Hepatitis berarti peradangan hati. Biasanya kita menganggap hanya virus hepatitis A hingga E yang menyebabkannya, padahal apa pun yang menyebabkan peradangan atau kerusakan hati dapat dianggap sebagai bentuk hepatitis.

Hepatitis A, B, C, D dan E adalah virus yang sangat berbeda. Misalnya, hepatitis A adalah secara genetik lebih dekat dengan virus penyebab flu biasa daripada hepatitis B. Hepatitis C secara genetik lebih dekat dengan virus penyebab demam berdarah.

Persamaan kelima virus ini adalah menyebabkan kerusakan hati ringan sampai yang terparah.

Virus hepatitis menyebabkan sekitar 1,45 juta kematian pada tahun 2013, yang menjadikannya sebagai penyebab utama kematian urutan ketujuh di seluruh dunia; 96% adalah akibat hepatitis B dan hepatitis C.

Hepatitis A

Hepatitis A menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi, serta dari orang ke orang melalui penularan tinja, terutama dalam pengaturan limbah rumah tangga.

Hippocrates pertama kali menjelaskan wabah diare dan penyakit kuning pada abad kelima Sebelum Masehi.

Meskipun hepatitis A dapat menyebabkan penyakit yang nyata, biasanya tubuh pulih tanpa pengobatan dan menjadi kebal terhadap infeksi ini di masa depan.

Vaksin dapat mencegah terjadinya hepatitis A; yang dianjurkan untuk wisatawan dan kelompok lain yang berisiko terhadap infeksi ini. Vaksinasi yang diberikan awal setelah paparan dapat mencegah timbulnya hepatitis A.

Hepatitis B

Ini adalah bentuk hepatitis yang disebabkan oleh virus yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Ini juga merupakan penyebab utama kanker hati.

Diperkirakan 250 juta orang menderita hepatitis B di seluruh dunia.

Hepatitis B dapat ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan seks atau kontak darah-ke-darah (tranfusi darah). Tetapi kebanyakan penderita hepatitis B kronis (jangka panjang) mendapat virus ini saat dilahirkan oleh ibunya, atau di awal kehidupan. Setelah infeksi, kesempatan terjadinya hepatitis B kronis pada bayi adalah sekitar 90%, dan menjadi 5% pada orang dewasa.

Sebuah vaksin yang aman dan sangat efektif telah tersedia untuk hepatitis B sejak tahun 1980-an.

Pengobatan antivirus yang efektif juga tersedia untuk hepatitis B kronis, yang mencegah terjadinya kerusakan hati dan kanker hati.

Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyebab paling sering dari hepatitis yang diakibatkan oleh virus. Hepatitis C merupakan penyebab utama kanker hati.

Kebanyakan infeksi hepatitis C diperoleh melalui penggunaan jarum suntik yang tidak aman untuk menyuntikkan narkoba.Di beberapa negara dengan sumber daya yang rendah, penularan hepatitis C yang berkelanjutan di layanan kesehatan adalah masalah utama.

Sekitar 80% dari orang yang terinfeksi hepatitis C mengalami infeksi kronis; orang yang tidak menderita infeksi secara alami tetap rentan terhadap infeksi ini di masa depan.

Tidak tersedia vaksin untuk hepatitis C.

Hepatitis D

Hepatitis D adalah virus satelit yang hanya menginfeksi penderita hepatitis B.

Diperkirakan sekitar 5% penderita hepatitis B secara global juga menderita hepatitis D, yang dapat menyebabkan penyakit hati yang lebih parah.

Hepatitis E

Hepatitis E, seperti A, menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Biasanya hepatitis E relatif ringan, tetapi dapat juga menyebabkan penyakit yang serius pada kehamilan, dengan tingkat kematian hingga 20% di antara wanita hamil trimester ketiga.

Sebuah vaksin untuk melawan hepatitis E telah dikembangkan namun saat ini hanya diizinkan beredar di Tiongkok.

Virus hepatitis masih merupakan tantangan besar kesehatan masyarakat di seluruh dunia, namun dengan niat politik yang baik dari para penguasa, investasi yang memadai dan kemitraan global, dunia dapat melenyapkan virus hepatitis pada tahun 2030.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular