Erabaru.net. Di zaman yang sibuk ini, apakah Anda sering merasakan waktu tidak cukup untuk dipakai? Namun ada sekelompok orang setiap malam hanya membutuhkan 4 jam untuk tidur dan di pagi hari tidak merasa mengantuk. Bisakah kita mengubah kondisi tidur diri sendiri, agar lebih efektif?

Menurut laporan BBC, Margaret Thatcher dari Inggris pernah mengatakan bahwa dia setiap malam hanya membutuhkan 4 jam untuk tidur. Abby Ross, seorang psikolog di Miami, Amerika Seriakt juga setiap malam hanya membutuhkan 4 jam untuk tidur sudah cukup, ketika orang-orang masih tenggelam dalam tidurnya, dia malahan memiliki banyak waktu luang. “Setiap hari memiliki begitu banyak waktu sungguh bagus sekali, rasanya seperti hidup dua kali lipat.” Ujarnya.

Hasil studi dari profesor Fu Yinghui dari sekolah cabang Universitas of California San Francisco, AS menemukan bahwa di dalam gen DEC2 dari orang-orang dengan waktu tidur pendek terdapat semacam mutasi ringan yang terjadi secara tiba-tiba, dan pada orang-orang dengan waktu tidur nor mal tidak terdapat mutasi dadakan seperti ini.

Tidur terlalu sedikit biasanya bisa menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan, kualitas hidup dan perkiraan rentang umur, juga bisa menyebabkan depresi, obesitas, secara signifikan meningkatkan risiko terkena stroke dan diabetes.

Fu Yinghui mengatakan: “Tidur sangatlah penting, tidur nyenyak bisa terhindar dari banyak penyakit, bahkan termasuk demensia. Jika Anda memaksa seseorang setiap hari hanya tidur 2 jam maka kemampuan kognitif mereka akan sontak mengalami kerusakan yang serius.”

Namun mengapa sebenarnya tidur itu begitu penting, hingga saat ini masih tetap agak misterius. Dunia ilmu pengetahuan pada umumnya berpendapat bahwa otak melalui tidur perlu melakukan sejumlah pekerjaan pembersihan dan perlindungan, karena di pagi hari ia tidak mempunyai terlalu banyak “waktu berhenti mesin”. Ketika tidur, pada kesempatan itu otak bisa memulihkan sel-sel yang terluka, membersihkan toksin yang terkumpul pada pagi hari, meningkatkan pasokan energi yang lesu dan juga dapat mengendapkan serta mencerna berbagai jenis memori.

“Nyata sekali, orang yang memiliki mutasi DEC2 dadakan bisa menyelesaikan pekerjaan pembersihan dalam waktu yang lebih singkat, lantaran efektivitas tidur mereka lebih tinggi dari orang biasa. Namun harus bagaimanakah baru bisa memiliki kemampuan seperti ini? Ini barulah masalah kunci,” papar Fu Yinghui.

Fu Yinghui menyatakan bahwa orang-orang yang dia teliti yang memiliki kebiasaan waktu tidur pendek pada umumnya bersikap optimistis. Ross termasuk katagori semacam ini. Dia berkata, “Ketika saya bangun selalu merasa bersemangat dan segar.” Sejak dia bisa mengingat, dia setiap hari selalu hanya tidur selama 4 hingga 5 jam. “Sama sekali tidak tidur bermalas-malasan, tidur malas akan membuat saya merasa tidak nyaman.”

“Pagi hari sekitar jam lima adalah waktu yang luar biasa. Sepenggal waktu tersebut terasa tenang dan damai, Anda bisa melakukan banyak hal, berbelanja online, membaca, berolahraga di luar dan bisa bercengkerama dengan orang yang tinggal di daerah lain.”

Tips cara meningkatkan efektivitas tidur

Adakah cara yang bisa membantu manusia kebanyakan agar bisa meningkatkan efektifitas tidur mereka? Neil Stanley seorang penasehat tidur independen memberikan jawaban yang pasti: “Cara paling efektif untuk memperbaiki efektifitas tidur adalah setiap pagi hari bangunlah pada waktu yang sudah ditetapkan.”

Stanley menyatakan bahwa ketika tubuh Anda sudah terbiasa dengan waktu kerja dan istirahat ini, ia akan berusaha sebisanya untuk meningkatkan efektifitas ketika Anda membutuhkan tidur. “Studi menunjukkan bahwa tubuh Anda bisa mempersiapkan diri satu setengah jam sebelum Anda benar-benar terbangun dari tidur. Tubuh itu sangat mendambakan kehidupan yang teratur. Itu sebabnya jika Anda selalu mengubah modus tidur, tubuh Anda juga tidak bisa memastikan kapan harus siap untuk bangun.”

Stanley menyatakan, sebenarnya, waktu tidur ditentukan oleh gen, dalam hal ini sama sekali tidak ada perbedaan dengan tinggi tubuh dan ukuran sepatu Anda. Ada sebagian orang sejak dari lahir tidur mereka sedikit, ada sebagian orang harus tidur selama 11 hingga 12 jam baru bisa pulih semangatnya.

Stanley menyatakan, ada banyak orang yang tidurnya bermasalah sebenarnya sama sekali tidak ada masalah, hanya saja mereka menetapkan harapan pada waktu tidur mereka sendiri. “Jika kita bisa memahami diri kita termasuk tipe tidur yang jenis apa dan berdasarkan ini mengatur kebiasaan hidup maka akan bisa mengubah kualitas hidup secara maksimal,” pungkasnya. (Epochtimes/Lin/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular