Oleh Qin Yufei

Disinyalir pengacara hak asasi manusia Tiongkok Wang Yu yang selama lebih dari 1 tahun  dipenjara sudah memperoleh pembebasan bersyarat karena yang bersangkutan mengaku bersalah.

Dalam artikel editorial di Washington Post disebutkan bahwa pengakuan bersalah Wang Yu itu tampaknya berunsurkan pemaksaan dan tidak ada handai tolan yang pernah melihat atau menjumpainya setelah ia dibebaskan.

Artikel editorial itu menyebutkan, pemerintah komunis Tiongkok pada musim panas tahun lalu mulai melakukan tekanan-tekanan kepada kelompok yang mereka sebut sebagai kelompok kriminal terorganisir. Padahal ‘kelompok’ tersebut sebenarnya adalah perkumpulan para pengacara Tiongkok yang sudah banyak mengekspos berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah, dan mendesak otoritas untuk mematuhi ketentuan hukum yang sudah mereka tegakkan.

Sejak saat itu, para pengacara HAM itu diinterogasi dan ditangkap otoritas dengan tuduhan telah melakukan tindakan yang tergolong subversi. Lebih dari 300 pendukung dan keluarga mereka juga ikut diperiksa. Sedikitnya ada 16 orang pengacara termasuk Wang Yu dan suaminya yang masih dipenjarakan sampai sekarang. Kabarnya, putra mereka pun ‘diasingkan’ ke Mongolia Dalam.

Pengacara Wang Yu dalam karirnya untuk membela hak asasi manusia pernah memiliki prestasi yang luar biasa. Namun menurut pernyataannya yang disampaikan pekan lalu, ia membantah adanya hal itu. Ia murni berjuang demi kepentingan peradilan, tetapi justru karena itu ia dituduh berkomplot dengan kekuatan  asing untuk mendiskreditkan partai (PKT) dan menyerang pemerintah Tiongkok. Wang Yu mengaku dirinya “Tidak mengakui, tidak mengenali dan tidak menerima” penghargaan HAM yang diberikan internasional kepadanya.

Artikel editorial itu juga mengatakan, pemerintah komunis Tiongkok selalu menggunakan istilah-istilah yang ‘sudah teruji’ itu untuk menyalahkan oposisi politik. Sama halnya ketika mereka  harus menghadapi masalah sengketa wilayah Laut Tiongkok Selatan dengan Filipina, istilah-istilah itu juga dipakai.

Sejak menyampaikan pernyataannya Wang Yu itu,  tidak lagi ada terdengar berita tentang dirinya, meskipun pemerintah komunis Tiongkok menyatakan bahwa ia sudah dibebaskan dengan jaminan. Asisten pengacara bernama Zhao Wei beserta beberapa orang pengacara teman Wang Yu juga menerima nasib yang sama.

Pekan lalu, sebuah pengadilan mulai memproses kasus mereka, namun hanya beberapa media tertentu yang boleh mengikuti dan meliput jalannya persidangan. Dan hanya 2 orang pengacara yang sudah divonis dengan hukum penjara masing-masing 3 dan 7 tahun. Ketika istri dari kedua pengacara itu datang di kota Tianjin dengan maksud untuk mengikuti jalannya persidangan, mereka malahan dikurung dalam rumah oleh aparat Tianjin.

Editorial Washington Post menjelaskan bahwa pengacara Wang Yu yang sudah bertahun-tahun secara terbuka mempertanyakan kepada pemerintah atas penegakan hukum untuk HAM, namun sekarang, ia pun secara terbuka mencela pertanyaannya sendiri.

Sebuah fakta yang membuat bulu kuduk berdiri ini membuktikan bahwa pemerintah komunis Tiongkok adalah pemerintah yang bertindak sewenang-wenang. Sehingga para pengacara Tiongkok sampai saat ini masih dihadapkan pada situasi tidak ada kebebasan, termasuk menjalani persidangan yang tidak adil. Membela martabat manusia justru diperlakukkan sebagai pengkhianatan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular