DILI – Komnas Perempuan menjadi peserta ASEAN Civil Society Conference/ ACSC atau ASEAN Peoples’ Forum/ APF 2016 (02-05/08/2016). Kegiatan ini berlangsung di Dili, Timor-Leste.  Asean People Forum 2016 ini diikuti oleh 400 peserta dari 10 negara Asean, dimana Timor Leste menjadi negara anggota yang termuda.

Melansir rilis Komnas Perempuan, Senin (8/8/2016) APF tahun ini membahas dari isu ketegangan di wilayah perbatasan dan maritim, tenggelamnya demokratisasi dan HAM di negara-negara anggota ASEAN, terutama freedom of speech, sibuknya negara dengan ekonomi dan pembangunan.

Namun kemajuan pembangunan dinilai melupakan nilai-nilai HAM, seperti dengan adanya hukuman mati dan perdagangan manusia pada jaringan narkotika internasional, dominasi militer dan partisipasi publik yang semakin mengecil.

Pada forum ini, maka semua negara diteropong kebijakan-kebijakannya dalam mengadopsi nilia-nilai HAM.  Pada forum ini juga, Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah  menjadi narasumber di dua side events, yaitu mengenai Engendering Security Sector Reform in SEA dan learn from Survivor of Gender‐based Violence for Better Future.

Selain itu, Komisi Pengungkapan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste atau Commission for Reception, Truth and Reconciliation (CAVR) mengajak para peserta untuk menelusuri kesejarahan CAVR. Pada kegiatan memorialisasi ini terdapat beberapa tokoh-tokoh  Indonesia yang turut berjasa, seperti Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Ade Rostina Sitompul, George Junus Aditjondro.

Timor Leste, untuk negara dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa memiliki organisasi masyarakat sipil yang cukup kuat, hal ini terlihat dengan jumlah NGO sejumlah 400 dan 350-an NGO tersebut telah diregistrasi negara. (asr)

Share

Video Popular