Ilmuwan telah mengidentifikasi kurang berfungsinya telinga bagian dalam pada anak autis akan mempengaruhi kemampuannya untuk mengerti suatu pembicaraan. Temuan menunjukkan bahwa uji pendengaran suatu saat nanti dapat digunakan untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran pada anak usia dini yang berisiko autis.

“Penelitian ini mengidentifikasi metode yang sederhana, aman, dan non-invasif untuk menyaring apakah anak usia dini yang mengalami gangguan pendengaran tersebut menderita autis,” kata Anne Luebke, profesor teknik biomedis dan ilmu saraf di University of Rochester. “Teknik ini dapat membuka wawasan baru untuk dokter mengenai gangguan pendengaran dan memungkinkan dokter untuk lebih dini mengatasi masalah sehingga tercapai hasil pengobatan yang optimal.”

Dengan menggunakan miniatur speaker atau microphone penyumbat telinga, peneliti mampu mengukur pendengaran si anak yang kurang dengan cara mendengarkan tanda-tanda yang menunjukkan telinga mana yang mengalami kesulitan memproses suara. Secara khusus, perangkat mikrofon yang sangat sensitif ini mampu mendeteksi suara emisi setiap menit yang dibuat oleh sel-sel rambut luar pada telinga bagian dalam menanggapi nada tertentu atau suara klik.

Jika sel-sel rambut ini tidak berfungsi dengan baik, maka perangkat mikrofon yang sangat sensitif ini akan gagal mendeteksi emisi, yang berarti adanya gangguan pada telinga bagian dalam atau koklear.

Peneliti menguji pendengaran anak-anak yang berusia antara 6 tahun sampai 17 tahun, di mana sekitar setengah dari mereka telah didiagnosis menderita ASD. Anak penderita ASD mengalami kesulitan mendengar frekuensi tertentu (1-2 kHz) yang penting untuk mengerti apa yang diucapkan orang lain. Peneliti juga menemukan hubungan antara keparahan kerusakan koklear dengan keparahan gejala ASD.

“Gangguan pendengaran telah lama dikaitkan dengan keterlambatan tumbuh kembang dan masalah lainnya, seperti kurang mahir berbahasa,” kata Loisa Bennetto, profesor ilmu klinis dan sosial dalam bidang psikologi.

“Meskipun tidak ada hubungan antara masalah pendengaran dan autis, kesulitan untuk mengerti apa yang diucapkan orang lain dapat berhubungan dengan beberapa gejala inti dari penyakit tersebut. Deteksi dini akan membantu mengidentifikasi apakah seorang anak usia dini berisiko menderita ASD dan memungkinkan dokter untuk melakukan pencegahan dini. Selain itu, temuan ini dapat menginformasikan pengembangan pendekatan untuk memperbaiki gangguan pendengaran dengan alat bantu dengar atau perangkat lain yang dapat meningkatkan rentang suara yang diproses oleh telinga.”

Karena uji ini adalah non-invasif, murah, dan tidak memerlukan respons verbal, maka uji ini dapat dilakukan untuk menyaring bayi yang mana mengalami gangguan pendengaran, suatu pendekatan yang sedang dijajaki oleh tim peneliti.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular