Oleh Xu Jiadong

Fox News mengutip sumber intelijen melaporkan pada Kamis, (4/8/2016) bahwa pemimpin tertinggi Islamic State/ IS untuk Semenanjung Sinai Mesir yang terlibat dalam peledakan pesawat penumpang Rusiaa pada Oktober tahun lalu yang menewaskan 224 orang di dalamnya, telah tewas dalam suatu serangan udara.

Pada hari yang sama, Presiden Obama mengatakan tidak ada pemimpin IS yang akan merasa aman, karena kami akan terus mengejar mereka.

Sumber intelijen tersebut mengatakan, pemimpin tertinggi IS untuk Semenanjung Sinai, Mesir bernama Abu Dua al-Ansari sudah terbunuh di daerah Al-Arish.

Juru bicara militer Mesir Brig-Gen Mohammed Samir menulis dalam sebuah postingnya di Facebook : Ansari tewas dalam serangan yang diarahkan oleh sebuah ‘informasi yang akurat’.

Penyidik mengatakan, Abu Dua al-Ansari membantu mengatur kegiatan IS di wilayah tersebut, termasuk mengatur serangan terhadap personil PBB yang berada di Semenanjung Sinai.

Dalam serangan terhadap pesawat penumpang Metrojet pada 31 Oktober 2015 itu, ia mengatur mekanik penerbangan etnis Suriah pro IS yang bertugas di bandara Sharm el-Sheikh untuk meletakkan bom dalam pesawat penumpang Rusia itu. Kemudian, pesawat lepas landas dan meledak di udara Mesir menyebabkan seluruh 223 orang yang berada dalam pesawat meninggal dunia.

Reuters melaporkan, militer Mesir memposting tulisan di Facebook bahwa sebanyak 45 orang anggota militan IS tewas termasuk depot amunisi mereka juga ikut dihancurkan dalam serangan udara kali ini,

Obama juga mengatakan bahwa anggota IS akan menyebar ke berbagai penjuru dunia karena wilayah yang mereka duduki di Suriah dan Irak sudah banyak yang berhasil direbut kembali. Dan mereka akan  melakukan serangan teror secara sporadis di berbagai kota seluruh dunia.

Ucapan Obama di atas disampaikan saat militer AS mulai melakukan serangan udara ke basis militan IS di Libya. Dalam 3 hari serangan udara itu, sejumlah fasilitas militer IS berhasil dihancurkan.

Pasukan militer Suriah setempat yang didukung oleh AS telah merebut kembali 40 % wilayah mereka dari tangan IS. Tentara Irak juga sudah mulai mulai mmelakukan pengepungan untuk merebut wilayah Mosul yang diduduki militan IS. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular