Oleh : Si Jing

Baru-baru ini, para arkeolog Meksiko menemukan sistem kanal “menuju ke akhirat” dalam legenda di dalam kuil prasasti peradaban suku Maya kuno. Penduduk setempat percaya, bahwa arwah Pakal yang Agung menuju ke akhirat melalui terowongan air ini.

Melansir laman “PuertoVallarta Daily News”, baru-baru ini, National Institute of Anthropology and History Meksiko mengumumkan, bahwa di dalam kuil prasasti di Palenque, sebelah selatan negara bagian Chiapas yang dibangun semasa peradaban bangsa Maya, ditemukan sistem jaringan kanal bawah tanah. Menurut penduduk setempat kala itu, bahwa roh yang telah meninggal akan menuju ke akhirat melalui terowongan ini, dan makam  Pakal Agung yang berada di dalam kuil tersebut, rohnya mungkin menuju ke akhirat melalui kanal ini.

Arkeolog Meksiko baru-baru ini menemukan “jalan menuju akhirat” yang dilegendakan di dalam kuil prasasti. (Gambar dikutip dari FB National Institute of Anthropology and History, Meksiko)
Arkeolog Meksiko baru-baru ini menemukan “jalan menuju akhirat” yang dilegendakan di dalam kuil prasasti. (Gambar dikutip dari FB National Institute of Anthropology and History, Meksiko)

“Kanal ini sudah dibangun jauh sebelum pembangunan piramida, terdapat beberapa tingkatan, bisa masuk dari arah yang tidak sama. Terukir kata-kata di atas makam tersebut yang menyebutkan bahwa untuk dapat diterima di alam akhirat, orang mati harus terendam dalam air dewa yang disebut Chaac,” kata Arnoldo Gonzales, Direktur arkeologi National Anthropology and History Institute, Meksiko.

Gonzales tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa kanal merupakan bagian dari sistem drainase atau pasokan air.

“Kami juga harus mempertimbangkan bahwa penduduk Palenque kuno merancang sistem hidrolik untuk membuat jalan secara metaforis bagi K’inich Janaab’ Pakal menuju alam akhirat,” ujar Gonzales.

Sistem saluran ditemukan dengan menggunakan sonar. Awalnya, arkeolog berpikir itu hanya merupakan garis patahan. Tetapi kamera yang dipasang pada kendaraan kecil mengkonfirmasikan keberadaan sistem, yang dibangun dengan batu-batu besar.

Para ahli menemukan air yang terus mengalir tiada henti itu ketika turun ke kanal, meskipun dapat dipastikan aliran air bersumber dari mata air alami, tapi para arkeolog belum dapat menentukan panjang maupun hulu dari jaringan kanal ini. Selama kurun waktu 68 tahun penguasaan Pakal yang Agung, teknik arsitektur Palenque telah mencapai taraf puncaknya, kuil tersebut di atas juga merupakan salah satu bangunan dalam 10 tahun terakhir hidupnya yang dirampungkan pembangunannya semasa pemerintahan K’inichKan B’alam II, putranya.  (Secretchina NTDTV/joni/rmat)

 

Share

Video Popular