Di kebun anggur hijau, muncul seekor rubah yang berbulu coklat, dia mendongak kepalanya memandang ke atas, anggur-anggur berwarna ungu mengkilat tergantung di tangkai pohon anggur yang yang tinggi, seperti bintang-bintang terang yang bersinar di langit.

Rubah meneteskan air liur, dia merenungkan kapan bisa menikmati anggur manis dan renyah itu, dan rasanya pasti sangat nikmat dan segar, tetapi pohon anggur begitu tinggi, apakah bisa menikmati buah anggur ini?

Rubah melangkah mundur, tiba-tiba berlari beberapa langkah ke depan, tubuh bagian atas menerjang terbang ke atas, kaki belakang juga menjinjit berdiri, melonjak sangat tinggi, tetapi masih jauh dari dahan tempat pohon anggur berbuah.

Rubah tidak menyerah, dan lanjut melompat ke atas beberapa kali, tetapi hasilnya sama, akhirnya dengan enggan melangkah pergi, sebelum meninggalkan tempat tersebut dia mengguman: “Huhh. anggur asam, siapa yang ingin mencicipi!”

“Oh tidak, anggur ini sangat manis!” terdengar suara pelan.

Rubah tidak bisa mempercayai telinganya, dia mencari asal suara yang berasal dari atas pohon anggur, dia memandang lebih teliti, di atas dahan pohon anggur ada seekor keong yang sedang menikmati buah anggur!

“Maksudmu …… anggur ini manis?”

“Ya benar, dan sangat manis, tapi tenaga saya kecil, jika tidak saya pasti akan memetik beberapa butir untuk Anda cicipi!”

“Tapi …… Aku sudah mencoba beberapa kali dan gagal!”, ujar Rubah.

“Uhh…hanya beberapa kali saja, kau tidak tahu aku naik ke atas dengan waktu 7 hari 7 malam baru bisa sampai kesini, dan hanya beberapa kali melompat sudah ingin berhasil? Segalanya harus dengan perlahan-lahan dan sabar mendapatkannya, hal-hal yang baik layak untuk ditunggu! “

“Segalanya harus dengan perlahan-lahan dan sabar mendapatkannya, hal-hal yang baik layak untuk ditunggu! ” Masuk akal ….’Tunggu’ memang suatu kebajikan.”

Rubah sambil memikirkan perkataan keong menghilang dari tempat tersebut. Hari berikutnya, kemudian hari berikutnya lagi, setiap hari rubah datang di bawah anggur.

Tiba-tiba pada suatu hari angin berhembus dengan kencang, bulir-bulir anggur matang berderak beberapa jatuh ke tanah, meskipun ia tak sanggup meloncat sangat tinggi, keinginan rubah akhirnya tercapai, dia dapat menikmati anggur manis yang juicy ini!

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular