Sembelit, meksipun bukan penyakit serius, tapi rasanya cukup menyiksa, jika tidak segera membersihkan usus dari kotoran dan mengeluarkan racun, tubuh kita akan mengalami serangkaian masalah. Untuk mengatasi sembelit, caranya cukup banyak, salah satunya dengan menyesuaikan makanan.

Berikut ini merupakan jenis makanan pembunuh sembelit, coba konsumsi secara teratur, Anda akan rasakan manfaatnya.

Wijen, biji apricot dan makanan yang kaya magnesium

Mereka yang kurang asupan magnesium rentan sembelit. Magnesium memiliki efek sebagai pencahar, melembutkan tinja, asupan magnesium yang ideal dapat membantu melancarkan BAB. Adapun makanan yang kaya dengan magnesium meliputi kacang, beras merah, kenari, pisang dan sejenisnya.

Asparagus, bawang Bombay, dan makanan yang kaya oligosakarida

Oligosakarida adalah sejenis karbohirat rantai pendek, yang berfungsi sebagai prebiotik (zat makanan yang tidak dicerna di dalam tubuh yang bermanfaat untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri yang baik di dalam usus, sehingga meningkatkan ketahanan sistem pencernaan). Hasil penelitian terkait menyebutkan oligosakarida dapat meningkatkan bifidobacteria pada ASI, dapat membantu mengatur lingkungan usus. Makanan yang kaya oligosakarida terdiri dari bawang putih, kopi, jagung, madu, aneka produk kedelai dan sebagainya.

Paprika, buah kiwi dan makanan yang kaya vitamin C

Vitamin C di dalam usus merupakan salah satu makanan dari bakteri asam laktat, dapat meningkatkan jumlah probiotik, sehingga secara tidak langsung mencegah sembelit. Makanan yang kaya vitamin C, misalnya fresh jujube atau yang sering disebut dengan nama kurma merah atau kurma Korea, jeruk dan sayuran berdaun hijau.

Acar, kecap fermentasi dan makanan yang kaya dengan asam laktat nabati

Bakteri asam laktat berkhasiat mengatasi sembelit dan menyesuaikan lingkungan usus. Di samping itu, bakteri asam laktat terdiri dari dua kategori yakni hewani dan nabati, bakteri asam laktat bersifat nabati berkhasiat mencegah sembelit. Karena bakteri asam laktat nabati merupakan lingkungan tahan asam, sehingga mampu bertahan hidup mencapai saluran usus dan memainkan fungsinya, selain itu kelangsungan hidup di dalam saluran usus juga 10 kali dari bakteri asam laktat hewani.

Minyak zaitun, minyak bunga matahari makanan yang kaya dengan asam oleat

Asam oleat bertindak sebagai emulgator, bisa melunakkan tinja di dalam usus, mendorong pembuangan tinja. Makanan yang kaya asam oleat termasuk wijen, kacang tanah, biji apricot, kenari dan buah berkulit keras lainnya.

Bahan pangan kasar (jagung, jawawut dsb kecuali gandum dan padi), sayuran dan makanan yang kaya akan serat

Serat makanan terbagi dua kategori yaitu serat larut dan serat tidak larut. Kedua jenis serat sama-sama penting bagi kesehatan pencernaan, dan mencegah kondisi-kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, konstipasi (sembelit) dan sebagainya. Serat larut dapat melunakkan tinja, meningkatkan jumlah probiotik pada saluran usus, mengatur keseimbangan ekologi mikroba. Saat di dalam tubuh serat larut akan menarik air sehingga membentuk sebuah gel untuk memperlambat pencernaan. Serat jenis ini sangat bermanfaat untuk mencegah diabetes, menurunkan kolesterol. Sedangkan serat tidak larut akan menyerap air di dalam usus, merangsang dinding usus, mempercepat peristaltik usus dan menyerap zat berbahaya, kemudian diekskresikan.

Makanan yang kaya dengan serat meliputi aneka biji-bijian dan kacang-kacangan, misalnya beras merah, kacang merah, kacang hijau, kacang buncis, makanan sejenis serat yang berasal dari ganggang laut, seperti rumput laut, hioko/jamur kering serta aneka jenis buah-buahan dan sayuran, seperti tomat, burdock (sejenis tumbuhan herba), apel dan sebagainya. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular