membasmi Falun Gong, survei kesehatan dan kesejahteraan dilakukan di Provinsi Beijing, Wuhan, Dalian, dan Guangdong untuk meneliti mengapa begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang untuk berlatih Falun Gong. Para peneleiti menemukan bahwa 98 persen dari 31.000 praktisi yang disurvei mengalami perbaikan kesehatan yang nyata segera setelah praktisi melakukan latihan. Lebih dari 90 persen praktisi  yang disurvei dilaporkan menderita berbagai penyakit sebelum berlatih gerakan, dan lebih dari 70 persen praktisi mengalami pemulihan yang “sempurna” atau “hampir sempurna” dari penyakit yang dideritanya.

Penelitian ini juga mengamati adanya penghematan biaya perawatan kesehatan yang besar karena mereka berlatih gerakan Falun Gong. Menurut survei di Tiongkok, para praktisi telah menghemat uang negara sebesar 70 juta yuan (10.600.000 dollar) untuk biaya perawatan kesehatan. Seorang pejabat Tiongkok mengatakan kepada U.S. News and World Report bahwa praktek qi gong yang menyebar luas di negeri tiongkok, termasuk Falun Gong, menyelamatkan uang negara sebesar 100 miliar yuan (sekitar 15.000.000.000 dollar AS) setiap tahunnya.

Demikian juga temuan dalam survei di Australia, sebagian besar responden Falun Gong (95 persen) melaporkan bahwa mereka tidak menggunakan obat apa pun (resep dokter, obat yang dijual bebas, vitamin, atau suplemen), dan 92 persen responden Falun Gong mengatakan mereka tidak menghabiskan uang untuk biaya pengobatan kesehatan. Beberapa responden Falun Gong yang melaporkan biaya pengobatan karena mereka wajib membayar premi asuransi.

Dr. Margaret Trey membuat buku yang berisi kumpulan studi kasus yang luar biasa, yaitu: kisah nyata kehidupan praktisi Falun Gong yang menyoroti titik balik permasalah dalam kehidupan praktisi, dan ketahanannya dalam menghadapi badai kehidupan sehingga tampak sebagai manusia super.

“Sebagai contoh, salah satu wanita peserta penelitian saya pernah dipenjara di Kamp Kerja Paksa Masanjia yang terkenal,” kata Dr. Margaret Trey. “Kisahnya menceritakan bagaimana keyakinan dan imannya akan Falun Gong telah memberikan kekuatan dan ketahanan untuk hidup melalui saat-saat yang mengerikan di salah satu kamp kerja paksa Tiongkok yang paling terkenal di mana Kantor 610 digunakan untuk menahan dan menyiksa praktisi Falun Gong. Banyak orang biasa yang dipenjara di sana berakhir dengan gangguan stres pasca-trauma setelah mengalami kejadian yang mengerikan, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada praktisi. “

Kantor 610 adalah agen rahasia Partai Komunis Tiongkok mirip Gestapo yang diciptakan dengan tujuan untuk menganiaya praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok.

Kisah Barbara

Barbara Schafer bergabung dalam parade Falun Gong bersama dengan praktisi lain di New York City. (Oliver Trey)
Barbara Schafer bergabung dalam parade Falun Gong bersama dengan praktisi lain di New York City. (Oliver Trey)

Barbara Schafer adalah konservator seni kelahiran Polandia yang beremigrasi ke Australia. Selama lebih dari tiga dekade ia telah memulihkan dan memelihara bangunan bersejarah. Pada tahun 2003, saat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari langit-langit Gereja Ortodoks Macedonia di Melbourne, Australia dengan ketinggian 7 meter.

“Hal terakhir yang saya dengar adalah suara retak akibat kepala saya menghantam beton,” kata Barbara Schafer kepada Dr. Margaret Trey dalam sebuah wawancara.

Karena Barbara Schafer bekerja sendirian, maka tidak ada orang yang segera menolongnya sehingga ia tergeletak di lantai gereja selama berjam-jam. Ketika ia terbangun dalam genangan darah, ia tertatih-tatih berjalan untuk mencari telepon di kantor gereja dan memanggil ambulans.

Tulang mencuat dari tangan Barbara Schafer. Tulang tengkorak mengalami beberapa retakan, hidung dan sinusnya hancur, lututnya dapat ditekuk dalam beberapa arah, dan rahang atasnya patah di tiga tempat. Operasi bedah tulang menyatukan kembali potongan tulangnya, tapi komplikasi dan nyeri yang luar biasa secara terus menerus ia rasakan bagaikan mimpi buruk. Dokter mengira kondisinya akan semakin memburuk. Barbara Schafer diberi daftar masalah medis sebanyak empat halaman yang harus ia hadapi untuk bertahan hidup di masa depan.

“Peristiwa tersebut memperburuk memori saya,” katanya kepada Epoch Times dalam sebuah wawancara. “Suatu hari saya mengendarai mobil pergi ke kota untuk mengunjungi dokter, tetapi saya lupa bagaimana cara sampai ke tujuan. Akhirnya setelah setengah jam saya menemukan mobil saya, ternyata kuncinya berada di dalam mobil. Mesin mobil masih berjalan dan hampir kehabisan bensin.”

Barbara Schafer mengatakan ia pernah mendengar mengenai Falun Gong beberapa tahun sebelumnya, tetapi tidak pernah berpikir banyak mengenainya. “Setelah kecelakaan, saya punya banyak waktu maka saya memutuskan untuk mencobanya,” katanya. “Ketika saya mulai berlatih Falun Gong, semuanya berubah dengan sangat cepat.”

Tujuh minggu setelah dioperasi dan masih tertutup perban, Barbara Schafer mencoba latihan gerakan dan menemukan bahwa nyeri yang dideritanya telah lenyap. Dua hari kemudian ia mulai berusaha membaca “Zhuan Falun”, dengan penglihatannya yang buruk akibat kecelakaan tersebut. Pada hari ketiga membaca buku “Zhuan Falun”, ia merasakan aliran arus listrik yang kuat dari jari-jari tangannya hingga lengannya. Ia mengatakan penglihatannya membaik, denging pada telinganya lenyap, berhenti menetesnya cairan tulang belakang di bagian belakang tenggorokan yang tidak dapat diperbaiki setelah menjalani dua kali operasi.

Barbara Schafer mengatakan ia juga pulih dari masalah kesehatan yang dideritanya sebelum kecelakaan, yaitu: gangguan pencernaan yang serius, migrain, alergi, kecemasan, dan depresi.

“Saya tahu telah terjadi sesuatu yang ajaib dan tak dapat dijelaskan,” katanya.

Kesehatan yang prima adalah sebuah ‘efek samping’

Menurut penelitian Dr. Margaret Trey, pengalaman Barbara Schafer yang mencolok adalah satu dari sekian banyak pengalaman praktisi Falun Gong. Pengalaman lain meliputi praktisi yang sebelumnya menderita Sindrom Guillain-Barré, praktisi yang sebelumnya menderita mycokarditis akibat virus, keduanya pulih dari kondisi yang melemahkan setelah berlatih.

Menurut survei di Tiongkok, ribuan praktisi mengaku telah sembuh dari masalah kesehatannya karena mereka berlatih Falun Gong. Sebuah penelitian sebagai bagian dari pertemuann tahunan American Society of Clinical Oncology, menyatakan bahwa 97 persen penderita kanker terminal melaporkan bahwa mereka sembuh sempurna setelah berlatih. Rata-rata waktu untuk pemulihan gejala sekitar 3,6 bulan setelah berlatih gerakan.

Namun, Falun Gong bukanlah jaminan untuk memperoleh kesehatan yang baik. Sejumlah responden kelompok Falun Gong dari survey di Australia tidak melihat perbaikan kondisi kesehatannya atau malah kesehatannya tidak membaik sama sekali, dan seorang praktisi melaporkan bahwa ia masih menderita sakit kronis yang parah. Dr. Margaret Trey berspekulasi bahwa praktisi seperti itu mungkin belum rutin membaca “Zhuan Falun” dan belum rutin berlatih gerakan, karena data menunjukkan bahwa praktisi yang melakukan latihan gerakan setiap hari melaporkan status kesehatan yang lebih baik.

Awalnya banyak orang berlatih gerakan Falun Gong untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik, namun untuk praktisi yang telah lama berkultivasi Falun Gong biasanya melihat kesehatan yang baik sebagai efek samping yang menyenangkan daripada tujuan berlatih.

“Sekali orang mulai berlatih gerakan Falun Gong dan mempelajari ajarannya, maka ia akan menyadari bahwa kultivasi bukan untuk memperoleh kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik dalam hidup ini”, Dr. Margaret Trey dalam tulisanya. “Ia akan menyadari bahwa kesehatan dan kesehatan yang lebih baik hanyalah produk sampingan dari kultivasi sejati.”

Menurut Barbara Schafer, Falun Gong terutama adalah “kesempatan untuk menjadi individu yang lebih baik.”

“Setelah Anda mempelajarinya maka Anda menjadi sadar akan alasan dan penyebab berbagai hal dalam hidup Anda, Anda akan tercerahkan terhadap hal-hal tersebut. Hidup menjadi lebih berarti, dan Anda merasa bebas dan senang karena Anda merasa lebih bertanggungjawab atas hidup Anda. Ini adalah budaya yang berbeda dari apa yang pernah kita gunakan. “

Barbara Schafer juga menambahkan bahwa Falun Gong tidak untuk semua orang, di mana terdapat tantangan hidup hingga tuntutan praktek kultivasi. Orang yang tidak memiliki kemauan dan tekad yang kuat tidak mungkin untuk menindaklanjutinya, walau ada bukti yang kuat di depan mata, katanya.

Empat bulan setelah kecelakaan itu, para dokter bingung dengan pemulihan Barbara Schafer dan bertanya apa yang telah ia lakukan. Ia memberi brosur Falun Gong kepada mereka dan menawarkan untuk mengajar mereka latihan gerakan, tetapi mereka semua menolak. Ia memberikan beberapa salinan dari “Zhuan Falun” kepada teman dan keluarganya, tetapi ia menemukan bahwa sangat sedikit dari mereka yang tertarik.

“Reaksi pertama saya pun demikian ketika pertama kali mendengar Falun Gong,” kata Barbara Schafer. Kadang saya memberitahu orang bahwa saya harus terjatuh dengan hantaman di kepala saya untuk memahami Falun Gong. Tetapi setelah Anda memahaminya maka Anda akan pantang menyerah.”(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular