JAKARTA – Survei yang diselenggarakan oleh Nielsen menunjukkan sepanjang Januari-Juni 2016, sepuluh kategori produk dengan belanja iklan tertinggi juga meraih pertumbuhan yang positif. Pada urutan pertama Pemerintahan, organisasi politik dan produk rokok merupakan yang paling besar mengeluarkan belanja iklan.

“Kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik masih menjadi pengiklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp3,8 Triliun dan tumbuh 40 persen, disusul oleh Rokok Kretek dengan total belanja iklan Rp 3,5 Triliun dan pertumbuhan sebesar 53%,” kata Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia, Hellen Katherina dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Temuan Nielsen menunjukkan, pengiklan terbesar ketiga adalah Perangkat dan Layanan Komunikasi dengan total belanja iklan sebesar Rp2,5 Triliun dan mengalami pertumbuhan 27% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kategori Perawatan Rambut menghabiskan belanja iklan sebesar  Rp2,5 Triliun dengan pertumbuhan 20%.

Kopi dan Teh tumbuh 24% menjadi Rp2,3 Triliun dan Perawatan Wajah tumbuh 31% menjadi Rp2,2 Triliun. Kategori Layanan Online berada di urutan ke tujuh menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi yaitu sebesar 66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan nilai belanja iklan menjadi Rp2,2 Triliun. Sedangkan biskuit dan makanan ringan dengan total nilai belanja Rp 1,9 triliun dibandingkan tahun lalu nilai pertumbuhan sebesar 35%.

Sementara itu merek-merek dengan belanja iklan tertinggi sepanjang Januari-Juni 2016 adalah Dunhilll (rokok kretek) dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 488,9 Miliar, disusul oleh Indomie dengan total belanja iklan sebesar Rp451 Miliar.

Pengiklan terbesar Januari -Juni 2016 (Nielsen)
Pengiklan terbesar Januari -Juni 2016 (Nielsen)

Adapun bulan Ramadhan menghantarkan sirup Marjan menjadi pengiklan terbesar ketiga dengan total belanja iklan sebesar Rp366 Miliar. Berikutnya adalah Pemda Riau dan Traveloka dengan total belanja iklan masing-masing sebesar Rp334 Miliar dan Rp 326 Miliar. IndosatOoredo IM3 menjadi pengiklan terbesar lainnya dengan nilai sebesar Rp303 Miliar, Pepsodent Rp 301,7 miliar dan Partai Perindo Rp 279,7 miliar.

Informasi belanja iklan dikumpulkan dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Mencakup 15 stasiun TV, 99 surat kabar dan 123 majalah dan tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon dan promo. Consumer Media View adalah survey yang dilakukan Nielsen secara rutin di 11 kota di Indonesia. Pertanyaan survey mencakup kebiasaan dalam mengkonsumsi media dan mengkonsumsi berbagai produk.  (asr)

Share

Video Popular