Perang mulut Donald Trump dengan ayahanda tentara Muslim yang jadi pahlawan AS menimbulkan sensasi di AS. Presiden Obama, Selasa (2/8/2016)  kemarin mengecam capres dari Partai Republik, Donald Trump yang dinilai tidak cocok menjadi presiden AS, dan meminta Partai Republik untuk menarik dukungan kepadanya. Karena itu Trump langsung melakukan serangan balik dengan mengkritik capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton itu mendukung kebijakan yang merusak keamanan nasional dan merugikan kepentingan tenaga kerja.

Central News Agency melaporkan bahwa Donald Trump dalam pernyataannya yang disampaikan pada Selasa (2/8/2016)  menyebutkan, “Hillary Clinton sudah membuktikan bahwa dirinya tidak layak untuk memegang jabatan apapun di pemerintahan.”

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari yang sama, Obama mengecam ucapan Trump yang mengkritik orang tua dari tentara AS beragama Islam bernama Humayan Khan yang tewas  saat bertugas di Irak akibat serangan bom bunuh diri.

“Mengapa ia justru menyerang seorang yang rela melangkahkan kaki keluar dari Keluarga Berbintang Emas (Gold Star Family) dan berkorban demi kepentingan bangsa AS. Apalagi ia (Trump) sendiri juga tidak memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai isu utama di Eropa, Timur Tengah dan Asia, yang menunjukkan bahwa ia belum siap untuk mengemban tugas kepresidenan, ini yang saya sedihkan,” kata Obama.

Gold Star Family adalah istilah yang mengacu pada pengertian keluarga tentara AS yang gugur dalam bertugas.

Obama mengatakan bahwa para pemimpin Partai Republik, termasuk Ketua DPR AS Paul Ryan, Senator dari Partai Republik Mitch McConnell dan mantan kankidat presiden dari Partai Republik, Senator Arizona, John McCain, mereka semua pernah mengkritik ucapan Trump terhadap keluarga Muslim tersebut. Tetapi masih saja mendukung pencalonannya sebagai presiden.

“Kalian seharusnya bertanya pada diri sendiri, karena kalian sendiri juga sudah sering kali mengatakan bahwa ucapan-ucapannya tidak dapat diterima/ditolerir, mengapa kalian masih saja  mendukungnya?” Demikian uneg-uneg yang diutarakan Obama.

Obama juga menceritakan kejadian masa lalunya ketika bersaing menjadi presiden AS dengan capres John McCain juga capres yang mantan Gubernur Massachusetts, Mitt Romney.

Obama mengatakan, “Meskipun dia memiliki perbedaan dalam banyak hal dengan kedua pesaing saya itu. Tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa keduanya itu tidak berkompeten. McCain dan Romney akan bertindak sesuai norma-norma dan aturan yang sudah ditentukan, mereka juga setidaknya memiliki pendidikan dan kesopanan, cukup menguasai pengetahuan dasar tentang ekonomi, kebijakan luar negeri, konstitusi tradisional dan lainnya. Namun sekarang situasinya benar-benar berbeda, Partai Republik sepertinya sudah disandera oleh seorang Donald Trump.”

Gubernur New Jersey Chris Christie pada hari yang sama juga mengatakan, ucapan Trump yang berbau kritik terhadap orangtua tentara Muslim kita itu tidak dapat dibenarkan. Chris Christie saat ini menjadi pemimpin tim transisi Trump.

Asal usul kontroversi dengan keluarga Khan

Pada kesempatan untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Demokrat yang diadakan di kota Philadelphia pada 28 Juli 2016, ayahanda Humayun Khan bernama Khizr Khan menyampaikan kritikan terhadap anjuran Trump untuk sementara melarang kaum Muslim masuk ke AS.

“Kalau menurut kebijakan Trump itu, maka anak saya tidak mungkin sampai tiba di Amerika. Trump sebaiknya pergi dan menyaksikan sendiri. Taman tempat pemakaman para jasad patriot yang sudah berkorban untuk  melindungi kepentingan AS,” katanya.

Khizr Khan menambahkan, “Hanya Anda, Trump yang belum pernah mengorbankan sesuatu baik  untuk negara atau orang lain.”

Sambil menunjukkan buku Konstitusi AS berukuran saku yang ia acungkan di tangannya, ia bertanya, “Trump, apakah Anda pernah membaca Konstitusi AS? Kalau perlu buku ini saya pinjamkan kepada Anda!”  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular