JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menanggapi serius atas peredaran mie bikini atau bihun kekinian yang dinilai mengandung unsur pornografi. Sebelumnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan protes atas peredaran mie bermerk Bikini (bihun kekinian) karena dinilai berbau unsur pornografi dan meminta BPOM untuk menarik mie bikini dari peredaran.

BPOM dalam pesan elektroniknya yang diterima oleh Erabaru.net, Kamis (4/8/2016) memberikan pernyataan lengkap atas peredaran mie yang sudah dijual pada sejumlah situs online di Indonesia. BPOM menyatakan mie tersebut tak memiliki izin edar.

Berikut penjelasan BPOM :

Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di media sosial terkait produk makanan ringan “Bihun Kekinian” dengan kemasan yang berilustrasi perempuan yang mengenakan bikini disertai tagline “Remas Aku”, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut :

  • Bahwa Produk makanan ringan “Bihun Kekinian” produksi Cemilindo-Bandung-Indonesia yang dijual secara online (Whatsapp, Instagram, dan LINE) tidak terdaftar di Badan POM (tidak memiliki izin edar MD/ML atau PIRT).
  • Kemasan produk makanan ringan tersebut menjurus ke arah pornografi.
  • Badan POM menginstruksikan kepada seluruh pelaku usaha baik produsen maupun penjual untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan produk pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Badan POM telah menginstruksikan kepada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk melakukan penelusuran, pemantauan terhadap produk tersebut baik diperedaran maupun media online dan melakukan pengamanan
  • Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang dijual secara online. Pastikan produk yang dibeli telah memiliki nomor izin edar dan aman untuk dikonsumsi. (asr)

Share

Video Popular