Oleh Huang Kaixi

Islamic State/IS kembali kehilangan satu basis militer mereka yang berada di Suriah, ribuan kendaraan dan militan IS secara konvoi meninggalkan Manbij pada 12 Agustus 2016. Adegan itu sempat terekam oleh pesawat pengintai tanpa awak milik AS.

Manbij yang terletak di bagian utara Suriah itu memiliki penduduk pada saat sebelum terjadi peperangan adalah 100.000 jiwa. Tempat itu termasuk salah jalur utama yang menghubungi Suriah dengan Turki. IS kehilangan kota ini berarti bakal kesulitan untuk keluar masuk Suriah.

TV Saluran beritan Inggris Channel Four menyiarkan suasana gembira masyarakat merayakan penarikan mundur pasukan IS dari Manbij. Mereka ada yang membakar bendera IS, yang pria memangkas habis janggut mereka dan yang wanita membakar kain penutup muka dan menitiskan air mata gembira.

Menurut laporan New York Times, warga setempat membenarkan kejadiann penarikan militan IS dari Manbij saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Warga setempat bernama Adnan al-Hussein mengatakan, “Manbij sudah bebas. Sekitar 2.000 kendaraan dan sejumlah pasukan IS secara berkonvoi meninggalkan Manbij pergi mengarah ke daerah Jarabulus. Tetapi mereka juga menyandera warga sipil yang dijadikan perisai manusia untuk menghindari adanya serangan kepada mereka.”

Dalam beberapa pekan terakhir AS mulai aktif menyerang basis militan IS di Manbij. AS mengirim  lebih dari 300 orang penasihat pasukan khusus untuk membantu mengatur strategi dan ide penyerangan dari pusat komando yang letaknya tak jauh dari medan pertempuran. Selama 20 hari terakhir ini sudah lebih dari 100 kali serangan ke basis militan IS dilakukan melalui udara.

AS pekan lalu baru selesai membantu pemerintah Libya untuk merebut kota Surt yang sudah selama lebih dari setahun diduduki IS. AS mengirim pesawat tempur dan pesawat pengintai tak berawak untuk menyerang kelompok militan di kota itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular