Pada saat seorang wanita memasuki masa menopause, ia mengalami penurunan aktivitas fisik, tetapi hal ini belum diketahui penyebabnya.

Sekarang para ilmuwan telah menemukan hubungan antara kurangnya hormon ovarium dan perubahan pusat kesenangan di otak, suatu daerah di otak yang memproses dan memperkuat pesan yang terkait dengan penghargaan, kesenangan, aktivitas, dan motivasi untuk melakukan latihan fisik.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior, peneliti membandingkan aktivitas fisik tikus yang memiliki tingkat kebugaran yang sangat tinggi dengan tikus yang memiliki tingkat kebugaran yang lebih rendah. Mereka meneliti aktivitas tikus yang memutar roda di dalam kandang sebelum dan setelah indung telur tikus diangkat. Mereka juga meneliti perubahan ekspresi gen pada reseptor dopamin di dalam pusat kesenangan otak.

“Wanita pasca menopause lebih rentan mengalami kenaikan berat badan dan masalah kesehatan,” kata Victoria Vieira-Potter, asisten profesor nutrisi dan fisiologi olahraga di University of Missouri. “Hal ini membuat wanita menjadi putus asa terutama wanita yang sudah mengalami perubahan tubuh yang nyata. Kami menemukan bahwa penurunan aktivitas fisik yang mengarah pada bertambahnya berat badan dapat disebabkan oleh perubahan aktivitas otak.”

Kelompok tikus yang sangat bugar memiliki lebih banyak aktivitas di pusat kesenangan otak, yang berhubungan dengan makin cepat ia memutar roda sebelum dan setelah hilangnya hormon ovarium. Namun, tikus yang sangat bugar memperlihatkan penurunan yang nyata dalam aktivitas memutar roda setelah indung telurnya diangkat.

Penurunan aktivitas memutar roda ini juga secara nyata berhubungan dengan penurunan kadar dopamin, yang menunjukkan bahwa pusat kesenangan otak terlibat dalam hal ini.

“Kami menemukan bahwa pada kedua kelompok tikus, perubahan hormonal sejak menopause menyebabkan perubahan dalam otak yang diterjemahkan menjadi berkurangnya aktivitas fisik,” kata Vieira-Potter.

“Temuan memastikan bukti sebelumnya pada manusia dan tikus bahwa penambahan berat badan yang terjadi setelah menopause cenderung disebabkan karena penurunan aktivitas fisik secara keseluruhan daripada peningkatan asupan energi dari makanan. Memahami apa yang menyebabkan penurunan aktivitas yang mengakibatkab bertambahnya berat badan memungkinkan kita untuk mengaktifkan reseptor dopamin, untuk melestarikan motivasi fisik lebih aktif. “(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular