Penyebab paling umum dari kram otot saat berolahraga adalah kurangnya asupan garam, demikian laporan dari University of Oklahoma (Sports Medicine, April-Mei 2007).

Para penulis mengutip studi tersebut terhadap pemain tenis dan sepak bola yang menunjukkan bahwa penderita kram otot cenderung berkeringat asin, dan atlet triathlon yang mengalami kram, akan kehilangan lebih banyak garam selama perlombaan dibanding rekannya yang tidak mengalami kram. Mereka menemukan bahwa saline intravena dapat membalikkan kram, dan mengonsumsi lebih banyak garam dalam makanan atau minuman olahraga dapat membantu mencegah kram panas.

Sampai saat ini, teori terkemuka adalah bahwa sebagian besar kasus kram otot pada atlet yang kompetitif disebabkan oleh “stretch reflex” yang berlebihan. Ketika Anda meregangkan otot, akan menarik pada tendonnya. Meregangkan saraf refleks pada tendon yang mengirim pesan kembali ke sumsum tulang belakang (bukan otak), dan kemudian “stretch reflex” di sumsum tulang belakang mengirim pesan sepanjang saraf dari tulang belakang menyebabkan otot berkontraksi. Selama kelelahan, otot mempertahankan kontraksi untuk membentuk kram.

Sebuah studi dari Afrika Selatan menunjukkan bahwa penyebab yang paling mungkin adalah kelelahan otot atau robeknya otot itu sendiri. Jika ini benar, maka apabila terjadi kram otot selama lomba ketahanan dapat dicegah dengan memperlambat laju ketika Anda merasa nyeri yang berlebihan dalam sekelompok otot atau menegang dalam otot. Tentu saja, atlet yang kompetitif tidak akan melakukan hal ini, dan mereka membayarnya dengan kram otot.

Selama bertahun-tahun saya telah merekomendasikan makan kacang asin atau makanan asin lainnya selama melakukan latihan berat, tapi dokter lain percaya bahwa garam tambahan akan meningkatkan tekanan darah. Jika ini menjadi masalah bagi Anda, dapat menggunakan monitor pergelangan tangan manset dan memeriksa tekanan darah setiap hari. Anda mungkin menemukan bahwa tekanan darah turun, tidak naik, dengan melakukan olahraga teratur bahkan sekalipun Anda menambahkan garam dalam menu. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular