Chelsea Jay, seorang model yang berusia 25 tahun, menderita penyakit langka yang bisa menyebabkannya jatuh pingsan ketika berdiri, oleh karena itu ia memakai kursi roda untuk mengatasi kondisinya.

Namun begitu, Chelsea mampu mendapatkan kontrak dengan agensi model Eropa, BMA Models.

“Mereka (agensi) mau mengambil risiko untuk menerima saya, hal yang sangat saya hargai, karena realitas yang menyedihkan adalah, saya hanyalah salah satu dari segelintir penyandang cacat yang mendapatkan kesempatan untuk tampil, dan diberikan peluang dalam industri ini,” tulis model Inggris dalam laman Facebook-nya awal bulan ini.

“Ini sangat menarik dan begitu indah dan saya benar-benar melihat ke depan untuk tahun depan dan petualangan baru,” lanjutnya.

Chelsea mengatakan kepada Epoch Times, dulunya ia bekerja sebagai direktur kampanye amal bagi penyandang cacat yang disebut sebagai Model Keanekaragaman (Models of Diversity). Mereka menggelar pertemuan dengan agensi-agensi yang berbeda untuk membahas model yang mewakili penyandang cacat.

“Angel, pendirinya, bertemu dengan agensi BMA, dan mereka melihat foto-foto saya dan menyukai tentang saya. Saya sangat beruntung!” tukas Chelsea, seraya menambahkan bahwa dia sangat terkejut karena biasanya ketika agensi itu melihat kursi rodanya maka langsung “habislah”dan “menutup pintu”, kenangnya.

Akan tetapi faktanya BMA cukup terbuka untuk masalah itu, “menjelajahinya, benar-benar membuat upaya menakjubkan untuk bergerak maju, dan saya sangat berharap bahwa agensi lain akan mengikuti jejaknya, lebih awal daripada terlambat,” katanya.

Meskipun Chelsea sangat antusias pada pekerjaan barunya, dia masih harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Selama di Models of Diversity, Chelsea selalu bekerja di belakang layar. Namun kini berbeda, dialah yang menjadi sorotan.

“Dulu saya yang mengadakan pertemuan dengan para pemilik merek dan agensi yang menawarkan orang lain–bukan saya. Jadi, ini semua benar-benar baru bagi saya, untuk menjadi seorang yang memiliki karier adalah fokusnya. Saya tidak akan bermimpi untuk mencoba mendapatkan model representasi bagi diriku sendiri, karena industri busana telah mengajarkan saya banyak hal selama 3 tahun terakhir ini. Mereka takut pada penyandang cacat.”

Meskipun berhasil mendapatkan kontrak dengan BMA, Chelsea ingin orang tahu bahwa dia sama seperti gadis lainnya.

“Saya memiliki perasaan tidak aman yang sama seperti gadis-gadis lain, dengan menaruh gajah dalam ruangan. Saya seorang pengguna kursi roda, dan saya dipelototin, dipelongoin, ditunjukin orang dalam kehidupan sehari-hari,” katanya kepada Epoch.

“Saya beruntung meskipun… sejujurnya, saya benar-benar tidak perlu persetujuan dari siapa pun, dan secara keseluruhan, saya cukup senang dalam kulit saya,” lanjutnya.

Sekitar empat tahun lalu, Chelsea didiagnosis menderita Postural Tachycardia Syndrome (PTS), yang menyebabkan peningkatan abnormal pada denyut jantung ketika berdiri, dan inilah yang menyebabkan Chelsea pingsan. Chelsea berusia 20 tahun ketika ia pertama kali jatuh pingsan. Butuh waktu setahun baginya untuk mendapatkan diagnosis tersebut, tuturnya kepada Epoch.

Menurut situs tentang penyakit langka raredisease.org, 46 persen pasien dengan penyakit langka harus menunggu lebih dari setahun untuk mendapatkan kepastian diagnosis setelah timbulnya gejala.

“Hidup dengannya ‘PTS’ selama 4 tahun terakhir…seperti bermimpi. Apakah ini hidup saya? Apakah ini nyata? Saya berpikir (tentang) di mana saya tinggal 20 tahun yang lalu, mondar-mandir di atas kaki sendiri tanpa peduli di dunia, lalu datanglah yang ekstrim ini, akan berpengaruh, saya kira,” katanya.

Chelsea memiliki periode yang tidak biasa: “Saya punya kondisi tipuan tubuh yang gila, di mana jika saya berenang atau dalam pesawat terbang, saya bisa berjalan dengan kaki saya selama 24 jam. (Sesuatu yang dilakukan dengan tekanan kompresi pembuluh darah dan memaksa darah untuk melakukan tugasnya dengan benar). Namun, itu hanya berlangsung sampai saya tertidur. Ketika saya bangun, menjadi penyandang cacat lagi di keesokan harinya dan ini sangat buruk akibat shock dan berdampak pada sistem saya,” katanya.

Chelsea hanya bisa “menipu” tubuhnya untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan atau pesta.

“Pahit rasanya. Saya berjuang mengatasinya. Ini seperti tubuh saya sendiri sedang mengejek saya,” katanya.

Namun ia terus menguji tubuhnya secara berkelanjutan karena dia diberitahu bisa keluar dari kondisi tersebut. “Saklar yang telah dimatikan dalam tubuh saya [bisa] tiba-tiba menyala lagi,” katanya.

Ketika ditanya apa yang ia sarankan bagi anak-anak sepertinya, dia berkata: “Kalian tidak bisa mengharapkan orang untuk tidak peduli terhadap kecacatan dan mempekerjakan Anda jika Anda digantung di atasnya. Menerima inilah hidup Anda, dan Anda tidak merasa akhir segalanya, dan Anda yakin bisa, dan akan mendapatkan apa yang Anda inginkan jika berjuang untuknya.”

“Menjadi seperti saya, Anda akan diberikan peluang kosong, jadi buatlah sendiri, dengan menunjukkannya. Menjadi bukti dalam puding itu,” katanya. (Epochtimes/Sherley Boursiqout/Ajg/Yant)

Share

Video Popular