Voice of America pada 4 Agustus melaporkan bahwa pada saat ulang tahun ke 89 pembentukan tentara komunis Tiongkok, ada kolumnis Beijing mengatakan di twitter, “Ada orang yang menghitung, ketika perang selama delapan tahun melawan Jepang, hanya seorang jenderal PKT (Partai Komunis Tiongkok) Zuoquan yang berkorban, tapi sejak Kongres Nasional ke-18, 56 jenderal telah dicopot.”

Analis tersebut menyebutkan ketika peperangan melawan Jepang, PKT dalam perang tidak banyak kontribusi, pada sisi lain juga terlihat terjadi korupsi yang serius dalam internal militer.

Jing Zemin dengan korupsi mengelola tentara, Xi Jinping mencopot 56 Jenderal

Voice of America melaporkan bahwa etos internal militer Tiongkok korup. Korupsi sangat parah. Penampakan korupsi yang paling terkonsentrasi dari Pemimpin Militer adalah membeli atau menjual jabatan. Ketika dalam masa Xu Caihou dan Guo Boxiong menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok, jika perwira senior ingin promosi atau mutasi jabatan, harus memberi suap kepada dua orang itu. Tarif jual beli jabatan militer harganya sudah ditetapkan. Masalah ini sudah terbuka jadi “rahasia umum” di kalangan militer.

15 Mei 2015, surat kabar tentara PKT telah menerbitkan sebuah artikel Angkatan Udara Jenderal Liu Yazhou 1 halaman penuh. Di dalamnya disebutkan beberapa detail korupsi jual beli jabatan militer.

“Periode sebelumnya, ada yang terang-terangan menjual beli jabatan, harga jual dan beli jabatan jelas, ada yang membuat garis batas berdasarkan orang, berdasarkan wilayah, berdasarkan unit, memupuk kroni, mendiskrikkan yang beda pendapat, membuat kelompok, membeli dukungan publik, membentuk kelompok, membentuk jaringan kecil, membentuk kroni, terlibat dalam ikatan pribadi ……. ”

Xinzi Ling mantan Direktur Publiser Akademi Militer Tiongkok, pensiunan kolonel PKT baru-baru ini mengungkapkan kepada media luar negeri “Sound of Hope,” Tian Xiusi yang diperiksa pada Juli lalu, pada awalnya adalah komisaris politik Daerah Militer Chengdu. Ia menghabiskan lima puluh juta Yuan untuk membeli komisaris politik di  Angkatan Udara, masih juga bisa sukses transaksinya. Bisa dibayangkan sejauh mana parahnya korupsi militer, jika tidak diperbaiki, bagaimana bisa turun ke medan perang.

Xinzi Ling mencontohkan bahwa ketika Jiang Zemin menjabat sebagai ketua Komisi Militer Pusat, korupsi militer jauh melebihi masa Dinasti Qing.

“Seperti pada masa Dinasti Qing itu sudah sangat korup, namun mereka jual beli jabatan, tentu saja itu tidak benar, namun jabatan paling tinggi yang diperjualbelikan adalah calon regional offiser, jabatan bawah di departemen, calon regional offiser juga hanya memberi anda seperangkat pakaian (pakaian dinas), tapi tanpa gaji. Anda bisa cetak di kartu nama Anda saya adalah calon regional offiser, itu adalah identitas sosial, tidak ada gaji, selalu menunggu, tidak ada koreksi waktu. Tapi komisaris Wilayah Militer Besar Militer, ini adalah tingkat apa. Pada masa dinasti Qing, ini adalah Gubernur!” kata Xinzi Ling.

Menurut laporan “Oriental Daily” Hong Kong bahwa Xu Caihou dan Guo Boxiong adalah antek Jiang Zemin, mereka naik jabatan karena menjilat, pada masa yang sama menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat. Ada rumor mengatakan bahwa Jiang Zemin mempromosikan mereka berdua. Itu adalah demi untuk membuat jabatan ketua Komisioner Milter tidak berdaya yang saat itu adalah Hu Jintao.

Juli 2014, Voice of America mengutip pernyataan Dai Qing putri angkat dari Ye Jianying mengatakan bahwa selama Hu Jintao berkuasa, Jiang Zemin memanipulasi kekuasaan dibaliknya. Sumber Xu Cai Hou menjual jabatan berasal dari kekuasaan terpendam Jiang Zemin.

Xu Caihou dan Guo Boxiong dipecat pada buan Juni 2014 dan Juli 2015, Xu CaiHou pada Maret 2015 sebelum sidang meninggal akibat kanker. Guo Boxiong dijatuhi hukuman seumur hidup pada bulan lalu. Sementara jenderal yang dipecat lainnya, sebagian besar adalah kroni Xu Caihou dan Guo Boxiong. Dan baru-baru ini tersebar isu putaran kedua membasmi korupsi militer telah dimulai.

“South Tiongkok Morning Post” Hong Kong mengutip seorang pengamat Macau mengatakan, “Benar-benar tidak terpikirkan oleh Jiang Zemin, Xi Jinping bahkan menyingkirkan semua kekuasaannya dalam pasukan militer.”

Terlalu kontras: Selama anti peperangan Jepang, hanya seorang jenderal yang berkorban

VOA juga mengutip twitter kolumnis Beijing menyebutkan, Jenderal Zuo Quan satu-satunya jenderal tingkat tinggi yang menjadi korban selama peperangan delapan tahun Komunis Tiongkok berperang Anti-Jepang. Pengorbanan yang unik jenderal senior, ini telah menimbulkan debat publik peran PKT dalam perang selama delapan tahun melawan Jepang.

Selama ini, isu kontribusi Partai Komunis dalam perang delapan tahun melawan Jepang, penjelasan PKT dan Kuomintang (KMT) bervariasi. PKT mengklaim sebagai andalan dalam peperangan, dan sengaja memainkan peran positif dalam menciptakan promosi besar-besaran, tapi KMT menganggap dalam hadapan medan pertempuran itulah yang menentukan, berada di belakang medan sifatnya hanya membantu.

Parade Perang dilakukan komunis Tiongkok pada 3 September lalu, gambaran momentum publisitas dalam negeri dapat dikatakan sangat besar. Adegan ‘kemegahan’ di lapangan membuat semangat berapi-api dan terharu. Namun, propaganda resmi tampaknya benar-benar mengabaikan kebenaran sejarah.

Hau Pei-tsun sebagai seorang veteran perang Taiwan mantan perdana menteri, dalam wawancara di Taipei dengan Jaringan BBC mengatakan, dia mengkritik pihak berwajib Tiongkok daratan, “Sejarah perang 49 tahun yang lalu, tidak hanya menyembunyikan, tapi juga membelokkan.”

Dalam analisis Partai Komunis TIongkok menggerakan anti-korupsi memecat 57 Jenderal dan dalam peperangan anti-Jepang hanya kehilangan 1 jenderal, Hu Ping.  Editor majalah “Beijing Spring” dalam sebuah wawancara dengan Voice of America menganalisis, “Sungguh ironis, di satu sisi menunjukkan selama peperangan PKT tidak berkontribusi banyak, sisi lain mengatakan korupsi yang serius dalam militer.”

Lampiran: 56 Jenderal yang dipecat selama Kongres Nasional PKT ke-18.

Xu CaiHou: Jenderal / Wakil Ketua CMC (Central Military Commission)
Guo Boxiong: Jenderal / Wakil Ketua CMC
Tian Xiusi: Jenderal / Komisaris politik Angkatan Udara
Wang Yufa: Letjen, komisaris politik wakil Daerah Militer Guangzhou
Fan Changmi: Letjen, Wakil komisaris politik Daerah Militer Lanzhou
Yu Daqing: Letjen, Wakil komisaris politik Artileri Kedua
Liu Zheng: Wakil Menteri Letnan Jenderal Departemen Logistik
Yang Jinshan: Letjen, wakil komandan Daerah Militer Chengdu
Gu Junshan: Letjen, Wakil Menteri Departemen Logistik
Zhu Hongda: Mayjend, Menteri Angkatan Udara Logistik
Zhang Yan: Mayjend, komandan Angkatan Darat 26
Li Mingquan: Mayjend, Menteri Departemen Persenjataan Umum, Departemen peralatan Umum
Shen Tao: Mayjend, Kepala Sekolah Universitas Proyek Polisi Bersenjata
Yang Hai: Mayjend, Polisi Bersenjata Komandan Corps Fujian
Qu Mutian: Mayjend, Polisi Bersenjata Wakil Komandan Mabes Lalu lintas
Zhang Genheng: Mayjend, Komandan Korps Pusat Pertahanan Perbatasan Xinjiang
Yin Zhi Shan: Mayjend, Deputi Sekretaris Kementerian Keamanan Publik
Zhou Guotai: Mayjend, Wakil Menteri Pusat Logistik Kementerian persediaan bahan bakar
Xu Hao Yuan: Mayjend, Komisaris Politik Dinas Pemadam Kebakaran Keamanan Publik Tianjin
Cheng Yongli: Mayjend, Komisaris Politik Dinas Pemadam Kebakaran Zhejiang
Liu Zhanqi: Mayjend, Komandan Polisi Bersenjata Mabes Lalu Lintas
Kou Tie: Mayjend, komandan militer provinsi Heilongjiang
Fu Yi: Mayjend, komandan Provinsi Zhejiang
Zhouming Gui: Mayjend, Deputi Direktur Departemen Politik Daerah Militer Nanjing
Dongming Xiang: Mayjend, Menteri Aliansi Departemen Logistik Daerah Militer Beijing
Zhan Guoqiao: Mayjend, Menteri Departemen Logistik, Daerah Militer Lanzhou
Zhan Jun: Mayjend, Wakil Komandan Daerah Militer Hubei
Chen Hongyan: Mayjend, Deputi Direktur Departemen Politik Angkatan Udara Daerah Militer Beijing
Wang Sheng: Mayjend, Menteri Departemen Logistik Angkatan Udara Militer Daerah Guangzhou
Guo Zhenggang: Mayjend, wakil komisaris politik Daerah Militer Propinsi Zhejiang
Lan Weijie: Mayjend, Wakil Komandan Daerah Militer Hubei
Liu Hongjie: Mayjend, Wakil Menteri Departemen Staf Umum Manajemen Dukungan
Zhang Dongshui: Mayjend, wakil komisaris politik Artileri Kedua
Wang Xin: Mayjend, Menteri Bimbingan Penelitian Departemen Ilmu Militer
Cheng Jie: Mayjend, Wakil Kepala Staf Armada Laut Utara
Chen Jianfeng: Mayjend, Wakil Menteri Aliansi Departemen Logistik Daerah Militer Guangzhou
Cai Guangliao: Mayjend, wakil sekretaris Biro Keamanan Partai Departemen Provinsi Guangdong Umum
Zhang Daixin: Mayjend, Wakil Komandan Daerah Militer, Provinsi Heilongjiang
Gao Xiaoyan: Mayjend, wakil komisaris politik Universitas Teknik Informasi Tentara Pembebasan Rakyat
Dai Weimin: Mayjend, wakil presiden Ilmu Pilitik Tentara Pembebasan Rakyat Nanjing
Wang Aiguo: Mayjend, Menteri Aliansi Departemen Logistik Daerah Militer Shenyang
Huang Xianjun: Mayjend, Direktur Departemen Politik Distrik Militer Provinsi Shanxi
Duan Tianjie: Mayjend, Deputi Direktur Departemen Politik Universitas Pertahanan Nasional
Yuan Shijun: Mayjend, komandan Provinsi Hubei
Zhang Qi Bin: Mayjend, Wakil Kepala Daerah Militer Jinan
Zhu Heping: Mayjend Menteri Departemen Logistik, Daerah Militer Chengdu
Jin Wei: Mayjend, wakil komisaris politik Daerah Militer Tibet
Ye wanyong: Mayjend, Komisaris Politik Daerah Militer, Provinsi Sichuan
Fu Linguo: Mayjend, Wakil Kepala Staf Komando Logistik Umum
Chen Qiang: Mayjend, Wakil Menteri Staf Barisan Artileri Kedua 96.301
Fang Wenping: Mayjend, komandan Provinsi Shanxi
Wang Minggui: Mayjend, Komisaris Politik Komando Pasukan Pertahanan Udara.
(lim/rmat)

Share

Video Popular