JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihak kepolisian hingga saat ini masih terus mengejar provokator di media sosial pada kasus berujung kerusuhan serta pembakaran di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

“Kita sedang mencari tahu siapa yang menyebarkan isu pertama tentang ajakan untuk membakar,” kata Kapolri saat diwawancarai usai menghadiri dialog di kantor Center for Dialog and Cooperation among Civilisations (CDCC), Menteng, Jakarta Kamis (4/8/2016).

Kapolri juga menuturkan bahwa polisi sudah menahan seorang sebagai provokator di medsos di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurut Kapolri, provokator di Jagakarsa ini mengakui memahami bahwa kasus yang terjadi di Tanjungbalai sebagai akibat tak adanya toleransi dari warga hingga berujung pada kerusuhan.

Kapolri menambahkan memang pada saat ini terdapat sejumlah orang yang masih diperiksa oleh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus amuk massa di Tanjungbalai. Meski demikian, hingga saat kondisi Tanjungbalai sudah berlangsung normal dan kondusif. Masyarakat sudah berakitvitias seperti pada hari biasanya.

Pelaku provokator melalui medsos dari Jagakarsa, Jakarta ini diketahui sudah menderita stroke. Dari hasil pemeriksaan kepolisian tersangka mengakui bahwa perbuatannya dikarenakan ketidaksukaannya kepada pemerintah.

Sementara itu jumlah tersangka atas kasus kerusuhan di Tanjungbalai menjadi 19 orang. Mereka yang menjadi tersangka terdiri 11 untuk perusakan dan 8 adalah pencurian. Bahkan diantarnya mereka terdiri anak-anak serta 4 orang diantaranya fositif mengkonsumsi narkoba.

Amuk massa hingga terjadi pembakaran kelenteng dan vihara di Tanjungbalai, Sumatera Utara, terjadi Jumat (29/7/2016) malam. Pada kasus ini masyarakat juga diimbau untuk tidak terprovokasi atas isu SARA terkait terjadinya amuk massa hingga pembakaran kelenteng dan vihara. (asr)

Share

Video Popular