Oleh: Lin Yan

Teleskop ruang angkasa Hubble telah menemukan sepasang galaksi kerdil sedang meninggalkan ruang galaksi yang tandus di angkasa, dan siap memasuki wilayah antaplanet yang kaya dengan materi. Menurut astronom, ini adalah kesempatan yang baik untuk mendalami studi terkait evolusi dan pertumbuhannya.

Erik Tollerud, pemimpin studi dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland, AS, seperti dilansir laman ScienceAlert Australia, mengatakan, “Citra dari pengamatan Hubble mungkin snapshot dari galaksi kerdil semasa awalnya. Dengan mempelajari lebih lanjut sepasang galaksi ini dan galaksi sejenis lainnya dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang pembentukan dan evolusi galaksi kerdil.”

Kedua galaksi kerdil bernama Pisces A dan B ini telah menghabiskan sebagian besar keberadaan mereka di ruang dari galaksi tandus yang mencakup wilayah sekitar150 juta tahun cahaya. Secara astronomis, galaksi yang tandus ini disebut Local Void.

Para peneliti memperkirakan, keberadaan Pisces A dan B di daerah tandus tersebut telah berlangsung sekitar seratus juta tahun lamanya, dan tidak berbenturan dengan bintang apa pun, sehingga perbendaan waktu awal pembentukannya juga tidak jauh berbeda.

Sepasang galaksi kerdil sama-sama berada di daerah yang tandus di alam semesta.(NASA, ESA, and E. Tollerud (STScI))
Sepasang galaksi kerdil sama-sama berada di daerah yang tandus di alam semesta.(NASA, ESA, and E. Tollerud (STScI))

Kedua galaksi kerdil ini akan segera meninggalkan daerah yang tandus di ruang kosmik, menuju ke ruang galaksi dan sekumpulan bintang-bintang di ruang angkasa. Para peneliti berharap mereka bisa berkembang lebih cepat, dan melahirkan jutaan bintang.

“Galaksi-galaksi ini mungkin telah menghabiskan sebagian besar waktunya di tanah tandus. Jika benar, tanah yang tandus telah menyebabkan pertumbuhan mereka menjadi lambat,” kata Erik Tollerud.

Menurut Erik Tollerud, di masa lalu, galaksi mengandung hydrogen dengan konsentrasi yang relatif tinggi, yang merupakan bahan baku pembentukan bintang. Namun, materi dari kedua galaksi kerdil ini tampaknya lebih banyak menyimpan materi aslinya, bukan materi melimpah yang terkandung pada galaksi sekarang ini, karena selama ini, sejarah dari kedua galaksi ini relatif lebih jarang membentuk bintang.

Menurut laporan, dibandingkan dengan galaksi tipikal yang menghasilkan bintang di sekitar galaksi Bima Sakti, volume galaksi Pisces A dan B sangat kecil juga gelap. Para peneliti lebih dulu menggunakan teleskop radio untuk menentukan awan hidrogen, dan mendeteksi disana terdapat galaksi yang ekstrim gelap, kemudian menggunakan kamera survey Hubble (ACSAdvanced Camera for Surveys) menyaring kedua galaksi ini di antara 30-50 galaksi.

Hingga saat ini, para ilmuwan belum mengetahui secara pasti kapan kedua galaksi akan mulai berkembang dan membentuk bintang baru. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular