Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan dengan jelas telah menyadari bahwa Bumi sedang menghadapi berbagai ancaman bencana yang memusnahkan. Beberapa bahaya ini ada yang berasal dari ruang kosmik, beberapa berasal dari Bumi itu sendiri dan ulah umat manusia sendiri.potensi risiko besar seperti kecerdasan buatan manusia dapat menyebabkan umat manusia dikontrol atau digantikan oleh mesin.

Majalah “Science” baru-baru ini melaporkan, ahli bencana Anders Sandberg yang berasal dari Future of Humanity Institute Oxford University mengatakan bahwa sangat sedikit orang yang memerhatikan dan mempelajari ancaman nyata. Asteroid dan komet yang berasal dari luar ruang angkas, perubahan besar dari struktur geologi Bumi bisa memusnahkan miliaran orang, itu betul betul adalah puncak bencana manusia.

Sandberg mengatakan bahwa banyak peneliti menganggap prediksi bencana ini adalah ilusi atau bohong. Sebenarnya, berdasarkan data hasil penelitian beberapa tahun dan kesimpulan dari berbagai teori, jika terjadi ancaman bahaya yang berasal dari ruang angkasa atau geologi Bumi itu sendiri, maka ini akan melibatkan bencana seluruh umat manusia.

Dia juga percaya bahwa sebenarnya beberapa ancaman yang disebut adalah berlebihan, sesungguhnya tidak begitu serius. Dia mengatakan: “Penelitian lebih lanjut membahas tentang peyebab kepunahan manusia, kami pikir ini adalah salah.”

Gambar perubahan Matahari yang difoto oleh alat detektor Matahari SOHO, dapat terlihat bahwa Matahari melepaskan energi yang sangat besar ke ruang angkasa. (ESA / NASA / SOHO)
Gambar perubahan Matahari yang difoto oleh alat detektor Matahari SOHO, dapat terlihat bahwa Matahari melepaskan energi yang sangat besar ke ruang angkasa. (ESA / NASA / SOHO)

Badai matahari

Laporan itu mengatakan ancaman dari badai Matahari mungkin tidak begitu besar, tetapi juga tidak begitu kecil seperti yang dibayangkan. Pada tgl 23 Juli 2012 lalu, ilmuwan Bill Murtagh dari US National Oceanic and Atmospheric Administration untuk proyek Space Weather Prediction Center (NOAA) mencatat letusan besar koronal (CME), setelah 19 jam letusan api bara mencapai posisi Bumi pada beberapa hari. Jika titik letusan menuju ke Bumi, saya kwatirkan bahwa dunia sudah menjadi abu.

Letusan koronal besar pada dasarnya tidak akan langsung membunuh kehidupan, tetapi ia dapat merusak peralatan elektronik di Bumi, fasilitas komunikasi. Misalnya pada tahun 1989, Anda bisa merasakan lamanya bencana Matahari. Pada saat itu, sebuah letusan koronal besar membakar sebuah transformator di New Jersey, juga terjadi 6 juta orang di Quebec Kanada terjebak dalam kepanikan di antara pemadaman listrik.

Tubrukan dari angkasa luar

Jika sebuah asteroid raksasa atau komet bertubrukan dengan Bumi, konsekuensinya tidak bisa dibayangkan. Penelitian arkeologi telah mengkonfirmasi bahwa musnahnya dinosaurus pada puluhan juta tahun yang lalu, adalah karena tubrukan asteroid selebar 10 kilometer.

Kekuatan destruktif asteroid tergantung pada ukuran dan kecepatannya. Para ilmuwan memprediksi diameter asteroid sebesar 1 km dapat menyebabkan debu asap menutupi Matahari, suhu di Bumi turun, kebakaran hutan dan bencana lainnya. Jika asteroid yang lebih besar menabrak Bumi, maka akan menyebabkan pergeseran poros Bumi, gempa besar, tsunami di seluruh dunia dan serangkaian efek global lainnya, konsekuensi bisa dibayangkan.

Ilusi gambar astroid melintasi Bumi: Sebuah studi di AS menunjukkan bahwa sekitar 2.6 milyard tahun sekali komet atau asteroid menghantam Bumi, menyebabkan kepunahan massal. (Fotolia)
Ilusi gambar astroid melintasi Bumi: Sebuah studi di AS menunjukkan bahwa sekitar 2.6 milyard tahun sekali komet atau asteroid menghantam Bumi, menyebabkan kepunahan massal. (Fotolia)

Michael Rampino ilmuwan Bumi dari New York University mengatakan: “(debu asap setelah tabrakan) terbang melayang ke atmosfer, temperatur naik karena dipanaskan, lingkungan akan menjadi seperti oven.”

Penelitian ini juga menginformasikan bahwa kemungkinan bintang ini menubruk Bumi kecil, jutaan tahun baru terjadi lagi. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa meskipun kesempatan sangat kecil, jika itu terjadi maka akan memusnahkan kehidupan di Bumi, termasuk manusia.

Jika itu terjadi maka akan memusnahkan kehidupan di Bumi, termasuk manusia.(Screenshoot)
Jika itu terjadi maka akan memusnahkan kehidupan di Bumi, termasuk manusia.(Screenshoot)

Letusan gunung berapi super

Setiap 100.000 tahun, di suatu tempat di Bumi akan terjadi letusan gunung berapi super. 74.000 tahun yang lalu, “Gunung Berapai Super” Toba di Indonesi meletus, saat itu mungkin telah mengakibatkan sebagian besar kehidupan di Bumi musnah.

Saat ini, beberapa gunung berapi aktif yang dipantau ahli geologi adalah gunung berapi Toba di Indonesia, gunung berapi di Yellowstone Park dan gunung berapi di Long Valley Caldera California, Amerika, gunung berapi Taupo Volcanic Zone di Selandia Baru, dan beberapa gunung berapi di Pegunungan Andes.

Peluang letusan gunung berapi super sangat minim. Tapi ancamannya sama dengan bintang-bintang menabrak Bumi, asal terjadi sekali, umat manusia akan berada dalam bahaya kehancuran. Karena hanya abu semburannya menutup Bumi saja, kekuatan destruktifnya sudah sangat besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas vulkanik global secara dramatis meningkat, para ilmuwan mengkhawatirkan tentang keselamatan Bumi. Dalam foto: adalah pada 4 Desember 2011, Gunung berapi Tungurahua yang terletak di Quito Ekuador sedang meletus. (Getty Images)
Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas vulkanik global secara dramatis meningkat, para ilmuwan mengkhawatirkan tentang keselamatan Bumi. Dalam foto: adalah pada 4 Desember 2011, Gunung berapi Tungurahua yang terletak di Quito Ekuador sedang meletus. (Getty Images)

Susanna Jenkins seorang vulkanologis dari University of Bristol Inggris menjelaskan bahwa abu yang tebalnya hanya beberapa milimeter sudah dapat membunuh tanaman, jika tebalnya satu meter maka akan bertahan selama beberapa dekade. Abu vulkanik juga dapat merusak bangunan, fasilitas pasokan air, sistem tenaga listrik, pesawat di daratan serta dapat merangsang sistem pernapasan manusia.

Pada tahun 2010, terjadi letusan gunung berapi kecil Eyjafjallajökull di Islandia saja sudah menyebabkan kerugian jutaan dollar.

Jika bencana terjadi

Laporan itu mengatakan saat ini belum ada studi terhadap langkah-lngakah yang dapat dilakukan dalam mencegah bencana yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi super, juga dalam menghadapi ledakan bintang-bintang, atau bencana yang disebabkan oleh sinar kosmik.

Seth Baum CEO dari Institute bahaya bencana di seluruh dunia Kota New York mengatakan bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat memberikan jawaban yang jelas terhadap bencana ini dan bagaimana untuk bertahan hidup. Tapi Bowen juga percaya bahwa mungkin ada orang yang memberi jawaban dengan tindakan. (Epochtimes/Lim/Yant)

Share

Video Popular