- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pada 2030 Smartphone Dimungkinkan Menggantikan Paspor dan SIM

Pada satu dekade ke depan, orang-orang yang berwisata atau perjalanan dengan mobil akan semakin mudah dan praktis. Bisa jadi tidak perlu lagi membawa dokumen perjalanan seperti paspor atau bukti identitas lainnya, cukup membawa satu unit smartphone yang ditanami dengan teknologi Biometrik.

Meskipun telah menyiapkan dengan sempurna berbagai bagasi perjalanan, daftar perjalanan wisata yang lengkap, tapi bisa saja diselimuti oleh rasa takut dan panik ketika lupa membawa paspor atau bukti identitas diri saat akan boarding atau check in di hotel.

Namun dalam satu dekade mendatang, paspor dan SIM dan identitas diri lainnya yang diperlukan saat boarding atau check in di hotel itu kemungkinan besar akan disingkirkan, dan perjalanan tanpa dokumen wisatawan pun akan menjadi hal yang normal. Selama mereka tidak lupa membawa smartphonenya, maka segalanya dijamin beres.

Maxine Most, direktur yang merangkap analis dari Acuity Market Intelligence atau perusahaan intelijen pasar mengatakan : “Di pasar saat ini sudah banyak smartphone yang menggunakan fungsi pengenalan biometric. Sampai pada 2018 mendatang, semua smartphone akan ditanami dengan teknologi identifikasi biometrik, hingga 2020 kemudian, ponsel biasa akan disingkirkan.”

Fitur pengenalan biometrik, baik pengenalan melalui sidik jari atau pemindai iris mata, semuanya ini digunakan untuk membantu menghadapi penipuan, menyederhanakan benda dalam bentuk nyata atau pembayaran online, melindungi keamanan data individu pengguna smartphone Apple dan Android.

Saat ini Apple Pay (layanan pembayaran dan e-cash mobile Apple Inc) telah universal di Amerika Serikat, sementara itu, dua merk smartphone yang paling populer di pasar yakni iPhone andalan Apple dan Galaxy S besutan Samsung sekarang rata-rata telah menggunakan sistem pemindaian sidik jari, ini berarti bahwa beberapa negara bagian di Amerika Serikat kini sedang meningkatkan uji kelayakan terkait, demikian juga halnya di Inggris dan Australia.

Menurut analisis intelijen pasar yang berbasis di Amerika Serikat, bahwa langkah pertama ini kemungkinan akan mengakibatkan bukti identitas diri banyak orang hilang sebelum tahun 2030.

Menurut keterangan Most : “Kita dalam tahap pengembangan otentikasi elektronik standar global. Dan fungsi pengenalan biometric ini merupakan salah satu langkah penting yang memungkinkan dokumen virtuality cerdas itu menjadi efektif.” Teknologi ini dengan ekstrim cepat mengacaukan cara tradisional orang-orang dalam  pembayaran atas barang dan jasa, pungkasnya.

“Sampai pada 2025 nanti, biometrik akan menjadi standar pengolahan informasi dan pembayaran triliunan jumlahnya setiap tahun, dan pada tahun 2030 kemudian, mekanisme pembayaran actual seperti debit dan kartu kredit akan menjadi tidak praktis dan semakin tidak diterima. Biometrik yang aman dan anonim akan menggantikan berbagai identifikasi status dan mekanisme pembayaran,” kata Most menambahkan.

Bagaimanapun juga, dimana meskipun Apple Pay dan Android Pay kini semakin populer, tapi revolusi biometrik ini belum tiba. Jadi, jika Anda akan memulai liburan musim panas, sebaiknya jangan lupa membawa bukti identitas diri dan isi dompet anda. (Jhon/asr)