Di pusat Joint Center of Vector Control for Tropical Disease, Guangzhou, Tiongkok, ilmuwan melepaskan jutaan nyamuk jantan yang disterilisasi tiap minggu untuk menekan penyebaran penyakit zika. Nyamuk yang disebar ini terinfeksi dengan bakteri wolbachia dan diyakini mampu mensterilkan nyamuk liar lainnya yang membawa bakteri penyakit. Pusat penelitian ini disebut-sebut sebagai “ pabrik nyamuk ” terbesar di dunia.

Peneliti di pusat riset tersebut menyuntikan bakteri wolbachia pada telur nyamuk betina, setelah itu, nyamuk-nyamuk jantan yang terinfeksi dilepaskan ke alam liar, untuk kawin dengan nyamuk betina yang normal, dan melahirkan telur yang tidak akan menetas, sehingga dengan demikian mengendalikan populasi nyamuk, untuk menekan risiko virus zika yang disebarkannya.

Para peneliti melepaskan nyamuk jantan yang terinfeksi ke alam liar di sebuah pulau pasir, provinsi Guangdong, Tiongkok. (Kevin Frayer/Getty Images)
Para peneliti melepaskan nyamuk jantan yang terinfeksi ke alam liar di sebuah pulau pasir, provinsi Guangdong, Tiongkok. (Kevin Frayer/Getty Images)

Dalam empat tahun terakhir ini, para peneliti dari pusat riset tersebut telah melepaskan ratusan juta nyamuk yang terinfeksi wolbachia. Dalam sebuah surveinya di wilayah eksprimen baru-baru ini, Xi Zhi-yong, direktur di pusat penelitian itu menemukan bahwa pengendalian terhadap jumlah nyamuk Aedes albopictus (juga dikenal sebagai nyamuk harimau Asia) itu mencapai 99%.

Pelepasan nyamuk jantan yang sudah direkayasa sudah diujicoba sejak Maret 2015 di sebuah pulau kawasan Guangdong. Berdasarkan data yang dikumpulkan para peneliti, jumlah nyamuk di pulau tersebut berkurang sebanyak setengahnya pada Juni 2015

Aedes albopictus dikenal dapat menyebarkan virus zika. Selain itu, mereka juga dapat menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dan demam kuning, adalah nyamuk yang paling berbahaya di dunia.

Saya merasa optimis dengan teknik ini, dan teknik ini juga dapat diterapkan di Amerika Selatan, Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika dan daerah tempat merajalelanya Aedes albopictus, ujar Xi Zhi-yong.

Kevin Frayer, seorang fotografer Kanada sebelumnya telah berkunjung ke laboratorium pusat tersebut, dan mengambil serangkaian foto. Kevin melihat banyak nyamuk di sekeliling laboratorium, selain setumpukan larva yang bergerak di dalam wadah, juga tampak pupa atau kepompong yang bergeliat di dalam sarang, dan diiringi dengungan nyamuk-nyamuk dewasa di sekitar.

Nyamuk di sekeliling laboratorium. (Kevin Frayer/Getty Images)
Nyamuk di sekeliling laboratorium. (Kevin Frayer/Getty Images)

Tim peneliti tersebut menjelaskan bahwa nyamuk jantan yang dikembangbiakkan di pabrik nyamuk tersebut sudah direkayasa dengan bakteri jenis wolbachia. Proses pembuahan yang dilakukan nyamuk jantan akan membuat telur-telur nyamuk menjadi tak subur dan gagal berkembang biak. Setelah nyamuk jantan menjadi dewasa, kemudian akan dilepaskan di pulau pasir, Guangdong, untuk menginfeksi nyamuk betina lainnya.

Langkah ini menjadi salah satu cara ampuh untuk mencegah penyebaran virus zika dan demam berdarah yang biasanya disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Belum ada vaksin atau obat untuk mengatasi penyakit ini. Dan akhir-akhir ini demam berdarah dengue sudah mengakibatkan 22 ribu kematian di seluruh dunia dengan korban terbanyak anak-anak. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular