Oleh: Si Jing

Bulan Agustus kali ini, tepatnya pada 3 Agustus atau 1 Juli dalam penanggalan China, merupakan hari atau bulan hantu. Ini adalah salah satu tradisi unik yang cukup terkenal di daratan Tiongkok. Festival ini selalu dirayakan setiap bulan Ke 7 kalender China (lunar year) atau diantara bulan 7 – 9 kalender masehi.

Konon katanya Ksitigarbha (salah satu dari 4 bodhisattva utama dalam Buddhisme Mahayana) akan membuka pintu neraka, dan melepaskan para hantu, arwah penasaran sampai 30 Juli (kalender China) baru akan ditutup kembali!

Mungkin sebagian besar dari kita tidak asing lagi dengan pantangan di bulan ini, karena selama bulan ini para tetua akan melarang kita melakukan hal-hal tertentu. Lantas apa saja hal-hal yang dilarang dan pantang dilakukan selama bulan hantu ini?  Mari kita simak bersama ulasan singkatnya berikut ini.

  1. Bersiul di malam hari

Konon katanya pada siang hari menjelang senja (di atas pukul 15:00 – 17:00) jika bersiul atau meniup seruling akan  membangkitkan para arwah gentanyangan, karena benda-benda atau alat musik seperti seruling, instrument gesek dan sejenisnya itu digolongkan sebagai alat musik yang membangkitkan suara nestapa, yang mudah mendatangkan para arwah gentayangan.

Solusi: Tidak peduli seberapa indah dan merdunya instrumen yang dikumandangkan itu sebaiknya diakhiri menjelang sore!

2. Membuka payung di dalam rumah.

Puncak festival atau bulan hantu bertepatan dengan musim panas sekaligus juga merupakan puncaknya air hujan bagi kita sebagai insan yang masih hidup di dunia, karena itu, dihimbau kepada anda semua yang terbiasa membuka payung di rumah usai hujan itu sebaiknya bersabar.

Karena konon katanya “payung” itu disebut-sebut sebagai alat untuk menyimpan/menampung arwah, yaitu tempat persembunyian arwah/hantu, saat bepergian sambil membawa/membuka payung mudah memancing kedatangan arwah menyusup atau beristirahat di dalam payung, dan jika dibuka kembali saat tiba di rumah, akan melepaskan arwah yang bersembunyi di dalam payung itu!

Solusi: sebaiknya letakkan payung itu di halaman luar rumah, dan biarkan kering, jangan dibawa masuk ke dalam rumah!

3. Membeli atau mendapatkan boneka, ukiran/patung yang baru.

Sebaiknya hati-hati ketika akan memberikan kado atau hadiah pada bulan (hantu) ini, baik bagi perempuan atau laki-laki yang suka dengan boneka itu dihimbau sebaiknya ekstra hati-hati. Pantangan seperti ini, karena hantu tidak memiliki fisik/ badan, sehingga bagi arwah penasaran (saat bulan hantu, banyak dikeluarkan arwah-arwah penasaran), lebih mudah menyasar ke berbagai objek “berbentuk manusia” untuk mencari sebuah tempat tinggal baginya.

Solusi: Ikat boneka atau patung baru itu dengan benang lima warna, (Hijau, merah, kuning, putih, hitam) dan simpul menjadi benang atau titik merah, hal ini dilakukan untuk menghindari supaya arwah yang gentayangan itu tidak menyusup ke dalam badan (boneka, patung)

4. Sembarangan mengambil/memungut uang di pinggir jalan.

Sejak kecil kita telah diajarkan “janganlah menjadikan sesuatu/benda yang diambil/dipungut itu sebagai milik pribadi,” jadi, tidak peduli apakah selama bulan hantu atau bukan, ini adalah sikap yang harus dijunjung tinggi!

Kembali ke topik, uang-uang yang tidak jelas sumbernya ini konon katanya digunakan untuk menyuap utusan raja neraka yakni dua sosok hantu bermuka Kuda dan Sapi, jadi jika Anda mengganggu sesuatu milik mereka, tampaknya Anda harus lebih mengencangkan kulit.

Solusi: Sebaiknya jangan mengambil/memungut sesuatu yang tidak jelas, apalagi menjadikannya sebagai milik pribadi.

5. Menoleh ke belakang di malam hari. 

Ketika Anda berjalan di tempat terpencil atau yang jarang penduduknya, Anda merasa sayup-sayup seperti ada yang memanggil, jangan langsung menoleh kembali bila menemui hal ini. Karena bisa jadi itu adalah panggilan “teman-teman” dari alam lain.(Arwah)

Selain itu, konon katanya setiap orang memiliki 3 titip api di badannya, masing-masing terletak di atas kepala dan di kedua sisi bahu kiri-kanan, yang merupakan “Energi Yang”(positif), yang berguna untuk melindungi individu masing-masing. Hantu akan sulit untuk mendekati anda karena “Energi Yang” ini, jadi pada saat seseorang menahan napas (tertegun karena melihat sesuatu yang ganjil), jangan menepuk kepala atau bahunya, karena akan memadamkan “api” pada anggota tubuh orang yang ditepuk, sehingga membuat napas orang itu menjadi lemah, dan akan memberi kesempatan pada arwah untuk menyusup ke dalam badan orang tersebut!

Solusi: Sebaiknya jangan terlalu sering keluar di malam hari !

6. Kepala sandal mengarah ke tempat tidur.

Bagi Anda yang terbiasa memakai sandal di dalam rumah dihimbau sebaiknya hati-hati, konon katanya “teman-teman-(arwah),” bisa mengetahui keberadaan “orang asing/tak dikenal” dengan melihat arah kepala sandal, jika kepala sandal itu mengarah ke ujung (kepala) tempat tidur, maka “teman-teman (arwah)” itu akan merayap ke ranjang Anda.

Solusi: coba pastikan sejenak keesokannya apakah memang terjadi sesuatu (bercanda) ketika kepala sandal itu diarahkan ke tempat tidur teman Anda. Sebenarnya, cukup jauhkan saja sandal anda dari sisi tempat tidur.

7. Bercermin di permukaan air danau

Kepada Anda-anda, baik perempuan maupun pria yang selalu ingin tampak cantik dan tampan! Ketahuilah bahwa konon katanya bahwa “Alam Yin-Yang” atau dunia manusia dan alam neraka (arwah) itu bisa keluar masuk melalui “permukaan air danau”, karena itu sebaiknya hindari bercermin di permukaan air danau saat bepergian di malam hari, selain mendatangkan sial, juga mudah disusupi roh-roh jahat.

Solusi: Tidak perlu-lah menggunakan permukaan air danau hanya untuk sekadar merapikan diri!

8. Mengenakan pakaian serba hitam atau putih saat keluar malam

Sekarang lagi populer bergaya busana warna hitam atau putih, saat menjelang malam (17:00 – 19:00) tidak baik bepergian atau keluar rumah, dan lebih baik tidak mengenakan pakaian serba hitam dan putih, karena konon katanya medan gelombang magnetic dari warna hitam dan putih itu relatif tidak stabil, mudah terjadi kontak dengan medan magnet ruang lainnya!

Solusi: Cukup ubah sedikit gaya berbusana!

9. Menjemur atau mengangkat pakaian di tengah malam

Perilaku ini ada dua versi, pertama, karena wujud arwah gentayangan itu tidak berupa fisik, sehingga ia (arwah) akan mencari objek berbentuk manusia (pakaian) yang bisa “menampungnya sementara.” Oleh karena itu, jika tetap menjemur pakaian pada malam hari, akan mudah membawa masuk “mereka (arwah) yang mengenakan pakaian jemuran” itu menyusup ke dalam rumah.
Versi kedua, karena uap dari pakaian yang basah itu membawa serta ion yang tidak stabil, dan gelombang magnetik mudah berbaur dengan alam lain, sehingga menyebabkan arwah dari alam lain itu melekat di pakaian. (Secretchina/NTDTV/joni/rmat)

Share

Video Popular