Oleh: Lin Yan

Alam semesta mengandung ancaman serius terhadap kehancuran umat manusia. Kemungkinan lubang hitam menyemburkan letusan sinar Gamma (GRB) super kuat, yang mengarah ke Bumi dan menyebabkan bencana dahsyat. Mekipun kemungkinan dari risiko ini sangat kecil, tapi itu akan terjadi tanpa peringatan sama sekali.

Lubang hitam dapat menyemburkan energinya yang sangat kuat, meletuskan seberkas energi yang setara dengan 10 miliar radiasi matahari dalam satu detik, yang oleh para astronom disebut Gamma Ray Burst-GRB. Energi ini dapat menembus jarak miliaran tahun cahaya jauhnya, dan menghancurkan kehidupan di Bumi, demikian dilansir dari “Daily Mail”.co.uk (3/8/2016).

Secara garis besar, ledakan sinar gamma adalah cahaya energik yang melesat keluar dari lubang hitam. Biasanya peristiwa ini disebabkan oleh Hypernova (ledakan bintang) dan tabrakan lubang hitam.

Ledakan sinar gamma adalah salah satu fenomena alam semesta yang paling kuat. Energi yang dilepaskan berfokus pada gelombang elektromagnetik. Hal ini menyebabkan ledakan tersebut dapat melakukan perjalanan miliaran tahun cahaya.

Biasanya, ledakan sinar gamma bisa berlangsung sangat singkat, tidak sampai satu detik. Namun jika Bumi terpapar energi ini, Bumi konon akan hancur dalam sekejab.

Walaupun bumi memiliki lapisan ozon, namun para peneliti memperkirakan bahwa tidak ada yang bisa melindungi bumi dari peristiwa ini.

“Lapisan ozon tidak bisa melindungi kita. Semburan sinar gamma akan membakar manusia dalam sekejap,” kata salah satu peneliti.

Sejauh ini, para ilmuwan telah mengamati bahwa semua ledakan sinar gamma itu berasal dari galaksi jauh, tapi tidak tertutup kemungkinan akan terjadi ledakan sinar gamma di wilayah yang relatif dekat dengan Bumi, dan akan terjadi tanpa peringatan nsama sekali.

Laporan terkait menyebutkan, bahwa menurut penjelasan video terbaru yang diposting Kurzgesagt di saluran YouTube, sinar gamma merupakan sinar yang sangat besar energinya, seberkas energi dari partikel sinar gamma itu bisa lebih dari 1 juta kali dari foton tampak, cukup untuk menghancurkan DNA manusia. Tapi  untungnya, lapisan ozon bumi dapat menghindari radiasi sinar gamma biasa yang dapat mencelakakan umat manusia dan makhluk hidup di Bumi.

Semburan sinar gamma dapat menghancurkan DNA.  (video screenshot)
Semburan sinar gamma dapat menghancurkan DNA. (video screenshot)

Namun, ledakan sinar gamma ini sangat jauh berbeda. Energi semburan sinar gamma ini setara dengan energi dari semua benda langit yang terhimpun dalam 100 juta tahun cahaya, menjadi seberkas “sinar laser”.

Jika terjadi GRB di luar ribuan tahun cahaya, maka cakupan energinya mungkin akan mencapai ratusan tahun cahaya luasnya, ibarat seperti gelombang laut raksasa laut yang menyapu segenap tata surya, meskipun terjadi di ruang (angkasa) yang lebih jauh sekalipun, ia (letusan sinar gamma) tetap saja berpotensi menghancurkan kehidupan selama letusannya itu mengarah ke Bumi.

Para ilmuwan memperkirakan, bahwa ledakan sinar gamma yang terjadi pada 450 juta tahun yang lalu mungkin telah menghancurkan 85% spesies laut.

Dalam tayangan video Kurzgesagt disebutkan, bahwa para ilmuwan sekarang sudah tahu, ledakan sinar gamma dapat dibagi dalam dua pola yakni letusan sinar gamma berbentuk panjang dan pendek, pola panjang akan berlangsung sekitar satu menit, yakni proses menjadi lubang hitam yang berasal dari kehancuran supernova. Sementara untuk pola yang pendek kemungkinan akan terjadi ketika binary (bintang ganda)  bergabung dan menjadi lubang hitam

Para ilmuwan memperkirakan bahwa GRB terjadi setiap satu juta tahun, dan saat terjadi berkas sinar gamma itu pasti akan mengarah ke bumi, yang akan menimbulkan konsekuensi yang tak terbayangkan, untungnya, kemungkinan terjadinya peristiwa ini cukup kecil.

Tapi masalahnya, sinar gamma itu melesat dengan kecepatan cahaya, dan mustahil bagi manusia bisa memprediksi kejadiannya lebih dulu. Dan mungkin sudah terlambat apabila secara kebetulan melihatnya menuju ke bumi. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular