Munculnya masyarakat tua (aging society), jumlah penderita demensia pun meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di dunia setiap 4 detik terdapat seorang pasien  baru. Untuk mencegah terkena demensia, selain berolahraga dan lebih banyak melatih otak, makanan sehari-hari juga dapat dengan baik mencegah dan menunda penyakit demensia.

Sejumlah penyakit dapat menyebabkan demensia dan gejala yang muncul juga berbeda. Yang agak umum adalah “demensia degeneratif” yang disebabkan oleh Alzheimer, terutama hippocampus yang bertanggungjawab terhadap memori telah memunculkan penyakit, pada korteks serebral (dari otak besar) pasien ini memiliki sejumlah plak amiloid dan banyak sel-sel saraf otak juga muncul gejala neurofibrillary (silang sengkarut secara mikro). Selain itu, “demensia vaskular” yang disebabkan oleh arteriosklerosis yang membuat pendarahan pembuluh darah otak atau infark, juga adalah sangat umum.

Dewasa ini banyak penelitian telah menunjukkan bahwa makan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian yang tanpa diolah, kurangi makan daging merah, manisan, lemak trans dan makanan olahan lainnya, dapat mencegah penyakit kardiovaskular, lebih lanjut dapat mencegah demensia degeneratif dan demensia vaskular. Profesor bidang medis Yasuda Kazuto dari Jepang dalam bukunya “Terapi Makanan yang Memperbaiki Penderita Demensia”, memperkenalkan berbagai makanan yang bermanfaat dalam pencegahan dan bahkan memperbaiki penyakit demensia sebagai berikut:

Tomat yang dimasak mencegah demensia

Lycopene dari tomat dapat memurnikan darah dan mencegah arteriosklerosis, menurut penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa tomat mengandung lycopene yang dapat mengontrol penyakit Alzheimer dan demensia, dapat mencegah menurunnya memori dan kemampuan belajar.

Lycopene terdapat dalam sitoplasma dalam bentuk antioksidan di dalam sel-sel tomat, adalah termasuk jenis karotenoid, yang bisa mengurangi akumulasi plak amiloid di otak besar, sehingga dapat mengurangi fenomena peradangan saraf, dan dapat mencapai efek pencegahan demensia. Lycopene ketika dipanaskan, malah menjadi lebih aktif dan kuat, serta mudah larut dalam lemak, dengan demikian cara itu dapat menyerap lycopene paling maksimal.

Apel meningkatkan daya ingat

Quercetin yang terkandung di dalam Apel, dikenal sebagai antihistamin alami, ia dapat melindungi sel-sel otak besar dan dapat mencegah demensia jenis degeneratif. Dan zat lainnya yakni Acetylcholine, seiring dengan bertambahnya usia, jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam menghasilkan Acetylcholine semakin berkurang, itu mungkin adalah faktor yang membuat orang tua menjadi mudah lupa. Acetylcholine memiliki efektivitas meningkatkan memori dan kemampuan belajar. Makan 1 buah apel setiap hari, baik memori maupun kemampuan belajar akan meningkat pesat.

Cokelat hitam mengaktivasi sel otak

Cokelat hitam dapat mengaktifkan sel-sel otak dan mengurangi kemungkinan demensia. Biji kakao mengandung lebih dari 70% cokelat hitam murni dan minuman kakao mengandung banyak flavanol, yang dapat mengaktifkan sel-sel saraf otak dan berfungsi memperlambat penuaan fungsi kognitif.

Labu kuning dapat menghambat penyakit Alzheimer

Labu kuning dapat meningkatkan kekebalan, mendorong sirkulasi darah dan memperbaiki memori jangka panjang. Labu kuning mengandung nicotianamine, yang berfungsi memperbaiki kinerja memori dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan nicotianamine akan menghambat hormon hipertensi (angiotensin), enzim konversi (pengubah) semacam ini dan menekan penyakit Alzheimer agar tidak memburuk.

Terjadinya demensia, lantaran degenerasi sel saraf selama beberapa dekade yang pada akhirnya baru timbul penyakit. Itu sebabnya dimulai usia 40 tahun sebaiknya secara aktif mengasup makanan yang berguna untuk otak, barulah dapat secara lebih baik mencapai efek pencegahan. (Epochtimes/Hui/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular