Di atas pegunungan ada sebuah padang hijau besar, dimana terdapat kawanan domba sedang merumput, juga terdapat beberapa pohon Azalea, sebenarnya kawasan tinggi membuat tumbuhan kesulitan untuk tumbuh, namun mereka masih dapat berbunga dan tumbuh dengan subur.

Para rumput-rumput kecil sedang membahas, di tahun ini domba mana yang tumbuh paling indah? domba mana yang paling gemuk? domba mana memiliki bulu domba yang paling menonjol? Tiba-tiba angin kencang bertiup, rumput-rumput kecil semua tertiup sampai membungkuk, tiupan angin menyebabkan lapisan gelombang hijau.

“Sekelompok mahluk yang tidak berguna, bahkan angin kecil ini sudah tidak bisa berdiri dengan tegak, mengobrolkan hal-hal tak berguna, benar-benar tidak tahu malu!”, ujar pohon Azalea.

“Ya, sekelompok mahluk kecil ini kerjanya hanya bisa meracau, tidak ada keterampilan, tertiup angin sedikit sudah bergoyang ke kanan kiri, tidak seperti kami memiliki daun besar, seperti kipas, dapat menaungi bumi,” timpal pohon Terminalia besar bergabung berkomentar.

Mendengar perkataan kedua pohon itu, rumput-rumput kecil hanya bisa terdiam, saling melihat postur tubuh mungil mereka sendiri, mereka mulai meragukan nilai keberadaan mereka sendiri?

Suatu hari, badai melanda, angin kencang dan hujan lebat, membuat rumput- rumput kecil terlempar ke kiri kanan sampai kepala mereka pusing, tidak berdaya melawan.

Keesokan harinya setelah badai berlalu, pemilik pertanian datang untuk patroli, melihat azalea biasa sangat glamor, tetapi sekarang bunganya telah berguguran, tersebar di segala penjuru, bahkan daunnya juga berantakan, ranting dan cabang juga patah dimana-mana, petani berpikir sudah waktunya mengadakan pemangkasan besar-besaran, lalu mengambil gunting memangkas sehingga pohon azalea menjadi botak.

Lalu melihat pohon Terminalia tidak dapat menahan badai hujan, bahkan sudah doyong ke samping, dengan sekuat tenaga petani mengangkatnya dan mengikatnya ke sebuah pohon besar, sehingga terlihat seperti pasien yang menggenggam kruk!

Akhirnya petani melihat ke sekelilingnya, rumput-rumput kecil walaupun terserang badai cuaca buruk, meskipun ada beberapa tetes air diatasnya , tetapi mereka masih tetap tumbuh dengan subur di padang rumput, petani dengan semangat segera membawa kawanan domba-dombanya yang sudah beberapa hari tidak makan ke padang rumput.

Para domba dengan bahagia mengunyah rumput renyah dan manis, rumput-rumput kecil juga dengan tertawa keras bernyanyi: “Kami adalah sekelompok rumput kecil yang sederhana, tetapi badai angin tidak dapat menjatuhkan kami, air besar tidak mampu menghanyutkan kami, matahari tidak dapat memanggang kami, kaki saling berkait, bersama-sama untuk mempertahankan sepotong harta hijau untuk para domba. “

Rumput-rumput kecil akhirnya menemukan kembali kepercayaan dirinya, menjalani kehidupan kemuliaan mereka “lembut tapi tidak lemah,”

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular