Oleh: Huang Xiao Yu

Beberapa waktu lalu, para ilmuwan menyaksikan pemandangan sebuah komet yang dihancurkan matahari ketika mendekati bintang panas tersebut. Komet yang dihancurkan itu kemudian menjadi gas lalu lenyap sepenuhnya di sekitar matahari.

Video komet melesat menuju matahari yang ditangkap Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) yang dirilis NASA Jumat (5/7/2016) lalu itu menunjukkan komet tersebut melesat dengan kecepatan 1.3 juta mil per jam (2.09 juta km), kemudian lenyap di tengah-tengah cahaya super terang di sekitar matahari.

Komet ini mengalami gasifikasi di dalam lingkungan yang ekstrim di sekeliling matahari, kemudian lenyap sama sekali, demikian pernyataan NASA.

Komet menuju ke matahari dan semakin mendekati bintang panas itu, hingga akhirnya lenyap di dalam ruang matahari. (ESA/NASA/SOHO/Joy Ng)
Komet menuju ke matahari dan semakin mendekati bintang panas itu, hingga akhirnya lenyap di dalam ruang matahari. (ESA/NASA/SOHO/Joy Ng)

“Ini adalah salah satu komet “Sungrazers Kreutz”, yang tergolong dalam keluarga komet Kreutz, yakni komet yang berasal dari sebuah komet raksasa yang terbentuk lebih dari 20 abad silam. Mengagumkan!” kata astronom Karl Battams.

Sementara itu, NASA mengatakan komet yang terang ini ditemukan 1 Agustus lalu oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Komet ini terdeteksi melesat ke matahari pada 3-4 Agustus. Meskipun orbitnya sangat dekat dengan matahari, tetapi kome ini tidak jatuh di atas permukaan matahari.

Saat ini komet yang sedang mendekati Matahari tersebut terus menguap dan menguap. Hal tersebutlah yang menciptakan adanya ekor yang menjauhi Matahari tersebut. Seperti komet keluarga Kreutz lainnya yang pernah teramati, komet ini juga hanya mampu sekali mendekati perihelionnya untuk kemudian lenyap sepenuhnya karena fragmentasi non-tidal yang ekstrim. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular