Minyak kelapa adalah zat cair diekstrak dari daging kelapa tua. Proporsi kandungan rantai menengah asam lemak atau medium-chain fatty acids (MCFAs)-nya mencapai 80%, diantaranya termasuk asam laurat. Karena sifat larutnya, sehingga sebagian besar rantai menengah asam lemak di dalam manusia itu dapat diserap langsung oleh membran mukosa usus kecil, tidak hanya mengurangi beban tubuh dalam mengurai lemak, tapi juga sekaligus mengurangi timbunan lemak. Bagi mereka yang kegemukan atau komunitas sindrom metabolik, bisa menjadikanya  salah satu pilihan terbaik dari minyak nabati.

Medium-chain fatty MCFAs ini merupakan jenis lemak yang berbeda dari lemak lainnya. Lemak MCFA dapat diserap langsung ke dalam sel, di mana mereka dapat segera dibakar sebagai energi dan tidak disimpan sebagai lemak.

Dalam pengolahannya di dapur, minyak kelapa murni merupakan salah satu minyak terbaik dan teraman untuk memasak. Sebab MCFAs tahan terhadap panas dan tidak berubah menjadi lemak terhidrogenasi berbahaya. Anda dapat menggunakannya dalam diet dengan menjadikannya sebagai pengganti minyak nabati yang tak sehat, mentega atau margarin.

Mengurangi timbunan lemak

Peneliti Norwegia Hostmark A T dan rekannya menemukan, bahwa minyak kelapa dapat menurunkan secara signifikan kolesterol Very Low Density Lipoprotein-VLDL dalam sebuah percobaannya pada tikus yang disuapi dengan 10% minyak kelapa dan 10% minyak bunga matahari. Sementara itu, seorang peneliti Spanyol Rodriguez-vico F dan timnya juga menemukan, pakan ayam yang diberi tambahan minyak kelapa dapat meningkatkan High-Density Lipoprotein-HDL dalam plasma protein. Menurut penelitian mereka, bahwa asam lemak berantai medium dapat mendorong penggunaan asam amino, sehingga tubuh dapat mensitesiskan protein yang dibutuhkan karena menyesuaikan perubahan kolesterol di dalam tubuh.

Berkhasiat ganda sebagai anti bakteri dan anti virus

Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa minyak kelapa memiliki khasiat sebagai anti-bakteri, anti-oksidasi, menururunkan lemak darah, bahkan melawan virus HIV dan khasiat gaib lainnya. Peneliti Filipina Cornrado dan Dayrit, masing-masing memberi glycerol monolaurate dosis tinggi dan rendah dan minyak kelapa murni pada 15 penderita AIDS. Enam bulan kemudian, jumlah virus di dalam tubuh pada 9 pasien terkait menurun. Hasil yang menggembirkan ini tidak hanya mengubah secara drastis kesan masyarakat, tapi juga akan memberi secercah harapan dalam pengobatan AIDS.

Jangan dipanaskan secara berulang

Seperti minyak nabati lainnya, minyak kelapa juga rentan menghasilkan karsinogenik apabila dipanaskan secara berulang. Selain itu, juga ada sejumlah kecil kasus alergi pada bayi.

Meskipun banyak manfaatnya, tapi bagaimanapun juga minyak kelapa tetaplah minyak, jadi diingatkan untuk tidak berlebihan ketika mengonsumsinya. Dan dihimbau sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi apabila ada keraguan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular