Oleh: Shi Xuan

Pesawat penumpang Malaysia Airlines MH370 telah hilang secara misterius selama lebih dari 2 tahun. Dalam pencariannya yang dilakukan selama ini hanya berhasil menemukan beberapa potong reruntuhan. Namun para pakar yang disertakan dalam investigasi melalui reruntuhan itu menemukan bahwa unsur kesengajaan untuk mencelakakan pesawat sangat melekat, karena seperti penemuan bagian dari sayap yang dinamakan flaperons itu baru akan keluar dari dalam sayap bilamana pesawat sudah bersiap untuk mendarat. Jadi satu-satunya alasan hanyalah terjadi “Gangguan perilaku pilot.”

Australian Associated Press memberitakan bahwa pakar kecelakaan udara Larry Vance dalam acara ‘60 menit’ di TV ‘9 Network’ menjelaskan, kecelakaan pesawat MH370 hanya bisa disimpulkan dengan terjadinya ‘Gangguan perilaku pilot.’ Ia mengatakan bahwa selain ini tidak ada penjelasan lain yang dapat mendukungnya.

Flaperons pesawat MH370 itu ditemukan di pesisir Pulau Reunion yang berjarak sekitar 650 km dari Madagaskar pada bulan Agustus tahun lalu. Vance percaya bahwa reruntuhan itu adalah bukti untuk menunjukkan flaperons dioperasikan (dikeluarkan dari dalam badan sayap) karena pesawat sedang bersiap-siap untuk mendarat.

“Keluarnya flaperons dari dalam sayap itu hanya bisa dilakukan secara manual, alias dioperasikan oleh tangan sang penerbang,” jelasnya.

“Jadi ada orang yang sengaja ingin mendaratkan pesawat MH370 itu ke laut”, kata Vance.

Pesawat MH370 masuk ke dalam lautan secara perlahan juga telah menjelaskan alasan mengapa regu pencari dan penyelamat tidak dapat menemukan reruntuhan yang mengambang di permukaan air.

Ahli penyelidikan lecelakaan udara dari Australian Transport Safety Bureau, Peter Foley juga setuju dengan pendapat bahwa ada orang yang dengan sengaja mendaratkan pesawat MH370 ke permukaan Samudera Hindia. Mengarah pada hasil analisis dari otoritas Prancis terhadap masalah ini ia mengatakan bahwa sangat mungkin pesawat MH370 itu menjebur ke lautan dalam posisi sedang mengembangkan sayapnya (flaperons sedang menjulur keluar dari sayap).

Peter Foley menduga, jika sampai akhir penerbangannnya itu MH370 masih diterbangkan secara manual, maka kemungkinan jatuh di perairan yang berada di luar pencarian saat ini sah-sah saja. Ia mengatakan, “Tidak menutup kemungkinan pesawat itu terus diterbangkan oleh orang sampai akhir hayatnya. Dan kita sedang mencari bukti jelas untuk mendukung hipotesa tersebut.”

Investigasi terbaru menemukan bahwa 1 bulan sebelum MH370 hilang secara misterius. Penerbang MH370 Zaharie Ahmad Shah telah menggunakan simulator pesawat yang di rumah untuk menerbangkan pesawat dengan jalur penerbangan yang hampir sama seperti yang terjadi pada penerbangan terakhirnya. Namun yang membuat Peter Foley merasa heran adalah ia tidak tahu sebabnya mengapa penemuan penting itu tidak dimasukkan ke dalam laporan interim yang sedang berlangsung.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang membawa 239 penumpang pada 8 Maret 2014 dini hari itu tinggal landas dari Bandara Kuala Lumpur yang hingga saat ini tidak pernah lagi mendarat di bandara tujuannya Beijing. Pesawat hilang kontak beberapa saat setelah terbang dan diketahui berbelok arah menuju Samudera Hindia. (sinatra/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=-NfgbwZHahw

Share

Video Popular