Oleh Fang Xiao

Fraksi Jiang Zemin memanfaatkan pertemuan Beidaihe untuk meniupkan rumor yang menyebutkan bahwa terjadi perbedaan tajam dalam menangani isu ekonomi antara Xi Jinping dengan Li Keqiang.

Namun hal ini langsung dibantah oleh media Hongkong yang mengatakan bahwa rumor itu sama sekali tidak berdasar dan beralasan. Sebelumnya, media Hongkong berlatar belakang fraksi Jiang acap kali meniupkan desas-dasus yang berintikan Xi dan Li sudah tidak akur.

Media asing berbahasa Mandarin ‘Boxun’ yang katanya mengutip ucapan dari sumbernya di Zhongnanhai, pada 10 Agustus 2016 melaporkan bahwa dalam pertemuan di Beidaihe itu, terjadi adegan di mana Xi Jinping langsung maju ke panggung untuk mengambil alih tanggung jawab ekonomi secara keseluruhan karena mundurnya Li Keqiang.

Dengan demikian maka Li selanjutnya hanya berperan sebagai  pendamping. Disebutkan pula dalam laporan ‘Boxun’ itu bahwa sejumlah reformasi ekonomi penting yang sedang dilaksanakan oleh Dewan Negara dengan Perdana Menterinya Li Keqiang minta segera dihentikan termasuk reformasi terhadap perusahaan BUMN Tiongkok, inovasi-inovasi baru di bidang keuangan dan lain sebagainya.

Media Hongkong ‘Mingpao’ pada 14 Agustus 2016 menerbitkan artikel ulasan yang ditulis oleh Ruan Jihong yang menyebutkan, banyak rumor beredar di masyarakat saat pertemuan Beidaihe sedang berlangsung, antara lain soal arah pembangunan ekonomi Li Keqiang yang dinilai kurang tepat oleh Xi Jinping, sehingga beredar rumor “Li Keqiang bahkal ‘kena semprot’ di pertemuan Beidaihe”.

Sama juga dengan banyak desas-desus lainnya, rumor ini juga tidak benar. Mana mungkin reformasi kelembagaan utama di Tiongkok bisa diputuskan oleh seseorang tanpa melalui musyawarah dan konsensus di dalam Partai Komunis Tiongkok/PKT.

Media corong pemerintah ‘Renmin Rebao’ (Harian Rakyat) menjadi satu-satunya ‘bukti’ penyebaran berita soal Xin Jinping ‘mengambil alih wewenang’ menangani bidang ekonomi dari Li Keqiang. Artikel  di media itu memang terdapat tulisan yang menyuarakan adanya beberapa kebijakan ekonomi yang dianggap kontroversial saat itu. Namun itu tidak bijak jika disimpulkan sebagai Xi Jinping menarik kembali seluruh wewenang yang sudah dipercayakan kepada Dewan Negara.

Jelas, para pemimpin senior di Zhongnanhai menyadari akan desas-desus yang sudah menyebar luas di masyarakat, sehingga memerintahkan media untuk memperbanyak paparan yang berkaitan dengan aktivitas kenegaraan Li Keqiang sebagai upaya untuk menangkis rumor.

Artikel juga menyebutkan bahwa Dewan Negara merupakan lembaga yang menerbitkan berbagai kebijakan negara secara hukum yang tidak mungkin bisa ditumpangi orang atau kekuatan lain yang mencoba untuk melepas kerangka kewenangan dari lembaga itu.

Rumor-rumor negatif tentang hubungan antara Xi dengan Li banyak ditiupkan oleh media-media yang memang sudah cukup lama membela Jiang Zemin. Demikian analisa komentator politik media AS ‘aboluowang’.

Media Hongkong: Kerjasama Xi – Li berjalan lancar

Pada 26 Juli lalu Xi Jinping memanggil rapat anggota politbiro dan memutuskan untuk mengadakan Kongres keenam pada Oktober mendatang. Rapat menyimpulkan bahwa tekanan ekonomi Tiongkok masih besar. Oleh karena itu disepakati untuk merealisasikan kelima tugas penting yakni, mendesak percepatan reformasi yang bersifat struktural untuk menyelesaikan masalah kelebihan kapasitas baik menyangkut produksi maupun sisa stok, mengurangi biaya dan leveraging yang ada, menutup celah-celah ekonomi.

Berharap ada peningkatan efisiensi dalam mengalokasikan sumber daya melalui kompetisi pasar yang efektif. Rapat juga mempelajari situasi ekonomi saat ini dan menetapkan target pencapaian ekonomi untuk paro kedua tahun ini.

Keesokan harinya, PM. Li Keqiang langsung mengadakan rapat kerja di Dewan Negara untuk menerbitkan beberapa dasar hukum yang dianggap perlu dalam menunjang tugas yang disebutkan di atas. Selain itu juga menetapkan aturan-aturan yang dapat menunjang peningkatan industri dan mendorong berkembangnya usaha mikro kecil.

Pada 28 Juli, media Hongkong ‘Harian Ekonomi’ memuat sebuah artikel tulisan Yu Mu yang isinya menggambarkan bahwa hubungan  antara Xi Jinping dengan Li Keqiang cukup baik, mereka seiya sekata dalam melaksanakan tugas, tidak seperti yang didesas-desuskan di luar.

Yu Mu mengatakan, sesuai tugas yang diberikan maka Li Keqiang bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi. Tetapi Xi Jinping yang layaknya seperti presiden direktur dari sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas arah pengembangan dan strategi perusahaan, sedangkan Li Keqiang sebagai CEO yang menangani operasional. Mereka berada dalam posisi yang berbeda. Kalaupun sampai masing-masing menyampaikan pendapat yang tidak sepenuhnya sama juga sah-sah saja.

Media berlatar belakang fraksi Jiang mengeluarkan rumor yang ‘mengadu domba’.

Semenjak Sidang Paripurna ke 18 PKT Xi Jinping dan Li Keqiang menggantikan kedudukan Hu Jintao dan Wen Jiabao, media yang berlatar belakang fraksi Jian Zemin terus mengeluarkan rumor-rumor berbau ‘adu domba’, mendesas-desuskan seolah mereka berdua selama ini memiliki perbedaan yang tajam dalam menangani permasalahan di Tiongkok, bahkan dikatakan bahwa Li Keqiang sudah dikucilkan oleh Xi Jinping dan sebagainya.

Media Hongkong ‘ZhongGuoMiBao’ pernah melaporkan, setelah era Hu Jintao, Wen Jiabao berakhir, Jiang Zemin memprovokasi ‘pertempuran hidup mati’ antar kelompok dengan ‘Gang Pangeran’ (sebutan bagi wadah perkumpulan para keturunan tokoh-tokoh nasional Tiongkok). Saat ini, Zhou, Xu, Guo, Bo, Lin dan mantan pejabat tinggi itu sudah ditelan waktu, tetapi melalui upaya untuk mendukung Li Keqiang, malahan membuat gesekan antara Li dengan Xi Jinping berkembang lebih tajam.

Laporan juga mengatakan, perselisihan antar keduanya paling tidak akan terus  berlangsung sampai Sidang Paripurna ke 19. Dari berbagai informasi dapat disimpulkan bahwa kedudukan Li Keqiang tidak aman, Xi Jinping berharap bisa mengangkat Han Zheng untuk menggantikan kedudukan Li Keqiang, menangani masalah-masalah di Dewan Negara.

Isu yang dilaporkan oleh beberapa media berlatar belakang Jiang itu tampaknya masih sejalan dengan isu yang disampaikan oleh media ‘Boxun’. Isu-isu tersebut memiliki inti yang tak jauh berbeda, yakni ingin memecah belah kubu Xi Jinping. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular