Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan beberapa fakta yang tidak diketahui tentang efek samping epidural dan juga memberikan beberapa alternatif alami untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan. Meskipun tidak semua orang mengalami efek samping, ada baiknya untuk mewaspadai kemungkinan komplikasi ini.

Apakah epidural?

Komplikasi epidural tidak pernah tidak terdengar, dan efek samping epidural yang serius mungkin saja terjadi. (ChaNaWiT / Shutterstock)
Komplikasi epidural tidak pernah tidak terdengar, dan efek samping epidural yang serius mungkin saja terjadi. (ChaNaWiT / Shutterstock)

Epidural adalah anestesi lokal, yang disuntikkan ke dalam ‘saku’ dekat sumsum tulang belakang, yang disebut ruang epidural lumbar. Proses ini dimulai dengan penyisipan tabung kecil yang memberikan obat dekat saraf yang bertanggungjawab untuk nyeri selama persalinan. Prosedur ini memakan waktu 5-10 menit, dan nyeri hilang sering dimulai dalam waktu 15 menit.

Seringkali, novocain digunakan sebagai anestesi spinal untuk mencegah memicu dan transmisi impuls saraf.

Komplikasi epidural tidak pernah terdengar, dan efek sampingnya yang serius mungkin saja terjadi. Epidural menghilangkan rasa nyeri setempat, sementara penderita tetap sadar sepenuhnya. Mengurangi nyeri, dengan cara menghalangi sinyal saraf dari saraf motorik maupun saraf sensorik secara sementara melumpuhkan bagian bawah tubuh.

Perlu dicatat bahwa epidural mengurangi nyeri, tetapi tidak menghilangkan nyeri secara total seluruh tubuh, karena hal ini akan merusak refleks alami tubuh.

Dampak pada hormon

Efek samping epidural yang tidak diinginkan dapat mengganggu proses persalinan secara alami dan ikatan ibu dengan bayi. (Alena Ozerova / Shutterstock)
Efek samping epidural yang tidak diinginkan dapat mengganggu proses persalinan secara alami dan ikatan ibu dengan bayi. (Alena Ozerova / Shutterstock)

Sebelum kita masuk ke dalam berbagai kemungkinan efek samping epidural, adalah penting untuk menjelaskan bagaimana hormon terpengaruh. Sepanjang kehamilan dan persalinan, hormon berubah berdasarkan apa yang dibutuhkan tubuh si ibu dan apa yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembang dengan baik.

Salah satu hormon yang paling penting adalah oksitosin. Oksitosin bertanggungjawab untuk kontraksi, pengurangan kecemasan, perasaan keamanan dan kepuasan, dan ikatan ibu dengan bayi.

Selama persalinan, tubuh si ibu mengatur sendiri jumlah oksitosin yang diperlukan. Pada tahap awal persalinan, oksitosin dikeluarkan tubuh setiap 3-5 menit. Ini membantu untuk mendorong kontraksi berirama ketika bayi menuruni jalan lahir.

Selama proses persalinan, tubuh memberi respon dengan mengeluarkan lebih banyak dan lebih sering oksitosin, untuk mempermudah refleks kelahiran bayi. Setelah lahir, oksitosin mempermudah keluarnya plasenta, dan mendorong ikatan yang sehat si ibu dengan bayi. Namun, epidural menghambat produksi oksitosin secara alami yang mengakibatkan konsentrasi oksitosin dalam plasma menurun.

Akibat efek samping epidural ini, banyak ibu diberi pitocin atau syntocinon, yaitu bentuk sintetis dari hormon oksitosin. Pitocin atau syntocinon ini tidak alami, dan sering diresepkan untuk menginduksi kontraksi sebelum persalinan secara alami dimulai, atau saat di tengah-tengah persalinan bekerja untuk memperkuat kontraksi.

Nyeri yang hilang karena pemberian epidural menyebabkan penurunan pengeluaran oksitosin secara alami, sehingga perlu diberikan oksitosin bentuk sintetis, untuk mendapatkan hasil yang sama.

Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa salah satu efek sampingnya adalah memperlambat proses persalinan, sehingga membutuhkan 3 kali pemberian resep oksitosin yang lebih besar. Diyakini bahwa epidural dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lebih lama, kadang hampir 8 jam.

Selain memperlama proses persalinan, penurunan oksitosin yang alami dapat menyebabkan kesulitan dalam menyusui.

Seperti disebutkan di atas, oksitosin memiliki banyak fungsi yang penting, termasuk ikatan ibu dengan bayi dan “memerah ASI” yang diperlukan untuk menyusui. Oksitosin diproduksi secara alami setelah bayi lahir, untuk merangsang kontraksi rahim, mencegah perdarahan pasca melahirkan. Oksitosin adalah hormon yang diperlukan si ibu selama persalinan dan pemulihan pasca persalinan.

Tidak hanya si ibu yang menghasilkan oksitosin selama persalinan, bayi juga memproduksi oksitosin yang menghasilkan pelepasan “hormon kasih sayang” untuk ibu dan bayi. Selanjutnya meningkatnya kontak kulit ibu dengan kulit bayi akan meningkatkan kualitas ikatan ibu dengan bayi. Ini adalah salah satu efek samping epidural yang sering tidak disadari, ketika kadar oksitosin si ibu menurun selama persalinan, maka kadar oksitosin bayi juga menurun.

Efek sampi pada Ibu

(Subbotina Anna/Shutterstock)
(Subbotina Anna/Shutterstock)
  • • Menghambat produksi oksitosin
    • Tiga kali lipat terjadinya induksi dengan oksitosin sintetik (pitocin)
    • Menghambat produksi katekolamin
    • Membatasi pengeluaran prostaglandin F2 alfa, sehingga memperlama proses persalinan
    • Memperlama proses persalinan
    • Tiga kali lipat terjadi risiko robeknya vagina yang parah
    • Dapat meningkatkan risiko bedah caesar sebesar 2,5 kali
    • Empat kali lipat kemungkinan bayi menetap dalam posisi posterior pada tahap akhir
    • Mengurangi kemungkinan untuk melahirkan secara spontan melalui vagina
    • Meningkatkan komplikasi alat persalinan (termasuk vakum dan forceps)
    • Meningkatkan risiko masalah pada dasar panggul (termasuk anal, seksual dan saluran kencing)
    • Komplikasi akibat infeksi dan abses epidural dan osteomielitis vertebral
    • Potensi komplikasi akibat kesalahan tusuk pada penutup sumsum tulang belakang
    • Potensi kerusakan saraf permanen

Efek samping pada bayi

(Lisa Eastman/Shutterstock)
(Lisa Eastman/Shutterstock)
  • Kurangnya tumbuh kembang dan saraf sebagai akibat keracunan obat epidural
  • Efek negatif sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir
  • Meningkatkan risiko dirawatnya bayi cukup bulan yang baru lahir di rumah sakit
  • Mengganggu menyusui dan ikatan ibu dengan bayi
  • Meningkatkan risiko bradikardia (denyut jantung lebih lambat dari normal) janin
  • Gangguan suplai oksigen dan darah janin
  • Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum matang menyebabkan obat epidural berkurang secara lambat
  • Peningkatan kerentanan terhadap gula darah yang rendah
  • Kelainan perilaku selama 6 minggu pertama kelahiran

Cara alami mengurangi nyeri persalinan

Sekarang ini, banyak wanita yang menganggap pemakaian epidural adalah aman. Sebenarnya, epidural tidak diperlukan pada sebagian besar persalinan. Setiap wanita mengalami nyeri dengan cara yang berbeda. Ada beberapa cara yang efektif untuk mengendalikan nyeri persalinan.

Tidak ada dua wanita mengalami persalinan dengan cara yang sama karena tingkat nyeri yang bervariasi. Penting untuk memikirkan dan mempertimbangkan bertahan dengan nyeri dengan racun yang diakibatkannya pada ibu dan bayinya.

Catatan

Efek samping epidural dapat ringan sampai berat. Ketika dikombinasikan dengan oksitosin sintetik, proses persalinan menjadi lebih lama, dan nyata-nyata menyebabkan stres pada ibu dan bayi.

Efek samping yang tidak diinginkan dapat mengganggu proses melahirkan secara alami dan ikatan ibu dengan bayi. Tentu saja, dalam keadaan tertentu, epidural dapat membantu, terutama pada operasi caesar.

Luangkan waktu untuk meneliti dan memutuskan pilihan untuk menangani nyeri selama persalinan.(Epochtimes/Josh Axe/Vivi/Yant)

Dr. Josh Axe, DNM, DC, CNS, adalah seorang dokter pengobatan alami, ahli gizi , dan seorang penulis.

Share

Video Popular