JAKARTA – Berdasarkan temuan  Nielsen Advertising Information Services menunjukkan pertumbuhan belanja iklan tahun ini memperlihatkan pergerakan yang positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 18% di semester pertama 2016 ini. Secara keseluruhan, sepanjang semester pertama 2016 total belanja iklan meningkat menjadi Rp 67,7 Triliun.

Kontributor utama untuk pertumbuhan belanja iklan masih dari media TV sebesar Rp 51,9 Triliun, meningkat 26% dari periode yang sama di tahun 2015 lalu. Belanja iklan di media TV ini didikuti dengan belanja iklan di media cetak seperti majalan dan koran.

“Belanja iklan di semester pertama tahun ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan belanja iklan di media televisi, sementara itu pertumbuhan belanja iklan di media cetak juga terlihat cukup stabil,” kata Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia, Hellen Katherina dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menurut Hellen, angka ini merupakan indikasi yang baik, dimana terlihat para pengiklan perlahan-lahan mulai bergairah kembali. Ditambah dengan stabilitas ekonomi terus meningkat, bisa jadi tren pertumbuhan belanja iklan di semester kedua diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

Peningkatan belanja iklan dari TV terus meningkat dari tahun ke tahun, dibandingkan pada 2012 hanya Rp 24,2 triliun, pada 2013 menjadi Rp 32,4 triliun, selanjutnya pada 2014 mencapai Rp 37,4 triliun, berikutnya pada 2015 Rp 41,2 triliun dan melonjak pada 2016 menjadii Rp 51,9 triliun.

Dibandingkan dengan surat kabar, majalah dan tabloid, walaupun stabil tapi menunjukkan adanya angka penurunan. Belanja iklan dari surat kabar pada 2012 berjumlah Rp 13,6 triliun, pada 2013 meningkat Rp 15,6 triliun, sedangkan pada 2014 berjumlah Rp 16,4 triliun, pada 2015 sedikit mengalami penurunan Rp 15,2 triliun dan pada 2016 berjumlah Rp 15,0 triliun.

Adapun Majalah dan Tabloid angka dari tahun ke tahun juga menunjukkan angka stabil, pada 2012 belanja iklan mencapai Rp 1,1 triliun, Setahun berikutnya 2013 berjumlah Rp 1,0 triliun, pada 2014 mencapai Rp 1,1 tirliun sedangkan pada 2015 mencapai Rp 0,9 triliun dan pada 2016 berjumlah Rp 0,8 triliun.

Informasi belanja iklan dikumpulkan dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Mencakup 15 stasiun TV, 99 surat kabar dan 123 majalah dan tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon dan promo. Consumer Media View adalah survei yang dilakukan Nielsen secara rutin di 11 kota di Indonesia. Pertanyaan survei mencakup kebiasaan dalam mengkonsumsi media dan mengkonsumsi berbagai produk.  (asr)

Share

Video Popular