Erabaru.net. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa stroke, si penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia dapat dicegah.

Sepuluh faktor risiko terkait dengan 91 persen terjadinya stroke—adalah merupakan faktor risiko yang paling mudah dikontrol oleh individu, menurut sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Martin J. O’Donnell dan Dr. Salim Yusuf dari Population Health Research Institute di McMaster University.

Penelitian yang berdasarkan temuan dari penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi faktor risiko stroke pada 6.000 peserta penelitian dari 22 negara—serta diperiksa juga tambahan 20.000 orang dari 32 negara dan dari berbagai demografi, termasuk penderita yang berusia muda, berusia tua, laki-laki, dan perempuan.

Dari 10 faktor risiko yang dapat dimodifikasi, yang paling menyolok adalah hipertensi. Menurut pernyataan Mac Arthur University, dengan hanya menghilangkan hipertensi saja dapat memangkas jumlah kasus sebesar 48 persen.

Temuan faktor risiko lain yang dapat dicegah meliputi aktivitas fisik (penyebab 36 persen dari kasus stroke), diet (penyebab 19 persen dari kasus stroke), rasio pinggang-pinggul, faktor psikososial, merokok pada saat ini, penyebab penyakit jantung, konsumsi alkohol, dan diabetes mellitus.

Temuan yang dipublikasikan dalam The Lancet pada tanggal 15 Juli 2016 lalu itu menunjukkan bahwa kecenderungan adanya 10 faktor risiko tetap sama ketika demografi disesuaikan seperti jenis kelamin, usia, etnis, dan daerah. Namun, penelitian menemukan variasi faktor risiko yang penting itu tergantung pada kondisi daerah.

Faktor risiko hipertensi adalah penyebab 60 persen terjadinya stroke di Asia Tenggara. Faktor risiko hipertensi adalah penyebab 40 persen di Eropa Barat, dan Amerika Utara. Faktor risiko konsumsi alkohol adalah penyebab terendah di Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australia, namun merupakan penyebab tertinggi di Afrika dan Asia selatan. Penulis penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan untuk mengurangi stroke harus disesuaikan dengan kondisi wilayah tertentu.

Pada akhirnya, penelitian menemukan bahwa stroke adalah penyakit yang dapat dicegah yang tidak dipersulit oleh faktor usia dan jenis kelamin.

“Sekarang ini adalah waktunya untuk pemerintah, organisasi kesehatan, dan individu untuk secara proaktif mengurangi beban stroke di seluruh dunia. Pemerintah semua negara harus mengembangkan dan melaksanakan rencana tindakan darurat untuk pencegahan”,tulis mereka.(Epochtimes/Jim Liao/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular