Oleh: Lin Cong Wen

Tempat itu tidak bisa dilihat oleh mata kita, dan kekuatan di sana juga tidak dapat kita diketahui oleh indera kita. Tetapi, bumi tempat tinggal kita ini kini sedang menuju ke sana. Tempat itu ditemukan oleh astronom pada 40 tahun lalu ketika  menggambar latar belakang gelombang mikro kosmik, namun, sejauh ini penyebabnya belum diketahui.

Menurut perhitungan astronom, jarak tempat itu dari bumi kita sekitar 200 juta tahun cahaya jauhnya, memancarkan suatu kekuatan yang tak terbatas, menarik ratusan ribu galaksi ke sana, sehingga para astronom menyebutnya “the Great Attractor (penarik besar).

Meskipun sejak tahun 1970-an, para astronom telah mendeteksi kecepatan Great Attractor, seperti misalnya galaksi kita melesat ke Great Attractor dengan kecepatan 2.16 juta km per jam (600 km/detik), dan mengamati galaksi atau fenomena lainnya di sana, namun sejauh ini sifat dan asal dari Great Attractor itu belum diketahui secara pasti, demikian dilansir dari laman CBS (18/8/2016).

The Great Attractor atau penarik besar adalah sumber dari kekuatan raksasa yang misterius, tapi penarik besar itu hanya sebuah ruang, yang terletak di pusat Hydra-Centaurus Supercluster.

Penarik besar bersembunyi di balik galaksi Bima Sakti

Menurut laporan, penarik besar mungkin berada di belakang galaksi, dan tetap misterius karena terhalang oleh sejumlah besar bintang, gas dan debu serta materi lainnya di pusat galaksi Bima Sakti. Oleh para ilmuwan, area yang dihalangi galaksi Bima Sakti itu disebut “The Zone of avoidance.” Ilmuwan menemukan banyak galaksi di  area The Zone of Avoidance (kawasan yang tak bisa diakses dengan teleskop) menggunakan X- ray.

Ratusan galaksi yang bersembunyi di belakang Bima Sakti. (ICRAR Video screenshot)
Ratusan galaksi yang bersembunyi di belakang Bima Sakti. (ICRAR Video screenshot)

Dalam “Astronomical Journal” edisi Februari 2016, astronom dari The International Centre for Radio Astronomy Research-ICRAR menyebutkan bahwa teleskop radio Parkes di CSIRO tiba-tiba menemukan ratusan galaksi baru di The Zone of Avoidance, dan tidak bisa menjelaskan mengapa galaksi-galaksi yang bersembunyi begitu lama ini tidak teramati.

Para astronom mengatakan bahwa temuan baru atas galaksi-galaksi ini mungkin dapat membantu menjelaskan faktor terbentuknya “The Great Attractor.”

Kekuatan the Great Attractor (penarik besar)

Laporan menyebutkan, karena cakupan dari daya tarik Great Attractor ini sangat luas, sehingga sulit digambarkan dengan konsep konvensional, jadi untuk memahaminya diperlukan dari galaksi yang ditariknya.

The Great Attractor terletak di pusat Hydra-Centaurus Supercluster di sekitar Virgo supercluster, dan mempengaruhi kluster galaksi di sekitarnya serta gerakan ratusan ribu galaksi, sementara cakupan penyebaran kekuatanya mencapai sekitar 400 juta tahun cahaya.

Gerakan the Great Attractor

Keberadaan Virgo supercluster tidak dalam keadaan terisolasi, ia dan Hydra-Centaurus Supercluster serta 300-500 superkluster gugus galaksi kembali membentuk Laniakea Supercluster yang lebih besar, menduduki ruang berdiameter sekitar 520 juta tahun cahaya.

(Kiri) Alam semesta yang teramati (warna merah menunjukkan posisi galaksi Bima Sakti kita di cluster galaksi) (Kanan) Kluster galaksi di galaksi Bima Sakti.  (Wikipedia)
(Kiri) Alam semesta yang teramati (warna merah menunjukkan posisi galaksi Bima Sakti kita di cluster galaksi) (Kanan) Kluster galaksi di galaksi Bima Sakti. (Wikipedia)

The Great Attractor tidak dalam keadaan statik, karena ia akan bergerak menuju Shapley Supercluster mengikuti Laniakea Supercluster.

Sementara di alam semesta, kluster galaksi seperti Laniakea Supercluster, Shapley Supercluster ini hampir tak terbatas jumlahnya. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular