Bayangkan perasaan kelelahan kronis dapat menguras setiap tetes energi tubuh Anda. Lebih dari itu, Anda merasa seolah-olah terserang infeksi. Tenggorokan sakit, tubuh sakit, memori dan kemampuan untuk berkonsentrasi terganggu.

Epoch Times mewawancarai seorang naturopati (metode pengobatan yang menggunakan sarana alami seperti makanan, latihan fisik, panas, udara, air, cahaya, dan sarana fisiologis lainnya), Dr. Chad Larson, untuk memahami apa yang menyebabkan terjadinya kelelahan kronis, mengapa begitu sulit untuk mendiagnosanya, dan bagaimana mengobatinya secara holistik.

ET: Ketika dokter berbicara tentang kelelahan, mereka sering mengacu pada kelenjar adrenal. Bagaimana adrenal cocok dalam persamaan dari kelelahan kronis?

Dr. Chad: Kelenjar adrenal menanggapi berbagai jenis stres: stres mental ataupun emosional (ketika orang mengatakan, “Saya merasa tertekan”) dan stres biokimia (alergi makanan dan kepekaan, serta ketidakseimbangan gula darah). Ada juga stres fisik (cedera yang belum sembuh, sakit kepala kronis, atau nyeri leher).

Ini semua bisa memicu respon adrenal, yang biasanya menghasilkan pelepasan kortisol, seperti anti-inflamasi alami. Ketika kortisol naik, rasa sakit biasanya mereda. Hal ini juga membantu keseimbangan gula darah.

Namun ketika adrenal menanggapi situasi stres kronis, kortisol bisa terlalu tinggi. Hal ini dapat memengaruhi hippocampus, yang dapat menyebabkan masalah mental dan emosional.

Jika adrenal terlalu banyak bekerja, maka kadar kortisol bisa anjlok. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat memengaruhi fungsi keseluruhan sistem yang berkaitan dengan peradangan dan keseimbangan gula darah.

Hal itu ada di dalam korteks adrenal, di bagian luar kelenjar adrenal. Bagian dalam kelenjar disebut medula adrenal. Ia menghasilkan adrenalin. Jika terlalu banyak produksi adrenalin, dapat membuat seseorang dalam keadaan cemas atau silih berganti merasa cemas dan depresi.

Pada berbagai faktor, apa yang terjadi pada kelenjar adrenal pasti dapat menyebabkan gangguan tidur, yang seringkali merupakan gejala kelelahan kronis.

ET: Bicara tentang pengobatan. Pengobatan konvensional apa bagi kelelahan kronis, dan apa yang Anda rekomendasikan?

Dr. Chad: Itu tergantung pada gejala utama pasien. Sering kali, depresi adalah hal utama yang membelit seluruh penderita kelelahan kronis, sehingga mereka sering kali diobati dengan antidepresan.

Dalam beberapa kasus, ini bisa sangat membantu, tapi saya selalu ingin menggali hingga ke tingkat bawah berikutnya dan mencari cara untuk memengaruhi sistem mereka sehingga neurotransmitternya seimbang, dan tidak lagi menderita depresi. Jika kita hanya mengobati gejala kelelahan kronis, mungkin tidak sampai ke penyebab yang mendasari kondisi ini muncul.

Perawatan saya berdasarkan pada gejala-gejala kunci untuk pasien tertentu. Saya bukan dokter medis konvensional. Saya memiliki ijin resmi untuk meresepkan obat, tapi saya lebih suka tidak melakukannya. Namun bagi praktisi yang lebih berbasis farmasi, antidepresan mungkin pengobatan utama mereka.

Saya melihat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Orang dengan kelelahan kronis sering kali menderita seperti alergi makanan, usus bocor, infeksi bakteri, dan bakteri usus tidak seimbang. Bagi saya, kesehatan usus benar-benar inti pengobatan, dan ini dapat sedikit bervariasi pada tiap-tiap orang.

Terutama dalam bentuk pengobatan saya, kami tidak mengobati kondisinya, kami mengobati manusia. Dan di situlah akan menjadi banyak individualitas.

Pertama, kami harus melihat apakah pasien menderita anemia. Jika memiliki zat besi, B12, atau asam folat yang rendah, maka gejala nomor satu adalah kelelahan. Dan memperbaikinya tidak semudah hanya memberikan zat besi atau B12 saja. Arti anemia sesungguhnya adalah oksigen tidak sampai ke otak. Jika oksigen tidak bisa ke otak, mereka akan menjadi lelah.

Selain itu ada faktor gaya hidup yang perlu dipertimbangkan, seperti kafein dan alkohol. Kami ingin secara dramatis mengurangi atau menghilangkannya karena mereka dapat memengaruhi energi seseorang.

Kami juga mengharuskan berlatih kebiasaan tidur yang baik. Bagi orang yang menderita kelelahan, salah satu daftar yang perlu mereka perhatikan dalam konsultasi awal, pertanyaan pertama selalu seputar kualitas tidur yang buruk. Jika mereka memiliki kualitas tidur yang buruk, tentu saja mereka akan merasa lelah di siang hari.

Apakah mereka memiliki hipotiroidisme? Lalu kita harus menelaahnya. Apakah mereka memiliki hipoglikemia (gula darah rendah)? Ini mengarahkan kembali pada kelenjar adrenal. Ketika seseorang berada dalam kondisi stres kronis dan kortisol rendah karena kekurangan adrenal, tingkat gula darah yang rendah akan menyebabkan kelelahan pada siapa pun.

Hal-hal ini yang harus segera kami ketahui karena sering kali kami dapat mengatasi masalah dengan obat-obatan yang cukup mendasar.

Kami juga harus membuat mereka bergerak. Sulit dilakukan, karena ditujukan untuk penderita kelelahan kronis, gaya hidup mereka yang statis hanya akan mengakar semakin dalam dan lebih dalam. Jadi kami harus membuat mereka bergerak.

Bisa saja mereka didorong hanya melakukan jalan kaki selama 15-20 menit kaki setiap hari. Tapi karena kami mengatasi pada faktor-faktor lain tersebut (tiroid, adrenal, glukosa, anemia, diet, tidur), setelah semua hal membaik, maka kami dapat membantu meningkatkan latihan mereka, bahkan melebihinya.

Ada banyak informasi yang menunjukkan bahwa HIIT (pelatihan interval intensitas-tinggi) sangat baik untuk membantu penderita kelelahan kronis. HIIT meningkatkan mitokondria seseorang. Dalam pikiran saya, mitokondria benar-benar berada di akar kelelahan kronis. Mitokondria adalah mesin kecil di semua sel.

Kita sekarang memahami lebih banyak tentang bagaimana menjaga mitokondria yang sehat dan yang lebih penting, bagaimana meningkatkan jumlah mitokondria dalam sel kita.

Setiap sel dalam tubuh manusia memiliki ratusan mitokondria. Penderita kelelahan kronis mungkin memiliki lebih sedikit mitokondria dalam setiap selnya. Mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menuju ke titik di mana penderita dapat melakukan latihan intensitas tinggi, tetapi HIIT telah terbukti secara signifikan meningkatkan jumlah mitokondria per sel.

Sekarang kita menggali esensi dasarnya. Ini adalah fundamental, alasan yang mendasari kelelahan mereka. Ini jauh lebih baik daripada memberi mereka obat antidepresi. Kami sedang berusaha membangun struktur jaringan mereka.

Dari sudut pandang asupan, kita harus meninggalkan aneka asupan seperti makanan manis, soda, dan minuman energi karena efeknya pada adrenal.

Hidrasi juga sangat penting. Hanya mengalami dehidrasi dalam batas minimal bisa menyebabkan kelelahan dan nyeri otot, merupakan beberapa gejala yang diderita oleh orang dengan kondisi ini. Kebanyakan penderita tidak cukup minum air. Mereka pikir telah melakukannya, tetapi ternyata tidak.

Kami harus memastikan bahwa mereka memiliki pola makan yang sehat. Protein harus menjadi pusat dari asupan anti lelah. Tidak harus protein hewani, namun protein merupakan kebalikan dari apa yang makanan manis lakukan.

Gula menyebabkan gula darah dan insulin mandek dan kemudian anjlok, hal ini yang akan menyebabkan kelelahan. Protein adalah seperti tetes makanan bagi gula darah. Menciptakan energi berkelanjutan yang baik.

Saya selalu memeriksa penderita kelelahan kronis, kepekaannya terhadap makanan, dan seringkali kami temukan bahwa gluten atau susu yang menjadi masalah, sehingga kami harus membuat si pasien meninggalkannya. Kami juga harus memastikan mereka akan makan lebih banyak sayuran.

Seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan lemak trans yang sebagian terhidrogenasi harus benar-benar dihapus dari asupan mereka.

Banyak dari hal-hal ini hanyalah kembali ke dasar. Namun terkadang hal-hal mendasar ini telah dilupakan orang.

ET: Kita semua rentan terhadap aspek-aspek dasar kesehatan. Jadi apa yang membuat seseorang lebih rentan terhadap kelelahan kronis?

Dr. Chad: Alasan mengapa seseorang bisa menderita sindrom kelelahan kronis, dan orang lain mungkin tidak akan kembali ke microbiome tersebut. Microbiome manusia sangat bervariasi antara satu sama lain. Meski genetika kita adalah 99,9 persen sama, namun microbiome kita sangat, sangat berbeda.

Sekarang kita mengetahui seberapa banyak microbiome yang memengaruhi 1/100 perbedaan genetika kita, itu menjelaskan mengapa seseorang mungkin mendapatkan sindrom kelelahan kronis, dan orang lain mungkin tidak, bahkan sekalipun mereka berasal dari keluarga yang sama.

Inilah di mana banyak penelitian berlangsung. Orang mungkin memiliki gen yang sangat mirip, tetapi bisa jadi microbiome yang menjadi faktor pembeda utama diantara keduanya.

ET: Berbicara tentang hambatan dalam pemulihan. Saya pernah membaca bahwa sering kali ketika orang membuat kemajuan pada kondisi mereka, mereka dapat mengalami kemunduran dramatis, dan untuk mendaki kembali dapat membuat benar-benar frustasi.

Dr. Chad: Sulit untuk tetap melakukan protokol seperti ini. Menurut pendapat saya, kompleksitas kondisi perlu diimbangi dengan kompleksitas protokol pengobatan. Ini adalah kondisi yang kompleks yang memerlukan perawatan yang rumit dan komprehensif.

Terus terang, sulit bagi banyak orang untuk tetap bertahan. Kami dapat membuat rencana perawatan yang sempurna, tetapi jika tidak dipatuhi, maka kita hanya akan melihat persentase tertentu dari perbaikan.

Menghindari semua makanan ini, bisa mengisolasi orang secara sosial, karenanya banyak yang tergelincir pada masalah ini. Mereka mungkin lebih memilih pizza dan kue di sebuah pesta, dan itu bisa berakibat pengaturan terapi kembali selama beberapa bulan karena menciptakan seperti respon inflamasi dalam sistem mereka.

Yang akan menciptakan riam aktivasi kekebalan dan bahan kimia inflamasi yang akan berlangsung selama berminggu-minggu. Sungguh disayangkan apabila hal itu terjadi, tapi begitulah yang terjadi.

Banyak dari masalah ini sudah menjadi gaya hidup. Stres adalah suatu faktor besar dalam kelelahan kronis, orang yang memiliki komponen adrenal ini harus mengubah gaya hidupnya agar tidak terkena stres.

Tentu saja stres merupakan hal-hal individual, merupakan interpretasi dari stres yang saya bicarakan. Mungkin sampai ke titik di mana seseorang memiliki ambang batas stres yang sangat, sangat rendah.

Kita mungkin mencoba untuk menaikkan ambang batas, sehingga stres tidak memiliki banyak efek pada orang, tetapi untuk sementara waktu, ambang batasnya bisa sangat rendah, dan dibutuhkan pemicu kecil pada tubuh mereka untuk melompati ambang batas itu. Tiba-tiba, mereka menanggapi dengan penuh stres.

Jadi beberapa aspek tertentu dalam kehidupan mereka harus ditinggalkan agar dapat benar-benar sembuh. Jika kita tidak bisa menghilangkannya, kita tidak akan bisa maju.

ET: Kedengarannya orang yang berada dalam pemulihan dari kelelahan kronis perlu melihat permainan panjang tersebut. Bahkan sekalipun protokol tersebut mengisolasi dan terlibat diawal, dibutuhkan ketekunan untuk melewati rintangan.

Dr. Chad: Tepat sekali. Ini maraton, bukan sprint. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Selesai

Share

Video Popular