Ada sebuah kerajaan, musim dinginnya sangat panjang, dan hampir sepanjang tahun diselubungi salju.

Raja Salju adalah raja yang arif bijaksana, punya seorang putri yang cantik yaitu Putri Salju, ia baik sama seperti ayahandanya. “Hanya orang yang berhati baik, baru bisa mendapatkan kebahagiaan yang sejati.” Begitu ia selalu berkata.

ia ingat musim panas yang indah, rerumputan yang hijau segar yang dilalui kuntul, terbayang akan hari pernikahannya yang akan segera tiba, “Jika saja bisa memakai mahkota seperti bunga salju ini, oh alangkah indahnya.”

Penjahit istana membuat pakaian pengantin sang Putri Salju, namun tidak ada yang tahu bagaimana membuat mahkota seputih bunga salju.

Suatu hari, seorang tua datang ke istana. Ia bisa membuat mahkota bunga salju yang indah, persis seperti bunga salju. Dengan sangat gembira Putri Salju berkata: “Ya! Saya memang ingin memakai mahkota seperti itu, lalu bagaimana saya bisa mendapatkannya?”

Orang tua berbisik ke telinga sang putri: “HANYA PERLU MEMBUNUH SEEKOR BURUNG KUNTUL!”

“Membunuh burung kuntul!”, mata sang putri terbelalak “Tidak, Tidak.”

Putri terbayang akan burung-burung yang indah itu yang terbang melintas di langit. Lalu ia menjawab orang tua itu: “Bagaimana mungkin saya berbuat keji seperti itu?” Namun kalo aku tidak membunuh burung kuntul bagaimana aku bisa punya mahkota yang indah itu? Begitu kata hatinya,

Lama sekali sang putri tidak dapat mengambil keputusan dan merenungkan dalam-dalam. Tidak lama kemudian tertidur.

Dalam mimpinya, putri melihat si orang tua membawa sebuah mahkota yang indah sekali memakai kotak emas, bulu yang halus dan putih bersih, butir-butir berlian yang berkilauan. Sang putri yang memakai perhiasan mahkota, sangat mempesona dalam pernikahannya, semua orang melongo, takjub dengan paras putri yang cantik itu.

Di musim panas setelah pernikahan itu, putri salju dan ayahandanya berkunjung lagi di padang rumput hijau yang sedang bersemi di luar istana, dan masuk ke semak-semak.

Di bawah langit biru, mengapa tak terlihat seekor burung kuntul pun? Sang putri merasa sangat aneh. Tiba-tiba, sang putri melihat ribuan ekor burung kuntul berbaring di depan, ada yang telah mati, ada yang mulutnya terbuka sedang mengembuskan napas terakhir. Saking terkejutnya, putri menutup matanya, dan berteriak panik: “Ya Tuhan, kenapa bisa begini?”

Seekor burung kuntul yang hampir mati berkata pada sang putri: “Kamulah orang pertama yang memakai bulu mahkota kami dan membuatnya sebagai perhiasan mahkota, dan mahkota burung kuntul yang sama yang diinginkan orang-orang sudah hampir musnah dibunuh, di atas dunia ini tidak akan ada lagi burung kuntul.”

Sang putri terjaga dalam teriakannya, dan baru menyadari ternyata hanya sebuah mimpi.

Sang putri minta ayahandanya mengumumkan kepada pejabat dan rakyat seluruh negeri, dilarang melukai makhluk hidup lain hanya untuk hal-hal yang tidak berarti.

Musim panas tiba, dan pernikahan putri salju benar-benar dilaksanakan, ketika sang putri mengenakan busana pengantin melangkah keluar dari istana, langit tampak biru cerah, pejabat-pejabat seluruh negeri yang datang menghadiri pernikahan sang putri tidak melihat perhiasan apa-apa di atas kepalanya, namun hatinya yang baik membuat sang Putri Salju tampak semakin menggugah hati.

Tiba-tiba, orang-orang melihat di langit melayang ribuan serpihan bunga salju yang bening gemerlap, menari-nari, dan semakin lama semakin cepat, serta memancarkan cahaya warna-warni di bawah sinar mentari. Tiba-tiba, gumpalan cahaya warna-warni itu berhenti berputar dan tampak sebuah mahkota yang sangat indah, lembut gemerlap bercahaya sangat indah bagaikan berlian yang berkilauan di bawah sinar mentari melayang turun ke atas kepala sang putri.

Ternyata, dewi kuntul yang berada di atas langit mengetahui hati sang putri salju yang baik, lalu menganyam mahkota itu dan dihadiahkan kepada sang putri sebagai penghargaan atas kebaikan hati sang putri salju. Dan sejak itu, kehidupan orang-orang negeri salju semakin makmur sejahtera dan harmonis, semua orang saling memperlakukan dengan baik, melindungi dan menyayangi segalanya, dan negeri salju pun menjadi semakin indah. (Alex Sastro)

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular